- Rosita Istiawan mengembangkan Hutan Organik seluas 30 hektare di Mega Mendung, Bogor, dari lahan awal 2.000 meter persegi.
- Konsistensi Rosita menekankan prinsip "tanam rawat" daripada sekadar menanam tanpa pemeliharaan berkelanjutan.
- Gerakan Rosita melibatkan 20 kelompok tani perempuan yang berhasil memperbaiki kualitas air dan udara lingkungan sekitar.
“Buat warga bahagianya sekali, mereka sekarang kebagian air dan udara yang segar.”
Dari Keprihatinan Menjadi Gerakan
Rosita tak menutup mata terhadap kondisi Indonesia hari ini. Bencana datang silih berganti. Suhu makin panas. Udara makin tak sehat.
“Mungkin dari bencana ini, keprihatinan kita jangan hanya perhatian saja,” katanya.
“Ayo kita sama-sama, Indonesia akan kembali lagi jadi paru-parunya dunia. Supaya hijau lagi," ajaknya.
Semangat inilah yang kemudian mendapat dukungan dari Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) melalui inisiatif Rooted in Purpose: Women Shaping Climate Outcomes. Program ini menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak aksi iklim berbasis komunitas.
Head of Corporate Communications, Sustainability & Culture GCPI, Wahyu Radita, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya isu sosial, melainkan strategi keberlanjutan.
“Ketika perempuan diberdayakan, dampaknya tidak berhenti pada satu aksi, tetapi meluas ke keluarga, komunitas, dan generasi berikutnya,” ujarnya.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi dari keberanian satu orang yang konsisten melangkah.
Baca Juga: Ketika Mimpi Tak Punya Batas: Kisah Inspiratif dari Para Siswa dan Alumni SLB N Cilacap
Harapan 10 Tahun ke Depan
Rosita kini bermimpi lebih jauh. Ia ingin hutan organik tak hanya ada di Mega Mendung.
“Mudah-mudahan hutan organik cuma ada di Megamendung, di mana-mana ada hutan organik yang lain,” katanya penuh harap. “Sepuluh tahun lagi, dibilang banyak hutan organik yang lain. Yang penting Indonesia jadi hijau.”
Baginya, kunci masa depan bukan hanya pada masyarakat, tetapi juga pada kebijakan yang tegas dan keberpihakan pada lingkungan. Namun di atas segalanya, ia percaya perubahan selalu bisa dimulai dari satu tindakan kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Terpopuler: Update Tarif Listrik April 2026, Pilihan Sunscreen Anti Aging
-
Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Exfoliating Cleanser Setiap Hari?
-
Silsilah Keluarga Hasbi Jayabaya, Penerus 'Dinasti' Bupati Lebak Sindir Masa Lalu Wakilnya Eks Napi
-
Tasya Farasya Ungkap Alasan Pakai Baju Kuning saat Sidang Cerai, Awalnya Siapkan Abu-Abu
-
Link Download Kalender April 2026 PDF Gratis, Lengkap dengan Pasaran Jawa
-
7 Parfum Lokal Aroma Powdery yang Tahan Lama, Wangi Lembut Elegan Seharian
-
5 Parfum Aroma Buah Tahan Lama untuk Tampil Segar Seharian
-
3 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung Selama April 2026, Kamu Termasuk?
-
Kapan Sebaiknya Ganti Sepatu Lari Baru? Ini 3 Rekomendasi yang Paling Awet
-
Tren Hojicha Masuk Indonesia, CHAGEE Sajikan Menu Baru Hingga Merchandise Spesial