- OIC Youth Indonesia menyediakan platform terbuka bagi pemuda Indonesia untuk berkontribusi aktif di tingkat nasional dan internasional.
- Organisasi ini berfokus pada visi "Membina Pemimpin Muda Global melalui Smart Diplomacy" hingga tahun 2026.
- Berbagai program konkret dijalankan, termasuk Model OIC, untuk meningkatkan kapasitas diplomasi pemuda dan pembangunan global.
Suara.com - OIC Youth Indonesia secara konsisten menyediakan platform terbuka sebagai wadah bagi para pemuda Indonesia untuk berperan aktif di tingkat nasional maupun internasional.
Ini bukan sekadar langkah simbolis, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kontribusi pemuda dalam diplomasi, pembangunan, dan penyediaan solusi global.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Melalui platform ini, OIC Youth Indonesia ingin membuka ruang partisipasi yang lebih luas agar generasi muda mampu menemukan peran dan kontribusinya masing-masing.
“Pemuda adalah masa depan bangsa, dan kami berharap melalui platform OIC Youth Indonesia, setiap pemuda Indonesia dapat menemukan perannya masing-masing untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan internasional,” ujar Astrid Nadya Rizqita dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com baru-baru ini.
Menurut Astrid, OIC Youth Indonesia saat ini berfokus pada tujuan besar bertajuk “Membina Pemimpin Muda Global melalui Smart Diplomacy”.
Visi tersebut menjadi landasan utama dalam merancang berbagai program strategis yang menyasar peningkatan kapasitas kepemimpinan dan pemahaman diplomasi pemuda.
“Visi kami di tahun 2026 adalah memperkuat peran pemuda Indonesia sebagai aktor diplomasi, pembangunan, dan penyedia solusi global, baik di tingkat nasional maupun internasional,” terangnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, OIC Youth Indonesia menjalankan sejumlah langkah konkret. Mulai dari pelatihan kepemimpinan dan diplomasi, pengembangan program gagasan kebijakan pemuda yang diikuti dengan aksi nyata, hingga simulasi akademik dan diplomatik Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Baca Juga: Momen Kolaborasi Akhir Tahun Motul Indonesia dan NGK Busi untuk Komunitas Otomotif
Salah satu program unggulan adalah Model OIC yang menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai mekanisme kerja organisasi internasional.
Program Model OIC sendiri merupakan bagian dari Joint Youth Action Plan OKI dan telah disahkan secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga OKI serta Dewan Menteri Luar Negeri OKI.
Program ini diharapkan mampu membekali pemuda dengan pemahaman praktis terkait tata kelola organisasi internasional.
“Perlu dipahami bahwa kultur kerja di organisasi internasional, terutama organisasi antarpemerintah, sangat berbeda dengan organisasi di dalam negeri,” jelas Astrid.
Ia menambahkan bahwa terdapat aturan manajemen, standar profesional, serta etika kerja yang tidak selalu tertulis, namun sangat menentukan dinamika kerja sehari-hari.
Pendekatan komunikasi, proses pengambilan keputusan, hingga penyelesaian konflik juga memiliki sensitivitas tersendiri.
Berita Terkait
-
Dari Komunitas hingga Internasional, Produksi Topi Lokal Ini Buktikan Naik Kelas
-
Dorong Pemberdayaan, Komunitas yang Hadirkan Ruang Aman Perempuan
-
Tangkap Maling Mesin Kopi, Pemuda Aceh Justru Malah Dijadikan Tersangka Penganiayaan
-
Lebih dari Sekadar Sejarah: Mengintip Kisah Hidup Komunitas Tionghoa di Galeri Pantjoran PIK
-
Antara Empati dan Superioritas: Mengembalikan Makna Volunteer yang Berdampak
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Hoki Besar Hari Ini, 4 Shio Diprediksi Panen Cuan pada 13 Mei 2026
-
Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable
-
Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang
-
5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi
-
Lipstik Orange Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus
-
6 Shio Paling Beruntung pada Rabu 13 Mei 2026, Ada Shio Babi dan Kuda
-
Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat
-
Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Siapkan Imbalan Rp50 Juta
-
Zulfan Hasdiansyah Bagikan Wawasan di Middle East Youth Summit 2026
-
YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah