Lifestyle / Female
Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:46 WIB
Rosita Istiawan, pemilik 30 hektare hutan organik di Mega Mendung, Bogor. (Dok. Godrej)
Baca 10 detik
  • Rosita Istiawan mengembangkan Hutan Organik seluas 30 hektare di Mega Mendung, Bogor, dari lahan awal 2.000 meter persegi.
  • Konsistensi Rosita menekankan prinsip "tanam rawat" daripada sekadar menanam tanpa pemeliharaan berkelanjutan.
  • Gerakan Rosita melibatkan 20 kelompok tani perempuan yang berhasil memperbaiki kualitas air dan udara lingkungan sekitar.

“Buat warga bahagianya sekali, mereka sekarang kebagian air dan udara yang segar.”

Dari Keprihatinan Menjadi Gerakan

Rosita tak menutup mata terhadap kondisi Indonesia hari ini. Bencana datang silih berganti. Suhu makin panas. Udara makin tak sehat.

“Mungkin dari bencana ini, keprihatinan kita jangan hanya perhatian saja,” katanya.

“Ayo kita sama-sama, Indonesia akan kembali lagi jadi paru-parunya dunia. Supaya hijau lagi," ajaknya.

Semangat inilah yang kemudian mendapat dukungan dari Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) melalui inisiatif Rooted in Purpose: Women Shaping Climate Outcomes. Program ini menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak aksi iklim berbasis komunitas.

Head of Corporate Communications, Sustainability & Culture GCPI, Wahyu Radita, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya isu sosial, melainkan strategi keberlanjutan.

“Ketika perempuan diberdayakan, dampaknya tidak berhenti pada satu aksi, tetapi meluas ke keluarga, komunitas, dan generasi berikutnya,” ujarnya.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi dari keberanian satu orang yang konsisten melangkah.

Baca Juga: Ketika Mimpi Tak Punya Batas: Kisah Inspiratif dari Para Siswa dan Alumni SLB N Cilacap

Harapan 10 Tahun ke Depan

Rosita kini bermimpi lebih jauh. Ia ingin hutan organik tak hanya ada di Mega Mendung.

“Mudah-mudahan hutan organik cuma ada di Megamendung, di mana-mana ada hutan organik yang lain,” katanya penuh harap. “Sepuluh tahun lagi, dibilang banyak hutan organik yang lain. Yang penting Indonesia jadi hijau.”

Baginya, kunci masa depan bukan hanya pada masyarakat, tetapi juga pada kebijakan yang tegas dan keberpihakan pada lingkungan. Namun di atas segalanya, ia percaya perubahan selalu bisa dimulai dari satu tindakan kecil.

Load More