Suara.com - Beasiswa Harita Gemilang menjadi penopang penting bagi mahasiswa asal Pulau Obi yang menempuh pendidikan di luar daerah. Program ini membantu mereka menghadapi tantangan biaya, jarak, dan akses pendidikan, sekaligus menjaga asa agar studi tetap berlanjut hingga selesai.
Di semester ketujuh kuliahnya di Universitas Khairun Ternate, Wa Sariani La Pama (Sari), mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia asal Desa Soligi, Pulau Obi, berada pada fase penentuan. Ia harus memikirkan biaya kuliah, kebutuhan hidup di perantauan, serta keberlanjutan studinya. Tantangan sebagai mahasiswa kepulauan tidak hanya akademik, namun ongkos transportasi yang tinggi. Dari Ternate, ia harus menyeberang ke Labuha, pusat Kabupaten Halmahera Selatan, lalu melanjutkan perjalanan dengan speed boat ke Pulau Obi.
“Transportasi ke Ternate itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Di desa, akses pendidikan juga masih terbatas,” ujar Sari.
Dorongan untuk tetap melanjutkan studi membuat Sari mencari peluang bantuan pendidikan. Informasi tentang Beasiswa Harita Gemilang ia dapatkan dari teman, lalu ia putuskan untuk mendaftar.
“Saya sudah semester tujuh waktu itu. Beasiswa ini sangat membantu proses perkuliahan saya, bukan hanya untuk biaya kuliah, tapi juga mendukung rencana saya kembali ke desa,” katanya. Sepulang kuliah nanti, Sari ingin berkontribusi langsung di Desa Soligi melalui sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia. Baginya, pendidikan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat desa.
Kisah serupa datang dari Syarif Suleiman, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, juga asal Desa Soligi. Merantau ke Ternate menjadi pilihan yang harus dijalani, meski dibarengi beban biaya dan jarak dari keluarga. Syarif sempat menghadapi kendala finansial, termasuk tunggakan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Setelah mendapat informasi Beasiswa Harita Gemilang dari kampus, ia segera mendaftar.
“Beasiswa Harita Gemilang sangat membantu mengurangi beban orang tua saya, terutama untuk menyelesaikan kewajiban di kampus seperti tunggakan UKT,” ujarnya.
Kisah Sari dan Syarif merupakan bagian dari penerima Beasiswa Harita Gemilang 2025, program beasiswa Harita Nickel dalam kerangka Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan. Tahun ini, sebanyak 100 mahasiswa asal Pulau Obi menerima beasiswa untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seleksi dilakukan secara kompetitif dengan mempertimbangkan prestasi akademik, kondisi ekonomi keluarga, serta komitmen untuk berkontribusi bagi daerah asal.
Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai intervensi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. “Beasiswa Harita Gemilang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkar tambang. Harapannya, para penerima beasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan kembali ke desa untuk bersama-sama membangun Pulau Obi,” ujarnya.
Baca Juga: Kasatgas Tito: Pemerintah Percepat Rehabilitasi Sarana Pendidikan Pascabencana di Sumatera
Program ini dinilai relevan dengan kondisi Kabupaten Halmahera Selatan yang masih menghadapi tantangan pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah ini berada di kisaran 66,66, sehingga peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan, menjadi agenda penting.
Apresiasi terhadap program ini disampaikan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Fadli Kasuba, yang menilai Beasiswa Harita Gemilang menjawab kebutuhan nyata pemuda Pulau Obi terkait akses pendidikan. Wakil Rektor III Universitas Khairun, Abdul Kadir Kamaluddin, juga menyampaikan hal senada.
“Dukungan seperti ini sangat dibutuhkan agar mahasiswa dari daerah kepulauan dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik,” tegasnya. ***
Berita Terkait
-
Kasatgas Tito: Pemerintah Percepat Rehabilitasi Sarana Pendidikan Pascabencana di Sumatera
-
Mitsubishi Motors Suguhkan Destinator dan Xforce 55th Anniversary Edition di IIMS 2026
-
Deretan Brand dan Aftermarket Luncurkan Produk Baru di IIMS 2026
-
140 Tahun Mercedes-Benz: Dari Mobil Pertama Dunia Sampai Jejak Awal di Indonesia
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia