- Pemerintah pusat mengarahkan pengembangan pariwisata baru fokus pada konservasi budaya dan lingkungan untuk keberlanjutan alam.
- Utusan Khusus Presiden, Zita Anjani, kunjungi Siak Riau untuk perkuat pengembangan pariwisata berbasis konservasi lokal.
- Pengembangan pariwisata harus kolaboratif, menciptakan ekosistem yang menghidupkan budaya dan menyejahterakan masyarakat.
Suara.com - Pariwisata tidak bisa lagi hanya bertumpu pada daya tarik visual dan angka kunjungan semata. Ke depan, pengembangan destinasi harus berpijak pada konservasi budaya dan lingkungan agar pertumbuhannya tidak mengorbankan identitas lokal maupun keberlanjutan alam.
Prinsip tersebut kini didorong pemerintah pusat sebagai arah baru pembangunan sektor pariwisata di berbagai daerah.
Komitmen ini tercermin dalam kunjungan kerja Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, ke Kabupaten Siak, Provinsi Riau, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan pariwisata berbasis konservasi budaya dan lingkungan.
Kabupaten Siak dinilai memiliki kekayaan wisata yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga kuat dari sisi sejarah, budaya, dan pengalaman komunitasnya.
Potensi inilah yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan bersama Bupati Siak dan jajaran pemerintah daerah.
Menurut Zita, pengembangan destinasi harus bertumpu pada identitas budaya lokal, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola lingkungan yang bertanggung jawab. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan warga menjadi kunci agar pariwisata tidak tumbuh secara eksploitatif, melainkan memberi manfaat jangka panjang.
“Kita ingin pariwisata tumbuh bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai ekosistem yang menghidupkan budaya, menjaga lingkungan, dan menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Dalam konteks itulah sejumlah praktik lokal mendapat perhatian, salah satunya konsep wisata kuliner “Makan Berhanyut”, yakni menikmati hidangan ikan sambil menyusuri sungai menggunakan perahu.
Konsep ini memadukan potensi alam, budaya sungai, dan tradisi kuliner dalam satu pengalaman yang autentik sekaligus ramah lingkungan. Wisatawan tidak hanya menikmati sajian makanan, tetapi juga merasakan lanskap sungai dan kehidupan masyarakat yang menyatu dengan alam.
Baca Juga: Menpar Fokuskan Pariwisata Berkualitas, Capaian 2025 Lampaui Target dengan 15,39 Juta Wisman
Dialog juga dilakukan bersama komunitas Suwai dari Skelas, kelompok anak muda yang aktif menggerakkan wisata berbasis pengalaman dan pelestarian budaya di Siak.
Selain itu, aktivitas membuat anyaman dari daun pandan kering bersama perempuan-perempuan Siak menunjukkan bahwa keterampilan tradisional dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata yang inklusif.
Melalui rangkaian agenda ini, ditegaskan bahwa masa depan pariwisata Indonesia harus bertumpu pada konservasi budaya dan lingkungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan oleh generasi kini maupun mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
3 Zodiak Beruntung Secara Finansial Minggu Depan 18-24 Mei 2026
-
6 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil, Apakah Sebuah Pertanda Buruk?
-
5 Zodiak yang Hubungan Asmaranya akan Membaik Pekan Depan
-
Bibir Pecah-Pecah Saat Haji? Ini 5 Lip Balm Terbaik untuk Cuaca Ekstrem saat Ibadah Haji
-
5 Pilihan Pelembab Wajah Tanpa Alkohol dan Parfum yang Aman Dipakai saat Ibadah Haji
-
3 Moisturizer Shinzui untuk Mencerahkan Wajah dan Pudarkan Noda Hitam
-
Cari Serum Anti Aging Lokal yang Bagus? Ini 5 Pilihan Aman Mulai Rp23 Ribuan
-
4 Rangkaian Skincare Shinzu'i di Indomaret untuk Cerahkan Wajah, Mulai Rp30 Ribuan
-
6 Sabun Cuci Muka Purbasari untuk Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp30 Ribuan
-
3 Bedak Padat Purbasari yang Bisa Samarkan Noda Hitam di Wajah Berminyak