- Hukum fiqih memperbolehkan jamaah hanya menunaikan sholat Tarawih tanpa dilanjutkan sholat Witir.
- Sholat Witir merupakan ibadah sunnah penutup malam yang hukumnya berbeda dan tidak mutlak terkait dengan Tarawih.
- Makmum dianjurkan mengikuti imam Witir di masjid untuk meraih pahala sholat semalam penuh secara sempurna.
Suara.com - Memasuki bulan suci Ramadan, suasana masjid biasanya mendadak ramai oleh jamaah yang ingin menunaikan sholat Tarawih.
Ibadah sunnah yang hanya ada di bulan Ramadan ini memang menjadi magnet tersendiri karena janji pengampunan dosa bagi siapa saja yang mengerjakannya dengan iman dan mengharap ridho Allah SWT.
Namun, sering kali muncul pertanyaan di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang mungkin merasa lelah atau memiliki agenda ibadah lain: bolehkah kita hanya ikut sholat Tarawih saja tanpa melanjutkannya dengan sholat Witir?
Secara hukum fiqih, jawabannya adalah diperbolehkan. Sholat Tarawih dan sholat Witir adalah dua jenis ibadah sunnah yang berbeda dan tidak saling berkaitan secara mutlak.
Artinya, jika seseorang hanya mengerjakan sholat Tarawih tanpa diikuti sholat Witir, maka sholat Tarawih yang telah ia lakukan tetap dianggap sah dan ia tetap mendapatkan pahala dari ibadah tersebut.
Tidak ada dalil atau hadits yang secara spesifik melarang seseorang untuk melewatkan sholat Witir setelah Tarawih.
Penjelasan ini diperkuat oleh pendapat Ketua MUI DKI Jakarta, KH Muhammad Faiz Syukron Makmun, yang menyatakan bahwa meskipun sholat Tarawih umumnya diakhiri dengan Witir, hukum Tarawihnya sendiri tidak batal jika Witir tidak dikerjakan.
Sholat Witir sebenarnya adalah sholat penutup malam yang bisa dilakukan kapan saja setelah sholat Isya hingga sebelum waktu fajar tiba.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin memilih untuk tidak langsung melakukan Witir setelah Tarawih.
Baca Juga: 35 Kata-Kata Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 2026, Penuh Doa dan Makna
Salah satunya adalah karena mereka berencana untuk bangun di sepertiga malam terakhir guna melaksanakan sholat Tahajud.
Dalam konteks ini, sholat Witir bisa dikerjakan nanti sebagai penutup rangkaian ibadah malam atau qiyamul lail.
Hal ini sesuai dengan saran bahwa jika seseorang merasa sanggup bangun di akhir malam, maka Witir di waktu tersebut lebih utama karena disaksikan oleh para malaikat.
Namun, bagi kita yang terbiasa sholat berjamaah di masjid, ada poin penting yang perlu dipertimbangkan terkait keutamaan mengikuti imam.
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa siapa pun yang sholat malam bersama imam sampai selesai, maka ia akan dicatat mendapatkan pahala sholat satu malam penuh.
Oleh karena itu, jika imam di masjid melaksanakan Witir langsung setelah Tarawih, sangat dianjurkan bagi makmum untuk ikut serta menyelesaikan seluruh rangkaian tersebut agar mendapatkan keutamaan pahala yang sempurna.
Sholat Witir sendiri memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Ibadah ini merupakan salah satu wasiat Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan untuk tidak ditinggalkan.
Beliau menyebutkan bahwa sholat Witir adalah "hak" bagi setiap Muslim, dengan jumlah rakaat ganjil yang fleksibel, mulai dari satu, tiga, hingga lima rakaat.
Meskipun bersifat sunnah dan bukan kewajiban seperti sholat fardhu, konsistensi dalam menjalankan Witir menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam menghidupkan malam-malam Ramadan.
Bagi yang ingin tetap melaksanakannya, niat sholat Tarawih dan Witir pun cukup sederhana.
Untuk Tarawih, niatnya adalah melakukan sholat sunnah dua rakaat karena Allah Ta'ala. Sementara untuk Witir, niatnya disesuaikan dengan jumlah rakaat yang diambil, baik itu dua rakaat yang kemudian disambung satu rakaat, atau langsung tiga rakaat sekaligus.
Kesimpulannya, meski Tarawih saja tetap sah, melengkapinya dengan Witir tentu memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi kualitas ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini.
Berita Terkait
-
35 Kata-Kata Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 2026, Penuh Doa dan Makna
-
Puasa Mulai Hari Rabu atau Kamis? Sudahi Perdebatan Rukyat dan Hisab, Ini Kata Gus Baha
-
Tata Cara Mandi Padusan Sebelum Ramadan dalam Tradisi Jawa dan Niatnya dalam Bahasa Arab
-
Berapa Bayar Zakat Fitrah Tahun Ini? Cek Nilainya Dalam Rupiah Menurut BAZNAS
-
Apakah Boleh Puasa Pakai Obat Tetes Mata? Ini 5 Rekomendasi yang Aman
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
35 Kata-Kata Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 2026, Penuh Doa dan Makna
-
Puasa Mulai Hari Rabu atau Kamis? Sudahi Perdebatan Rukyat dan Hisab, Ini Kata Gus Baha
-
Sunscreen Apa yang Cepat Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Rekomendasinya
-
3 Basic Skincare Apa Saja? Ini Kata Dokter Tompi untuk Kulit Lembap Terlindungi
-
Tata Cara Mandi Padusan Sebelum Ramadan dalam Tradisi Jawa dan Niatnya dalam Bahasa Arab
-
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
-
Skincare Pepaya Apakah Sudah BPOM? Ini 4 Rekomendasi untuk Mencerahkan Wajah
-
Berapa Bayar Zakat Fitrah Tahun Ini? Cek Nilainya Dalam Rupiah Menurut BAZNAS
-
Apakah Boleh Puasa Pakai Obat Tetes Mata? Ini 5 Rekomendasi yang Aman
-
7 Fakta Hotel Borobudur yang Menjadi Lokasi Sidang Isbat, Berapa Biayanya?