Lifestyle / Komunitas
Rabu, 04 Februari 2026 | 12:21 WIB
Kiswah yang baru dipasang. [Dok. MCH 2022]

Pembuatan Kiswah dilakukan secara khusus oleh para pengrajin profesional di sebuah bengkel khusus di Kota Makkah. Prosesnya melibatkan keterampilan tinggi dan standar religius yang ketat, menjadikan setiap helai Kiswah sebagai mahakarya seni Islam.

Tirai Kiswah yang dipajang di PBB juga dilengkapi dengan draperi panjang berwarna hijau, senada dengan warna bendera Arab Saudi. Tirai ini menutupi hampir seluruh tinggi dinding dan kerap disebut sebagai salah satu contoh terbaik seni dekoratif Islam.

Secara historis, Kiswah tersebut diserahkan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk PBB saat itu, Sheikh Faisal al-Hujaylan, pada 18 Januari 1983. Penyerahan dilakukan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Javier Perez de Cuellar, sebagai simbol komitmen Arab Saudi terhadap prinsip-prinsip PBB, mengingat negara tersebut merupakan salah satu pendiri awal organisasi dunia itu.

Demikian itu penjelasan mengenai kain kiswah dan arti pentingnya. Terungkapnya pengiriman Kiswah ke Epstein pun memunculkan pertanyaan serius soal pengelolaan, distribusi, dan pengawasan artefak keagamaan yang sangat sakral.

Di mata umat Muslim, Kiswah bukan sekadar benda bersejarah, melainkan simbol iman, doa, dan kesucian yang nilainya melampaui aspek materi apa pun.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More