Entertainment / Gosip
Jum'at, 13 Februari 2026 | 12:45 WIB
Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Jimmy Hantu di SPPG Mutiara Keraton Solo, Tamansari, Bogor, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Seorang istri pekerja dapur program MBG mengeluh di Facebook karena suami dan iparnya sering membawa pulang makanan berlebih.
  • Banyak warganet menyoroti jumlah makanan yang dibawa, seperti belasan telur goreng, dianggap sebagai penyalahgunaan jatah program.
  • Fenomena ini diduga terjadi di beberapa lokasi dapur MBG, memicu kecurigaan publik tentang efektivitas anggaran program.

Suara.com - Sebuah unggahan di Facebook mendadak viral setelah seorang istri pekerja dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) curhat. Ia menceritakan kebiasaan suami dan iparnya yang sering membawa pulang makanan dalam jumlah berlebih.

Warganet tersebut memperlihatkan foto satu plastik besar berisi belasan telur goreng. Ia mengaku merasa heran dengan jumlah makanan yang dibawa pulang karena dianggap terlalu banyak untuk sekadar sisa dapur.

Bahkan menurutnya, jumlah telur tersebut cukup untuk memenuhi makan mereka selama seminggu.

"Maksudnya bawa sewajarnya aja. Takut banget bisulan, apa dia pikir ini buat stok seminggu," tulis sang istri dalam unggahannya.

Selain telur, warganet ini juga membeberkan bahwa kakak iparnya sering memboyong berbagai macam buah-buahan. 

Mulai dari jeruk, salak, hingga apel sering dibawa pulang ke rumah sebagai makanan tambahan.

Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari publik. Sebab hal ini bisa dibilang disalahgunakan oleh para pekerjanya. 

Banyak netizen yang menilai bahwa jumlah yang dibawa pulang bukan lagi merupakan sisa makanan yang wajar.

"Sisa mah 1 atau 2 biji, lah ini satu kantong gitu, itu 1kg telor loh, dan itu 1 pekerja yg bawa," tulis @Is't****.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Dianggap Wajar, Bupati Lombok Tengah: Jangan Dikembang-kembangkan

Netizen lain juga mulai mempertanyakan aliran dana dan efektivitas jatah makanan. Kecurigaan mengenai adanya penyimpangan anggaran program mulai mencuat di kalangan warganet.

"Ooh ternyata dana buat yang nggak seharusnya toh," sindir akun @Far***.

Warganet lainnya juga memberikan kesaksian serupa mengenai oknum pekerja dapur di wilayah lain. 

Fenomena membawa pulang lauk dalam jumlah besar ternyata diduga terjadi di beberapa titik dapur program tersebut.

"Sama dengan di sini, tetangga temanku kerja di MBG, sering bawa banyak lauk, 1 orang bisa nyampe 10 potong," tutur akun Yhulie Ana Eldi Putri.

Sentimen negatif kian memuncak saat netizen membandingkan porsi kecil yang diberikan kepada anak-anak dengan porsi besar yang dibawa pulang pekerja. 

"Kadang sayur ngasih di ompreng paling 1 sendok, tapi lebihnya banyak banget pada dibawa pulang," timpal akun @Cuzmyy***.

Load More