Lifestyle / Komunitas
Selasa, 10 Februari 2026 | 16:44 WIB
Konferensi pers HiLo x Satya Wacana Salatiga di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 10 Februari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Satya Wacana Salatiga menjalin kemitraan nutrisi resmi dengan HiLo menjelang IBL 2026, menargetkan Playoff.
  • Fokus tim meliputi pemenuhan gizi pemain, terutama protein, sebagai dasar pemulihan yang efektif.
  • Dokter menegaskan distribusi protein merata dan pentingnya latihan beban untuk semua usia demi otot.

Suara.com - Menjelang bergulirnya musim kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2026, klub basket profesional Satya Wacana Salatiga melakukan langkah strategis untuk mendongkrak performa tim. 

Klub yang berbasis di Salatiga ini resmi menggandeng HiLo sebagai mitra nutrisi resmi (Official Protein Partner) dalam acara konferensi pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 10 Februari 2026.

Kolaborasi ini menyoroti pentingnya kombinasi latihan fisik intensif dan pemenuhan nutrisi, khususnya protein, sebagai fondasi utama bagi atlet untuk bersaing di level tertinggi.

Asisten Pelatih Satya Wacana, Revan Jonathan, mengungkapkan bahwa target tim tahun ini adalah menembus papan tengah dan masuk ke babak Playoff. 

Untuk mencapai hal tersebut, manajemen tim tidak hanya fokus pada strategi di lapangan, tetapi juga detail asupan gizi pemain.

"Saking padatnya kegiatan, kami membutuhkan asupan protein tambahan. Harapan kami, setiap kali bertanding, pemain bisa menampilkan yang maksimal karena semua kebutuhan nutrisinya sudah terpenuhi," kata Revan dalam konferensi pers.

Dia menekankan bahwa sebelum berbicara mengenai metode pemulihan yang canggih seperti pijat atau ice bath, tiga aspek dasar harus terpenuhi terlebih dahulu, yakni istirahat, makan, dan minum.

"Tanpa itu, recovery dari dalam akan bermasalah. Nyeri otot (DOMS) bisa jadi lebih lama. Bahkan kalau dipijat pun efeknya tidak banyak jika asupan protein tidak terpenuhi," tambahnya.

Konferensi pers HiLo x Satya Wacana Salatiga di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 10 Februari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]

Tantangan Student Athlete dan Manajemen Waktu

Baca Juga: Untuk Kedua Kalinya, Pelita Air Jadi Airline Sponsor Partner IBL di Season 2025

Raden Nathaniq Sardy, salah satu punggawa Satya Wacana, berbagi pengalamannya menyeimbangkan peran sebagai atlet profesional sekaligus mahasiswa. 

Pemain yang berposisi sebagai Shooting Guard dan Small Forward ini mengakui bahwa jadwal hariannya sangat padat, dimulai dari latihan pagi, kuliah, hingga kembali latihan pada sore hari.

"Cara menjaganya adalah manajemen waktu yang baik. Recovery paling utama itu butuh istirahat cukup, serta asupan makanan dan minuman. Saya ingin menjadi inspirasi bagi student athlete lain yang sedang berjuang, bahwa kita bisa bersaing dengan pemain asing sekalipun," ungkap Nathan.

Transformasi fisik Nathan dari remaja kurus menjadi atlet berotot juga menjadi sorotan dalam acara tersebut. 

Menurutnya, tubuh atletis tidak didapat hanya dengan bermain basket, melainkan lewat latihan beban yang konsisten dan dukungan nutrisi sejak dini.

Mitos Protein dan Pentingnya Latihan Beban

Load More