Suara.com - Retinol dan retinoid menjadi dua bahan skincare yang paling sering disebut saat membahas perawatan anti aging.
Keduanya dikenal ampuh membantu menyamarkan garis halus, memperbaiki tekstur kulit, hingga membuat wajah tampak lebih cerah.
Lantas, retinol dan retinoid apakah sama, dan mana yang lebih efektif untuk menyamarkan tanda penuaan?
Sekilas keduanya terdengar mirip dan sama-sama berasal dari vitamin A. Padahal, retinol dan retinoid memiliki perbedaan yang penting. Salah memilih produk bisa membuat kulit iritasi, kering, atau bahkan berjerawat.
Agar tidak salah langkah, penting untuk memahami perbedaan retinol dan retinoid agar kamu bisa menentukan mana yang paling sesuai dengan kondisi kulit.
Retinol dan Retinoid: Apa Bedanya?
Meski sama-sama berasal dari vitamin A, retinol dan retinoid memiliki perbedaan penting dari sisi kekuatan, cara kerja, hingga cara mendapatkannya.
Retinoid merupakan istilah umum yang mencakup seluruh turunan vitamin A, termasuk tretinoin, adapalene, hingga retinol itu sendiri.
Retinoid dengan kadar tinggi biasanya hanya bisa diperoleh melalui resep dokter karena sifatnya yang lebih kuat dan langsung aktif di kulit.
Sementara itu, retinol adalah bentuk retinoid yang lebih ringan dan dijual bebas. Retinol masih perlu diubah terlebih dahulu oleh kulit menjadi bentuk aktif (retinoic acid) sebelum bekerja.
Baca Juga: 7 Retinol untuk Mengencangkan Kulit Usia 50 Tahun
Proses ini membuat hasilnya muncul lebih lambat, tetapi juga menjadikannya lebih ramah untuk pemula atau pemilik kulit sensitif.
Menurut dr. Giorgio Barnes K, Sp.DVE, perbedaan inilah yang sering disalahpahami.
"Retinol itu lebih soft dan bisa dibeli OTC, sedangkan retinoid lebih keras dan biasanya butuh resep dokter," jelas dr. Giorgio, dikutip dari Instagram @rsabdiwaluyo.
"Banyak orang asal pakai tanpa tahu jenis kulit dan dosisnya, akhirnya muncul iritasi, kemerahan, kulit mengelupas, sampai jerawat," lanjutnya.
Oleh karena itu, penting untuk tidak asal membeli produk hanya karena sedang tren. Mengenali jenis kulit dan memilih kadar yang sesuai jauh lebih penting agar manfaatnya bisa dirasakan tanpa efek samping berlebihan.
Cara Kerja Retinol dan Retinoid di Kulit
Baik retinol maupun retinoid bekerja dengan cara mempercepat pergantian sel kulit dan merangsang produksi kolagen. Inilah yang membuat keduanya sangat populer sebagai bahan anti aging.
Dengan pemakaian rutin, kulit akan terasa lebih halus, tampak lebih cerah, dan garis-garis halus perlahan tersamarkan.
Retinoid bekerja lebih cepat karena kandungannya sudah aktif saat diaplikasikan ke kulit.
Itulah sebabnya retinoid sering diresepkan dokter untuk mengatasi jerawat sedang hingga berat, hiperpigmentasi membandel, atau tanda penuaan yang cukup nyata.
Namun, karena kekuatannya tinggi, risiko iritasi juga lebih besar, terutama di awal pemakaian.
Sebaliknya, retinol bekerja secara bertahap. Karena masih harus dikonversi oleh kulit menjadi bentuk aktif, hasilnya memang tidak instan.
Namun justru inilah keunggulannya. Retinol cenderung lebih nyaman digunakan, terutama bagi pemula, kulit kering, atau kulit sensitif.
Dengan penggunaan teratur, retinol tetap mampu memperbaiki tekstur kulit, meningkatkan elastisitas, dan memberikan efek glowing yang sehat.
Retinol dan Retinoid: Mana yang Lebih Efektif untuk Menyamarkan Tanda Penuaan?
Untuk menentukan mana yang lebih efektif sangat bergantung pada kondisi kulit dan tujuan perawatan.
Kalau kamu baru mulai menggunakan skincare berbahan aktif atau memiliki kulit sensitif, retinol biasanya menjadi pilihan paling aman.
Retinol efektif untuk mengatasi tanda penuaan ringan seperti garis halus awal, kulit kusam, dan tekstur tidak merata, meski hasilnya membutuhkan waktu dan konsistensi.
Namun, jika kamu menghadapi tanda penuaan yang lebih jelas, seperti kerutan dalam atau flek yang sulit hilang, retinoid bisa memberikan hasil lebih cepat karena potensi kerjanya lebih tinggi. Retinoid juga sering dipilih untuk kasus jerawat yang cukup berat.
Meski begitu, penggunaannya sangat disarankan di bawah pengawasan dokter kulit agar dosis dan frekuensinya sesuai dengan toleransi kulit.
Demikianlah penjelasan lengkap terkait perbedaan retinol dan retinoid dan mana yang lebih efektif samarkan tanda penuaan. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
Terkini
-
5 Rekomendasi Sabun Muka Indomaret untuk Atasi Flek Hitam, Cuman Rp20 Ribuan
-
6 Promo Minyak Goreng Alfamart Penyelamat Dompet, Tropical 1,5L Cuma Rp29.900
-
5 Alasan Kenapa Disebut Es Gabus, Jajanan Milenial Mirip Spons yang Terancam Punah
-
Asal Usul Nyadran, Tradisi Masyarakat Jawa yang Masih Lestari Jelang Ramadan
-
15 Ide Hampers Lebaran Unik dan Kreatif dengan Budget Mulai Rp100 Ribuan
-
Doa Berbuka Puasa Qadha Ramadan yang Benar dan Waktu Mustajabnya
-
Lebaran 2026 Hari Apa? Ini Perkiraannya Menurut Kalender Hijriah Kemenag
-
Niat Puasa Rajab dan Qadha Ramadan Lengkap dengan Tata Caranya
-
Beda Cara Cek BPOM Skincare dan Cek Ingredients Skincare
-
Asal-usul Es Gabus, Jajanan Jadul yang Viral Dikira Terbuat dari Spons