- War takjil menjadi salah satu kegiatan yang dinanti kala Ramadan.
- Agar tidak bingung, ada rute rekomendasi untuk berburu takjil di Jogja.
- Rutenya dari tengah ke selatan.
Suara.com - Selain bulan penuh ibadah, Ramadan juga identik dengan kuliner yang semarak. Tak heran "war takjil" pun menjadi istilah yang menggambarkan antusiasme warga berburu kudapan berbuka.
Jika Anda ingin merasakan satu hari untuk merasakan sensasi war takjil di Jogja, rute dari Klaster Tengah menuju Klaster Selatan adalah pilihan paling strategis untuk memuaskan lidah sekaligus mata.
Berikut adalah rekomendasi rutenya:
1. Titik Mulai: Atmosfer Mahasiswa di Lembah UGM
Petualangan sebaiknya dimulai setelah salat Ashar atau sekitar pukul 15:00 WIB. Titik awal yang paling pas adalah Lembah UGM.
Di sini, Anda akan disambut oleh deretan pedagang yang menawarkan "jajanan murah meriah" khas mahasiswa.
Hanya dengan uang mulai dari Rp3.000 hingga Rp15.000, Anda bisa mendapatkan Es Teh Jumbo untuk melepas dahaga, Pentol Bakar yang gurih, hingga Dimsum hangat.
2. Menyelami Tradisi di Gang Kauman
Dari UGM, arahkan kendaraan menuju jantung kota ke arah Pasar Kauman. Berbeda dengan UGM yang modern, Kauman menawarkan "Menu Autentik" yang sudah ada sejak tahun 1980-an.
Di gang-gang sempit nan legendaris ini, Anda wajib mencari kudapan langka seperti kicak dan songgo buwono.
Jangan lupa mampir ke Masjid Gedhe Kauman. Jika beruntung, Anda bisa mendapatkan satu dari 1.500 porsi takjil gratis dengan menu ikonik seperti Gulai Kambing atau Brongkos yang dimasak secara tradisional.
Baca Juga: Kisah Ramadan Pertama Para Mualaf: Antara Adaptasi, Haru, dan War Takjil
3. Menuju Selatan: "Jalur Gaza" Nitikan
Mendekati pukul 17:00, perjalanan berlanjut ke selatan menuju area Nitikan, atau yang populer dijuluki "Jalur Gaza" (Jajanan Lauk Sayur Gubug Ashar).
Sepanjang 2 kilometer, jalanan ini berubah menjadi lautan makanan kekinian. Di sinilah tempatnya berburu jajanan viral yang sering melintas di media sosial.
Dari olahan keju hingga minuman segar berbagai varian, semuanya tersedia untuk melengkapi takjil Anda.
4. Puncak Perjalanan: Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ)
Jika masih ada waktu, Anda bisa menuju Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ) sebagai tujuan terakhir. Lokasi ini adalah episentrum wisata religi di Jogja dengan lebih dari 330 pedagang UMKM.
Anda bisa membeli Sate Kere atau Es Pisang Ijo sebagai penutup. Namun, daya tarik utamanya adalah tradisi piringan gratis.
Panitia Masjid Jogokariyan membagikan hingga 3.500 porsi takjil piringan setiap harinya. Menikmati buka puasa di tengah ribuan jamaah dengan harmoni yang tenang akan menjadi penutup hari yang sempurna.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Takjil! 5 Ide Bisnis Ramadan Anti-Mainstream Buat Anak Sekolah
-
Inspirasi Resep Takjil dari Chef Martin Praja: Es Teler Milky Pudding Bisa Buat Ide Jualan
-
Bukan Cuma Masjid Jogokariyan! Ini 6 Lokasi 'Emas' Takjil Gratis Ramadan 2026 di Jogja
-
5 Ide Jualan Takjil Bulan Puasa Kekinian, Modal Kecil tapi Paling Laris!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN