Suara.com - Kasus kekerasan hewan kembali menghebohkan publik. Seekor kucing peliharaan bernama Mintel dilaporkan mati usai ditendang seorang pria saat berada di Lapangan Kridosono, Blora, Jawa Tengah.
Peristiwa ini menyebar luas di media sosial dan menuai kecaman. Bukan hanya karena tindakan pelaku yang dinilai brutal, tetapi juga karena latar belakangnya yang dinilai tak biasa.
Lantas, bagaimana kronologi lengkap peristiwa ini hingga pelaku resmi ditetapkan sebagai tersangka? Berikut rangkuman 7 fakta pria tendang kucing sampai mati di Blora yang ternyata bukan orang sembarangan.
1. Berawal dari Unggahan Pemilik yang Viral di Media Sosial
Kasus ini pertama kali mencuat setelah pemilik Mintel mengunggah kronologi kejadian di media sosial. Dalam unggahan tersebut, ia menceritakan bagaimana kucing kesayangannya ditendang orang tak dikenal saat sedang berada di lapangan.
Narasi pilu itu langsung menyentuh emosi warganet. Video dan cerita yang beredar pun menyebar cepat, hingga akhirnya menarik perhatian aparat kepolisian dan menjadi kasus hukum.
2. Kucing Tidak Langsung Mati
Mintel tidak meninggal di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan polisi dan pemilik, kucing itu masih bertahan hidup sekitar satu minggu setelah insiden.
Sayangnya, sejak ditendang, kondisi Mintel terus menurun. Tubuhnya melemah, terlihat stres berat, bahkan sempat pergi dari rumah. Beberapa hari kemudian, Mintel ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Baca Juga: Pelaku Penganiayaan Kucing sampai Mati di Blora Diperiksa, Terancam 1,5 Tahun Bui
Diduga kuat, kematian tersebut merupakan dampak langsung dari luka dan kondisi fisik yang semakin drop pascakejadian.
3. Pelaku Sempat Mengancam Pemilik Kucing
Saat ditegur, pelaku justru menunjukkan sikap arogan. Ia mengepalkan tangan seolah hendak memukul pemilik kucing sambil berkata, “Kenopo emang?”
Tak berhenti di situ, pria tersebut juga menantang agar masalah ini dibawa ke ranah hukum, bahkan sempat mengklaim dirinya sebagai “orang penting”. Namun, ketika ditanya identitas dan alamat rumahnya, pelaku justru langsung pergi meninggalkan lokasi.
4. Alasan Menendang: Merasa Terganggu Saat Jogging
Dari hasil pemeriksaan polisi, terungkap bahwa pelaku melakukan aksi tersebut karena merasa aktivitas jogging-nya terganggu oleh keberadaan kucing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu