- Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak menguat Senin depan dengan potensi mencapai level 8.400.
- Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG cenderung konsolidasi dalam rentang 8.150 sampai 8.600 pekan depan.
- Investor akan menantikan data ekonomi penting domestik seperti PMI, inflasi, dan cadangan devisa pekan mendatang.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak menghijau pekan depan. Apalagi, sentimen negatif dari pengumuman MSCI, bisa diredam cepat oleh pemeritah.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memperkirakan, IHSG bisa bergerak ke level 8.400, setelah sentimen positif membayangi laju indeks.
"Kami memperkirakan, untuk Senin IHSG berpeluang menguat dengan support 8.094 dan resistance 8.498," katanya saat dihubungi Suara.com, Minggu (1/2/2026).
Untuk itu, ada beberapa saham yang direkomendasikan pada hari ini. Diantaranya adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Daaz Bara Lestari Tbk ( DAAZ) dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)
"Untuk saham dapat cermati ASII (6.600-6.800), DAAZ (3.900-4.340), dan ESSA (7.10-7.50)," katanya.
Sementara, Phintraco Sekuritas dalam risetnya mengungkapkan, IHSG akan masuk fase konsolidasi pada perdagangan pekan depan. Jika IHSG bisa bertahan di atas level 8.600, maka bisa berpotensi rebound kembali.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan cenderung konsolidasi pada kisaran 8.150-8.600 pada pekan depan," tulis Phintraco Sekuritas.
Adapun, para investor juga akan menunggu beberapa data indikator ekonomi domestik yang penting, yaitu indeks manufaktur atau PMI neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta cadangan devisa dan indeks harga properti.
"Saham-saham yang dapat diperhatikan pada pekan depan, HMSP, TOBA, UNVR, BRIS, BBTN dan GGRM," tulis Phintraco Sekuritas.
Baca Juga: Strategi Pemerintah-OJK Berantas Praktik Saham Gorengan
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang
-
Rumah Mewahnya Digeledah Kejagung, Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara
-
3 Rekomendasi Shade Wardah Skin Tint untuk Pemilik Kulit Kuning Langsat
-
Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie Dinialdie?
-
8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali