News / Nasional
Kamis, 12 Februari 2026 | 09:23 WIB
Para penerima Beasiswa Harita Gemilang 2025 di acara penganugerahan di Labuha, Halmahera Selatan (Dok: Harita Nickel)

Suara.com - Beasiswa Harita Gemilang menjadi penopang penting bagi mahasiswa asal Pulau Obi yang menempuh pendidikan di luar daerah. Program ini membantu mereka menghadapi tantangan biaya, jarak, dan akses pendidikan, sekaligus menjaga asa agar studi tetap berlanjut hingga selesai.

Di semester ketujuh kuliahnya di Universitas Khairun Ternate, Wa Sariani La Pama (Sari), mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia asal Desa Soligi, Pulau Obi, berada pada fase penentuan. Ia harus memikirkan biaya kuliah, kebutuhan hidup di perantauan, serta keberlanjutan studinya. Tantangan sebagai mahasiswa kepulauan tidak hanya akademik, namun  ongkos transportasi yang tinggi. Dari Ternate, ia harus menyeberang ke Labuha, pusat Kabupaten Halmahera Selatan, lalu melanjutkan perjalanan dengan speed boat ke Pulau Obi.

“Transportasi ke Ternate itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Di desa, akses pendidikan juga masih terbatas,” ujar Sari.  

Wa Sariani La Pama (kanan) saat menerima sertifikat Beasiswa Harita Gemilang (Dok: Harita Nickel)

Dorongan untuk tetap melanjutkan studi membuat Sari mencari peluang bantuan pendidikan. Informasi tentang Beasiswa Harita Gemilang ia dapatkan dari teman, lalu ia putuskan untuk mendaftar.

“Saya sudah semester tujuh waktu itu. Beasiswa ini sangat membantu proses perkuliahan saya, bukan hanya untuk biaya kuliah, tapi juga mendukung rencana saya kembali ke desa,” katanya. Sepulang kuliah nanti, Sari ingin berkontribusi langsung di Desa Soligi melalui sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia. Baginya, pendidikan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat desa.

Kisah serupa datang dari Syarif Suleiman, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, juga asal Desa Soligi. Merantau ke Ternate menjadi pilihan yang harus dijalani, meski dibarengi beban biaya dan jarak dari keluarga. Syarif sempat menghadapi kendala finansial, termasuk tunggakan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Setelah mendapat informasi Beasiswa Harita Gemilang dari kampus, ia segera mendaftar.

Syarif Soleiman (kanan) saat menerima sertifikat Beasiswa Harita Gemilang 2025 (Dok: Harita Nickel)

“Beasiswa Harita Gemilang sangat membantu mengurangi beban orang tua saya, terutama untuk menyelesaikan kewajiban di kampus seperti tunggakan UKT,” ujarnya.

Kisah Sari dan Syarif merupakan bagian dari penerima Beasiswa Harita Gemilang 2025, program beasiswa Harita Nickel dalam kerangka Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan. Tahun ini, sebanyak 100 mahasiswa asal Pulau Obi menerima beasiswa untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seleksi dilakukan secara kompetitif dengan mempertimbangkan prestasi akademik, kondisi ekonomi keluarga, serta komitmen untuk berkontribusi bagi daerah asal.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai intervensi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. “Beasiswa Harita Gemilang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkar tambang. Harapannya, para penerima beasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan kembali ke desa untuk bersama-sama membangun Pulau Obi,” ujarnya.

Baca Juga: Kasatgas Tito: Pemerintah Percepat Rehabilitasi Sarana Pendidikan Pascabencana di Sumatera

Program ini dinilai relevan dengan kondisi Kabupaten Halmahera Selatan yang masih menghadapi tantangan pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah ini berada di kisaran 66,66, sehingga peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan, menjadi agenda penting.

Apresiasi terhadap program ini disampaikan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Fadli Kasuba, yang menilai Beasiswa Harita Gemilang menjawab kebutuhan nyata pemuda Pulau Obi terkait akses pendidikan. Wakil Rektor III Universitas Khairun, Abdul Kadir Kamaluddin, juga menyampaikan hal senada. 

“Dukungan seperti ini sangat dibutuhkan agar mahasiswa dari daerah kepulauan dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik,” tegasnya. ***

Load More