Suara.com - Menjelang Ramadan, tak sedikit umat muslim yang melaksanakan mandi wajib sebagai bentuk persiapan lahir dan batin sebelum menjalani ibadah puasa.
Bagi siapa pun yang mengalami kondisi junub, haid, atau nifas menjelang fajar Ramadan, bersuci sebelum waktu subuh tiba adalah langkah yang harus segera dilakukan.
2 Jenis Mandi sebelum Ramadan
Hal yang perlu dipahami adalah mandi sebelum Ramadan terbagi menjadi dua jenis. Mandi wajib diperuntukkan bagi mereka yang berhadas besar, sementara mandi sunnah bisa dilakukan oleh siapa saja yang ingin menyambut bulan suci dalam kondisi bersih secara lahiriah.
Secara syariat, mandi wajib harus dilakukan saat seseorang berada dalam keadaan hadas besar. Kondisi yang mengharuskan mandi wajib antara lain setelah hubungan suami istri, keluarnya air mani, selesainya masa haid, maupun setelah nifas.
Apabila seseorang mengalami salah satu kondisi tersebut pada malam hari sebelum fajar Ramadan, maka bersuci sebelum subuh tiba hukumnya sangat dianjurkan.
Hal ini diperkuat oleh sejumlah riwayat hadits yang otentik. Dari Aisyah dan Ummu Salamah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub, lalu beliau mandi dan tetap menyempurnakan puasanya.
Riwayat lain dari Ibnu Majah juga menegaskan bahwa Nabi SAW mandi besar karena bersetubuh, bukan karena mimpi basah, namun tetap melanjutkan puasanya hingga sempurna.
Dari sisi ini, mandi sebelum berpuasa sesungguhnya memiliki dua makna. Pertama, mandi wajib bagi mereka yang sedang berhadas besar.
Kedua, mandi sunnah bagi mereka yang ingin memasuki bulan Ramadan dalam kondisi tubuh yang bersih dan suci secara lahiriah, meskipun tidak dalam keadaan berhadas.
Baca Juga: Selama Ramadan, Ini Skema Jam Kerja Baru ASN DKI
Pada hakikatnya, mandi wajib sebelum puasa hanya untuk membersihkan diri dari hadas besar agar seseorang layak menjalankan ibadah seperti shalat, tawaf, dan tentunya puasa itu sendiri. Adapun mandi sunnah menjelang Ramadan lebih bersifat keutamaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan yang mulia.
Niat Mandi Keramas Puasa Ramadan yang Benar untuk Pria dan Wanita
Terdapat dua jenis niat yang perlu diketahui, disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Pertama, niat mandi sunnah menyambut Ramadan (untuk mereka yang tidak dalam keadaan berhadas besar namun ingin bersuci):
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Kedua, niat mandi wajib karena hadas besar (janabah):
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Niat dibaca sesaat sebelum air pertama kali diguyurkan ke tubuh. Pastikan niat benar-benar hadir di dalam hati, bukan sekadar dilafalkan secara lisan saja.
Rukun dan Sunnah Mandi Wajib
Mandi wajib termasuk bagian dalam thaharah yakni mengalirkan atau meratakan air ke seluruh permukaan kulit tubuh dengan niat dan tujuan menghilangkan hadas besar. Mandi wajib dilakukan dengan cara membasuh seluruh tubuh mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Masih merujuk buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa dan Dzikir, berikut rukun dan sunnah mandi wajib yang harus diketahui muslim:
Rukun Mandi Wajib
- Niat
- Menyiramkan air ke seluruh bdan dan meratakannya dari mulai rambut kepala
- Menghilangkan najis yang menempel
Sunnah Mandi Wajib
- Membaca bismillahirrahmannirrahiim sebelum mulai mandi
- Mencuci tangan sebanyak tiga kali
- Mencuci kemaluan sampai bersih
- Berwudhu seperti wudhunya orang yang hendak salat
- Diawali dengan mengalirkan air ke bagian tubuh sebelah kanan
- Menggosok seluruh badan sampai bersih dan tidak ada najis yang menempel
Tata Cara Mandi Keramas Bulan Ramadan
Mandi wajib bukan sekadar mandi biasa. Ada urutan dan cara yang perlu diperhatikan agar mandi wajib sah secara syariat. Berikut langkah-langkahnya:
- Ucapkan niat mandi wajib sebelum memasuki kamar mandi.
- Basuh tangan kanan dan kiri masing-masing sebanyak tiga kali.
- Bersihkan area kemaluan, dubur, dan bagian tubuh lain yang dianggap kotor seperti sela jari kaki, ketiak, serta pusar menggunakan tangan kiri.
- Cuci kembali kedua tangan secara menyeluruh hingga benar-benar bersih, bisa menggunakan sabun.
- Lakukan wudhu sebagaimana wudhu yang dilakukan sebelum shalat.
- Basahi rambut dari pangkal hingga ke ujungnya, pastikan air merata ke seluruh helai rambut.
- Guyur kepala sebanyak tiga kali hingga seluruh permukaan kulit kepala terkena air.
- Siram tubuh mulai dari sisi kanan sebanyak tiga kali, lalu lanjutkan ke sisi kiri juga sebanyak tiga kali.
- Perhatikan bagian lipatan kulit seperti sela ketiak, lutut, dan lipatan perut agar ikut terbasuh dengan sempurna.
- Lanjutkan mandi seperti biasa hingga seluruh tubuh benar-benar bersih.
- Sebelum keluar dari kamar mandi, ulangi wudhu sekali lagi sebagaimana hendak melaksanakan shalat.
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
Terkini
-
Bagaimana Cara Membuat Susu Kurma? Ini 5 Rekomendasi Kurma yang Enak tanpa Gula Tambahan
-
Apa Beda Tinted Sunscreen dan Skin Tint? Intip 5 Rekomendasi Produk Terbaik
-
Bolehkah Tarawih di Masjid Lalu Salat Witir di Rumah? Ini Penjelasannya
-
7 Contoh Kata-kata Undangan Buka Puasa Bersama, dari Formal hingga Santai
-
5 Rekomendasi Bahan Mukena Adem, Bantu Ibadah Lebih Fokus dan Nyaman
-
Kolaborasi Tiga Brand Besar Lokal Luncurkan Sneakers Edisi Spesial
-
Bolehkah Salat Tarawih 4 Rakaat Saja?
-
5 Takjil Murah dan Mudah Dibuat, Cocok untuk Bagi-Bagi saat Buka Puasa
-
Hukum Nonton Konten Mukbang saat Puasa, Batal atau Tidak?
-
Hadirkan Mudik Corner, Suara.com Berikan Ruang Inspiratif Temani Perjalanan Pulang