- Jeffrey Epstein, seorang financier kontroversial yang meninggal tahun 2019.
- Ia eninggalkan kekayaan $560-600 juta, digunakan pendanaan jaringan kejahatan seksualnya.
- Kekayaan ini memicu rilis "Epstein Files," dokumen masif yang mengungkap jaringan elite dunia yang berhubungan dengan aktivitas kriminalnya.
Dirilis secara bertahap pada 2025-2026 berdasarkan Undang-Undang Transparansi Epstein Files, dokumen ini mengungkap hubungan Epstein dengan elite dunia: politisi seperti Bill Clinton dan Donald Trump, miliarder seperti Elon Musk dan Bill Gates, serta tokoh lain seperti Pangeran Andrew.
Email-email menunjukkan bagaimana Epstein mempertahankan jaringan meski sudah divonis sebagai pelaku kejahatan seks pada 2008.
Senator Ron Wyden menekankan pendekatan follow the money dalam investigasi, karena dokumen Treasury AS mencatat ribuan transfer uang senilai lebih dari $1 miliar ke akun Epstein.
Transfer ini dari miliarder Wall Street kemungkinan mendanai jaringan trafficking, termasuk pembayaran ke korban atau mitra seperti Ghislaine Maxwell.
Kekayaan Epstein memungkinkan ia membangun "imperium" yang melindungi dirinya dari hukum selama bertahun-tahun, hingga akhirnya terungkap melalui file-file ini.
Rilis Epstein Files memicu kontroversi politik. Pada Januari 2026, DOJ merilis tambahan 3 juta halaman, termasuk 2.000 video dan 180.000 gambar, yang mengungkap detail baru tentang pesta liar di pulau Epstein dan komunikasi dengan tokoh berpengaruh.
Beberapa nama seperti Larry Summers dan Peter Mandelson mendapat sorotan, meski tidak ada bukti langsung keterlibatan kejahatan. Namun, file ini menunjukkan bagaimana kekayaan Epstein membeli akses ke elite, menciptakan budaya impunitas di kalangan "Billionaire Boys Club".
Meski Epstein sudah meninggal, kekayaannya terus menjadi pusat perhatian. Estate-nya dimanfaatkan untuk kompensasi korban, tapi misteri sumber dana tetap ada.
Apakah dari skema penipuan, blackmail, atau jasa keuangan sah? Epstein Files terus mengungkap lapisan demi lapisan, mengingatkan kita bahwa kekayaan Jeffrey Epstein yang ekstrem bisa menjadi alat untuk kejahatan tersembunyi.
Baca Juga: Dokumen Jeffrey Epstein Sebut Nama Donald Trump dan Bill Clinton, Apa Kasusnya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Apa Itu Syawalan? Tradisi setelah Lebaran yang Sarat Makna
-
Puncak Arus Balik Mudik Sebentar Lagi, Mending Berangkat Pagi atau Malam?
-
Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?
-
10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!
-
5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu
-
Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako
-
Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya
-
Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya
-
Staycation Lebaran Makin Seru! Intip Kemewahan Baru Mercure Jakarta Grogol yang Penuh Sentuhan Lokal
-
Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga