- Lukman Sardi, Kunto Aji, Basboi, dan Lola Amaria tampil di MTN Wave pada Rabu (11/2/2026).
- Acara MTN Wave menampilkan kolaborasi lima bidang seni budaya yang digarap MTN Seni Budaya.
- Menteri Fadli Zon menyatakan MTN Seni Budaya mendukung akses talenta muda menuju Indonesia Emas.
Suara.com - Berbicara mengenai seni, biasanya terbagi menjadi beragam bidang, baik sastra, pertunjukkan, rupa, film, hingga musik. Dalam hal ini, para selebriti seperti Lukman Sardi, Kunto Aji, Basboi, hingga Lola Amaria diketahui memiliki satu bidang yang ditekuni.
Seperti Lukman Sardi dan Lola Amaria di bidang seni peran atau film. Sampai Kunto Aji dan Basboi yang menggeluti dunia seni musik. Namun, bagaimana jika mereka tampil dalam sebuah pertunjukkan yang menggabungkan lima bidang seni berbeda.
Ya, keempat selebriti tersebut tampil menghibur dalam acara MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia, Rabu (11/2/2026). Ini merupakan acara garapan Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya).
Dalam pertunjukkan Lukman Sardi yang biasa dilihat melakukan monolog di film, kali ini tampil di atas panggung. Lukman diketahui menjadi pembaca narasi setiap gelombang penampilan dari awal hingga akhir.
Sementara untuk Lola Amaria, tampil dalam gelombang seni film bertema “Di Antara Tubuh, Ingatan, dan Kehilangan”. Di penampilannya kali ini Lola menunjukkan kemampuan aktingnya di atas panggung dan disaksikan oleh penonton langsung. Penampilannya tampak memukau dan emosional meski dengan tampilan berbeda.
Berbeda dengan Lukman dan Lola, Kunto Aji hingga Basboi tetap tampil dengan karya seni musik di atas panggung. Hanya saja, keduanya tampil dengan gaya musik yang berbeda di atas panggung.
Kunto Aji yang biasa tampil dengan gaya pop-jazz, di panggung ia menyajikan pertunjukkan dengan gaya musik tradisional. Kunto Aji berkolaborasi dengan Parasirama dengan musik bergaya keroncong.
Untuk Basboi sendiri, tetap tampil dengan ciri khas musik rap. Namun, kali ini ia juga berkolaborasi dengan kelompok musik asal Pekanbaru, Djangat Indonesia. Dengan sentuhan musik rap dan tradisional, penampilannya memukai di hadapan para penonton.
MTN Wave
Baca Juga: Seni Teater Indonesian Culture Night, dari Anak Bangsa di NTU untuk Singapura
Terkait MTN Wave pertunjukan seni yang modern dan relevan, menampilkan talenta-talenta unggul dari lima bidang seni budaya: seni rupa, seni pertunjukan, musik, film, dan sastra.
Pertunjukkan tersebut dirancang langsung oleh Direktur Kreatif Rangga Djoened. Selain pertunjukan, dalam MTN Wave terdapat instalasi karya Sigit D. Pratama. Instalasi ini dirancang untuk menunjukkan menjadi teaser tentang apa itu MTN Seni Budaya sebelum menikmati sajian pentas.
Acara ini dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi sang wakil, Giring Ganesha Djumaryo. Dalam pernyataannya, Fadli mengatakan, MTN Seni Budaya menjadi salah satu cara negara memberi akses yang lebih luas bagi talenta muda.
“Kita melihat bagaimana proses rekrutmen, pembibitan, kemudian mentoring, lab dan sebagainya dalam menjaring talenta-talenta yang luar biasa di tanah air, dan kita berharap ini tidak berhenti di panggung.” Ucapnya
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK), Ahmad Mahendra mengatakan, adanya MTN sendiri membantu membuka akses bagi para talenta muda. Hal ini, dipercaya bisa menjadi akses untuk menuju Indonesia Emas.
“MTN Seni Budaya dirancang sebagai alur perjalanan talenta, bukan program satu kali. Terdapat berbagai kegiatan dari mulai pembibitan hingga rekognisi internasional untuk membantu talenta mendapatkan akses lebih luas,” kata Ahmad Mahendra.
“Lewat MTN Seni Budaya, seni dan budaya diposisikan bukan hanya sebagai ekspresi, tetapi sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045,” sambungnya.
Dalam penampilan, terbagi menjadi lima bidang dengan satu pertunjukkan utama bertajuk “Resonansa: Dari Titik Kecil Menjadi Gelombang Peradaban” menjadi metafora perjalanan talenta bermula dari potensi awal.
Untuk lima bidangnya yakni, seni rupa mengambil tajuk Rupa Mantra, film pertunjukan berjudul Di Antara Tubuh, Ingatan, dan Kehilangan, pertunjukan dengan karya berjudul Tumbuh di Atas Jerami, sastra bertajuk Siklus Suara, dan musik dengan judul Simfoni Khatulistiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
9 Fakta dan Kronologi Perang Knetz vs SEAblings Memanas di Medsos
-
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
-
5 Doa Berbuka Puasa yang dapat Kamu Gunakan Selama Ramadan 2026
-
Apakah Retinol Bisa Digunakan Setiap Hari? Cek Aturannya dan 3 Rekomendasi Produk Dosis Rendah
-
40 Poster Marhaban Ya Ramadhan 2026 Estetik Siap Dibagikan, Ini Link Unduh Gratisnya
-
5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
-
35 Ucapan Maaf Menjelang Ramadan untuk Keluarga, Tulus dan Menyentuh Hati
-
10 Detik Jadi: Gebrakan Draft Coffee Tanamera, Kopi Ngebut Rasa Nusantara
-
Valentine dengan Cara Berbeda: Inspirasi Cinta Abadi yang Menginspirasi Bersama Havaianas
-
6 Shio yang Paling Beruntung di Hari Valentine 14 Februari 2026