Lifestyle / Food & Travel
Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:46 WIB
Tanamera Coffee resmi memperkenalkan inovasi terbarunya kepada publik. [Suara.com/Sumarni]
Baca 10 detik
  • Tanamera Coffee meluncurkan Draft Coffee di Blok M, Jakarta Selatan, pada 13 Februari 2026, sebuah inovasi penyajian kopi via keran.
  • Inovasi ini dikembangkan 1,5 tahun untuk efisiensi waktu penyajian (10 detik) tanpa mengurangi kualitas rasa kopi dingin.
  • Draft Coffee menggunakan gas khusus untuk mendinginkan kopi (seperti *cold brew*) dan tersedia dalam tiga varian rasa dari biji kopi Indonesia.

Suara.com - Tanamera Coffee resmi memperkenalkan inovasi terbarunya kepada publik.

Peluncuran ini disampaikan langsung oleh Rangga Hady Tama, General Manager Tanamera Coffee, saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada Jumat, 13 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Rangga memperkenalkan produk anyar bernama Draft Coffee, sebuah terobosan dalam sistem penyajian kopi yang menggunakan keran khusus untuk menghasilkan minuman dengan karakter berbeda dari kopi pada umumnya.

Rangga menjelaskan bahwa inovasi Draft Coffee bukanlah sesuatu yang instan. Produk ini telah dikembangkan selama kurang lebih 1,5 tahun melalui berbagai tahap riset dan penyempurnaan.

Proses pengembangan tersebut dilakukan demi memastikan bahwa kecepatan penyajian yang menjadi keunggulan utama tetap sejalan dengan standar kualitas rasa yang selama ini dijaga Tanamera.

Keputusan menghadirkan Draft Coffee juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan konsumen perkotaan yang dinamis.

Menurut Rangga, efisiensi waktu menjadi faktor penting, terutama di kota besar seperti Jakarta. Dengan sistem draft ini, staf hanya membutuhkan waktu sekitar 10 detik untuk menyajikan satu gelas kopi kepada pelanggan.

Tanamera Coffee resmi memperkenalkan inovasi terbarunya kepada publik. [Suara.com/Sumarni]

Kecepatan tersebut dinilai sangat relevan untuk menjawab tingginya mobilitas masyarakat ibu kota, tanpa harus mengorbankan kualitas rasa.

Secara teknis, sistem Draft Coffee bekerja dengan mekanisme yang mirip dengan alat penarik minuman bir.

Baca Juga: Etika Membawa Tumbler: Mengapa Barista Berhak Menolak Wadah yang Tidak Higienis?

Namun, alih-alih menggunakan gas biasa, mesin ini memanfaatkan gas khusus yang dirancang spesifik untuk kopi.

Gas tersebut memiliki beberapa fungsi penting. Selain membantu mendinginkan cairan secara alami sehingga kopi dapat dinikmati dalam kondisi dingin tanpa tambahan es batu, gas ini juga menciptakan tekstur khas pada hasil akhir minuman.

Dengan demikian, rasa kopi tetap pekat dan tidak terencerkan.

“Kami mau kopi yang bisa mengikuti fase cepat, terutama ibu kota. Kami mau kopi itu cepat, tapi tetap fresh, smooth, dan effortless,” ujar Rangga di Tanamera Coffee Pasaraya Blok M, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan bahwa penggunaan sistem draft ini juga memberikan pengalaman sensorik berbeda bagi pelanggan.

"Ini memberikan foam dan natural sweetness,” sambungnya lagi.

Lapisan foam lembut yang terbentuk di bagian atas minuman menjadi salah satu ciri khas Draft Coffee, sekaligus menghadirkan sensasi rasa yang lebih halus di lidah.

Lebih lanjut, Rangga juga membeberkan proses pembuatan Draft Coffee tersebut.

Menurutnya, dasar minuman ini sebenarnya cukup sederhana, yakni menggunakan metode seduh suhu ruangan yang didiamkan selama beberapa jam, serupa dengan teknik cold brew.

"Jadi ini adalah technically hanya kopi yang diseduh dengan suhu ruangan dan didiamkan selama beberapa jam. Baru setelah cold brew dimasukkan ke mesin draft kita dan diinject dengan spesial gas,” bebernya.

Setelah melalui proses ekstraksi tersebut, kopi dimasukkan ke dalam mesin draft dan diinjeksi dengan gas khusus sebelum akhirnya disajikan melalui keran.

Hasilnya adalah minuman kopi dingin dengan tekstur lebih creamy, foam lembut, dan karakter rasa yang tetap terjaga tanpa perlu tambahan es.

Untuk pilihan rasa, Tanamera menghadirkan tiga varian utama dalam sistem Draft Coffee ini.

Tanamera Coffee resmi memperkenalkan inovasi terbarunya kepada publik. [Suara.com/Sumarni]

Varian Black diperuntukkan bagi pecinta kopi hitam yang ingin menikmati cita rasa murni tanpa campuran.

Varian White menyasar penikmat kopi susu dengan profil rasa lebih lembut dan seimbang.

Sementara itu, varian Caramel ditujukan bagi pelanggan yang menyukai sentuhan manis lebih intens dalam secangkir kopi mereka.

Khusus untuk menu ini, Tanamera menggunakan campuran tiga biji kopi pilihan dari daerah ternama di Indonesia, yakni Aceh, Toraja, dan Bali.

Perpaduan ketiga origin tersebut menghasilkan karakter rasa yang kompleks dan kaya.

"Jadi ini blending antara tiga origin dari Aceh, Toraja, Bali. Kita berkomitmen hanya menggunakan kopi dari Indonesia. Dan kita tidak menjual satu pun kopi yang berasal dari luar,” papar Rangga.

Komitmen untuk menggunakan kopi lokal menjadi bagian dari identitas Tanamera dalam mendukung industri kopi nasional.

Dengan menghadirkan Draft Coffee berbasis biji kopi Indonesia, Tanamera ingin menunjukkan bahwa inovasi modern dapat berjalan seiring dengan kekayaan cita rasa nusantara.

Sebelumnya, produk Draft Coffee telah lebih dulu diperkenalkan di cabang Singapura pada Agustus 2025 lalu.

Respons yang diterima cukup positif, sehingga kini inovasi tersebut resmi hadir di Indonesia.

Untuk tahap awal, Draft Coffee baru tersedia secara eksklusif di Tanamera Coffee Pasaraya Blok M.

Rangga menjelaskan bahwa keterbatasan ketersediaan ini berkaitan dengan kebutuhan mesin khusus serta ruang tambahan sekitar 1,5 meter di area bar.

“Karena membutuhkan mesin khusus dan ruang sekitar 1,5 meter di area bar, produk ini akan diprioritaskan untuk gerai-gerai baru yang akan dibuka di Jakarta dan Jawa,” ujar Rangga.

Ke depan, Tanamera berencana menghadirkan sistem Draft Coffee di lebih banyak gerai baru, terutama di wilayah Jakarta dan Pulau Jawa.

Untuk menikmati inovasi ini, pelanggan dapat membelinya dengan harga mulai dari Rp 30 ribuan per gelas, menjadikannya pilihan kopi modern yang praktis namun tetap mengedepankan kualitas rasa.

Load More