Suara.com - Publik Amerika Serikat kembali dikejutkan oleh rilis terbaru dokumen kasus Jeffrey Epstein. Pada Jumat lalu, Departemen Kehakiman AS (Department of Justice/DOJ) merilis sekitar tiga juta dokumen tambahan yang berkaitan dengan mendiang pelaku kejahatan seksual tersebut.
Namun, belum genap beberapa hari dipublikasikan, ribuan dokumen Epstein Files justru ditarik kembali dari akses publik. Langkah tarik-ulur ini menimbulkan pertanyaan besar. Sebenarnya berapa jumlah Epstein File yang beredar, dan mengapa dokumen yang sudah diumumkan justru ditarik kembali? Simak ulasannya berikut.
Alasan di Balik Penarikan Ribuan Dokumen
Rilis jutaan dokumen ini merupakan tindak lanjut dari Epstein Files Transparency Act, undang-undang yang disahkan pada 19 November lalu. Undang-undang tersebut mewajibkan pemerintah AS membuka arsip terkait penyelidikan Epstein demi transparansi publik.
Sebelum rilis dilakukan, Jaksa Agung AS Pam Bondi dan Jaksa Federal Jay Clayton menegaskan bahwa perlindungan privasi korban akan menjadi prioritas utama. Mereka mengklaim telah mengerahkan lebih dari 500 pengacara dan peninjau untuk memeriksa dokumen satu per satu, termasuk melakukan penyaringan digital terhadap nama korban dan informasi identitas lainnya.
Tak lama setelah dokumen dipublikasikan, pengacara korban Epstein langsung menemukan bahwa sejumlah arsip masih memuat nama, tanggal lahir, hingga detail pribadi para perempuan yang menuduh Epstein melakukan perdagangan seks, pelecehan, dan kejahatan seksual lainnya.
Investigasi CBC News menemukan bahwa beberapa dokumen yang sempat tayang memuat foto telanjang perempuan muda, bahkan ada yang diduga masih di bawah umur saat foto itu diambil.
Salah satu dokumen paling sensitif yang kemudian ditarik adalah transkrip kesaksian tahun 2007 dari seorang agen FBI dalam penyelidikan bernama sandi Operation Leap Year. Meski sebagian teks telah disensor, dokumen tersebut tetap menampilkan nama depan korban, inisial nama belakang, tanggal lahir, dan nama sekolah menengahnya.
Dalam kesaksian itu, agen FBI menjelaskan bagaimana korban yang masih di bawah umur awalnya direkrut Epstein untuk pijat, lalu secara bertahap diarahkan ke aktivitas seksual. Terdapat deskripsi eksplisit mengenai tindakan yang dilakukan Epstein, termasuk hadiah alat bantu seksual yang diberikan saat korban berusia 18 tahun.
Pada Selasa pagi, dokumen tersebut sudah tidak bisa lagi diakses melalui situs resmi DOJ.
Baca Juga: 7 Sumber Kekayaan Jeffrey Epstein yang Picu Skandal Epstein Files
Tuduhan Sensasional terhadap Tokoh Politik
Selain masalah privasi korban, dokumen yang dirilis juga memuat klaim sensasional dan belum terbukti terhadap tokoh-tokoh ternama, termasuk Presiden AS saat ini Donald Trump dan mantan Presiden Bill Clinton.
Beberapa dokumen berisi tuduhan hubungan seksual dengan remaja di bawah umur. Namun DOJ menegaskan bahwa klaim tersebut tidak pernah diverifikasi oleh penyelidik mana pun.
Dalam siaran persnya, DOJ menyebut bahwa sebagian dokumen berisi tuduhan tidak benar terhadap Presiden Trump yang dikirim ke FBI menjelang Pemilu 2020, sehingga dinilai berpotensi bermotif politik.
Dokumen-dokumen ini pun ikut ditarik untuk mencegah penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi.
Korban Merasa Dikhianati Negara
Mengutip dari Cbc.ca, yang paling memprihatinkan adalah dampak langsung terhadap para korban. Melalui pengacara Henderson dan Edwards, sejumlah korban mengajukan permohonan resmi ke pengadilan agar nama mereka dihapus dari dokumen publik. Salah satu korban yang disebut sebagai Jane Doe 5 menyatakan dirinya tidak pernah tampil ke publik, namun kini harus menghadapi tekanan media dan publik.
“Aku sekarang diteror media dan pihak lain. Ini menghancurkan hidupku,” tulisnya dalam surat yang diajukan ke pengadilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Apakah 15 Mei 2026 Cuti Bersama? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
-
Apakah Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Ketahui Dulu Hal Ini
-
Kapan Batas Akhir Penyembelihan Hewan Kurban? Ini Penjelasan Menurut Syariat
-
6 Rekomendasi Moisturizer Tanpa Pewangi, Cegah Iritasi setelah Eksfoliasi
-
BPOM Rilis 11 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya: Ada Sampo Selsun hingga Produk Madame Gie
-
Sisi Gelap 12 Zodiak dalam Percintaan, Bisa Jadi Penyebab Hubungan Asmara Sering Kandas
-
Terpopuler: 5 Lipstik Tahan Lama hingga 16 Jam, Zodiak Panen Keberuntungan Hari Ini
-
5 Shio yang Diprediksi Meraih Kesuksesan 8 Mei 2026, Kamu Termasuk?
-
4 Rekomendasi Bedak Red-A Murah untuk Makeup Harian, Mulai Rp14 Ribuan
-
5 Pilihan Daily Foundation Viva Cosmetics untuk Makeup Natural Sehari-hari