Sementara itu, Sincia hanya merujuk pada hari pertama Tahun Baru China saja. Jadi, Sincia adalah bagian dari rangkaian Imlek, bukan keseluruhan perayaannya.
4. Perbedaan Istilah di Indonesia
Di Indonesia, istilah Imlek jauh lebih populer dan sering digunakan secara resmi. Kata Imlek bahkan sudah tercatat dalam KBBI dan digunakan dalam penetapan hari libur nasional serta pemberitaan media.
Hal ini membuat masyarakat umum lebih familiar dengan sebutan Imlek untuk menyebut Tahun Baru China. Dalam konteks formal dan pemerintahan, istilah Imlek memang lebih sering dipakai.
Sementara itu, Sincia lebih banyak digunakan di lingkungan masyarakat Tionghoa, khususnya keturunan Hokkien. Istilah ini tetap hidup dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam ucapan selamat tahun baru.
5. Perbedaan Makna di Balik Tradisinya
Tradisi yang dilakukan saat Imlek dan Sincia sebenarnya sama. Namun, penekanan maknanya sedikit berbeda dalam pemahaman masyarakat.
Dalam konteks Imlek, tradisi seperti bersih-bersih rumah, memakai pakaian merah, menghias rumah dengan lampion, serta membagikan angpao dipandang sebagai bagian dari rangkaian perayaan besar selama 15 hari.
Sedangkan dalam konteks Sincia, tradisi tersebut lebih dimaknai sebagai simbol awal yang baru. Momen ini dianggap sebagai waktu untuk meninggalkan kesialan lama dan menyambut harapan, keberuntungan, serta kebahagiaan di tahun yang baru.
Baca Juga: Apakah Imlek Boleh Pakai Baju Putih?
Demikianlah penjelasan lengkap terkait perbedaan Sincia dan Imlek yang perlu kamu ketahui. Semoga informasi tersebut bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali