Suara.com - Gejolak pasar saham kembali menjadi perhatian publik setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga 8 persen pada akhir Januari 2026.
Kondisi tersebut bahkan memicu pembekuan perdagangan sementara atau trading halt oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama dua hari berturut-turut.
Menyikapi situasi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan investor agar lebih selektif dan beralih ke saham-saham berkapitalisasi besar dengan kinerja keuangan yang stabil, atau yang dikenal sebagai saham blue chip.
Menurut Menteri Keuangan, pelemahan IHSG lebih disebabkan oleh efek kejut sementara, terutama terkait isu risiko penurunan status pasar modal Indonesia menjadi frontier market.
Isu tersebut mencuat setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sementara penyesuaian bobot saham unggulan Indonesia dalam indeks global mereka, seiring evaluasi ulang terhadap aturan free float di Bursa Efek Indonesia.
Meski demikian, pemerintah meyakini fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia masih kuat, sehingga tekanan pasar diperkirakan hanya berlangsung dalam jangka pendek.
Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, saham blue chip sering dianggap sebagai pilihan yang relatif aman bagi investor, terutama bagi pemula. Saham ini juga menjadi salah satu instrumen investasi yang populer di Indonesia karena menawarkan stabilitas dan potensi keuntungan jangka panjang.
Mengenal Saham Blue Chip
Bagi investor yang baru terjun ke pasar modal, istilah seperti saham LQ45 dan saham blue chip tentu sering terdengar. Saham blue chip sendiri merujuk pada saham lapis atas dari perusahaan besar yang memiliki kinerja keuangan stabil, reputasi baik, serta mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi.
Baca Juga: Saham-saham Milik Konglomerat Terancam Aturan Free Float, Potensi Delisting?
Istilah blue chip berasal dari permainan poker, di mana keping berwarna biru memiliki nilai tertinggi dibandingkan chip merah atau putih. Dalam dunia saham, istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Oliver Gingold pada awal abad ke-20.
Ia mengamati bahwa saham-saham dengan harga tinggi, saat itu berkisar USD 200 hingga USD 250, menarik minat investor karena kualitas perusahaannya. Sejak itulah istilah blue chip stocks digunakan untuk menyebut saham-saham unggulan di pasar modal.
New York Stock Exchange mendefinisikan saham blue chip sebagai saham dari perusahaan yang memiliki reputasi nasional, kualitas manajemen yang baik, serta kemampuan untuk beroperasi secara menguntungkan dalam kondisi ekonomi yang baik maupun buruk. Dengan kata lain, saham blue chip adalah saham perusahaan papan atas yang menjadi pemimpin di sektor industrinya.
Karakteristik Saham Blue Chip
Tidak semua saham perusahaan besar otomatis masuk kategori blue chip. Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah saham dapat disebut sebagai saham blue chip. Berikut beberapa karakteristik saham dapat dikatakan saham blue chip:
1. Kapitalisasi Pasar Besar
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Rp14,15 Triliun Uang Mengalir ke Sulsel, Daerah Mana Paling Banyak Terima?
-
Cara Mengatasi Masalah Baterai Cepat Habis di HP Android, Mudah Dilakukan
-
Viva Milk Cleanser Ada Berapa Macam? Cek Varian dan Fungsi Masing-Masing
-
Pre-Order Samsung Galaxy Fold8 Pakai Kartu Debit BRI, Dapatkan Potongan Hingga Rp4 Juta!
-
Muktamar NU Jadi Momentum Gus Ipul dan Gus Kikin Gaungkan Gerakan "Kembali ke Muasis"
-
Sante' Kaffe FUGO Hotel Banjarmasin Beri Diskon Spesial, Pengguna Brimo Wajib Tahu!
-
Anwar Sadad Mangkir dari Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Hibah Pokmas Jatim
-
Pemerintah Pusat Tolak Wacana Pajak Mobil Listrik DKI, Kemenperin Minta Industri Jangan Dibebani
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat, Gugat Pencekalan di Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
-
Timnas Indonesia Bakal Duel Lawan Vietnam, John Herdman: Ujian yang Sangat Berat!