Lifestyle / Komunitas
Selasa, 17 Februari 2026 | 16:13 WIB
Ilustrasi wanita menyiapkan buka puasa [freepik]

Di sisi lain, suasana sahur sering menjadi momen kebersamaan keluarga yang jarang terjadi di luar Ramadan. Bangun dini hari bersama, saling mengingatkan waktu makan, hingga berbagi hidangan sederhana menjadi aktivitas yang memperkuat hubungan emosional antaranggota keluarga.

4. Sedekah Bernilai Tinggi

Menyiapkan makanan untuk buka atau sahur termasuk bentuk sedekah yang paling mudah dilakukan. Dalam Islam, sedekah tidak selalu berupa uang, tetapi juga bisa melalui makanan yang dibagikan kepada orang lain. Apalagi di bulan Ramadan, sedekah makanan memiliki nilai pahala yang lebih besar.

Banyak masyarakat Indonesia mempraktikkan hal ini melalui kegiatan berbagi takjil di jalan, di masjid, atau melalui lembaga sosial. Kebiasaan ini bukan hanya memperluas manfaat sosial, tetapi juga menghidupkan semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga.

Keutamaan Menyiapkan Buka Puasa dan Sahur

Ilustrasi wanita menyiapkan buka puasa [freepik]

1. Pahala Khusus bagi Perempuan atau Anggota Keluarga yang Menyiapkan Hidangan

Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan atau anggota keluarga yang menyiapkan makanan sering dianggap menjalankan tugas rutin biasa. Namun dalam perspektif ibadah, setiap usaha menyiapkan hidangan bagi orang yang berpuasa dapat menjadi ladang pahala besar.

Bahkan ketika seseorang tidak sedang berpuasa karena alasan syar’i seperti haid atau nifas, ia tetap bisa meraih pahala melalui aktivitas ini.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kesempatan meraih keberkahan Ramadan terbuka untuk siapa saja, selama dilakukan dengan niat yang tulus.

2. Bangun Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?

Selain nilai spiritual, menyiapkan buka puasa dan sahur juga memiliki dampak sosial yang kuat. Berbagi makanan dengan tetangga, teman kerja, atau masyarakat sekitar dapat mempererat hubungan dan menumbuhkan rasa kebersamaan, terutama di lingkungan perkotaan yang cenderung individualis.

Aktivitas sederhana seperti mengirimkan makanan ke rumah tetangga atau berbagi sahur kepada yang membutuhkan sering kali menjadi jembatan silaturahmi yang memperhangat suasana Ramadan. Nilai kebersamaan inilah yang membuat bulan puasa terasa begitu istimewa dibanding bulan lainnya.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Load More