Suara.com - Sebentar lagi seluruh umat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia akan menyambut bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan, kemuliaan dan ampunan. Setiap orang berlomba-lomba melaksanakan ibadah terbaik, termasuk salat tarawih.
Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilakukan setiap malam di bulan Ramadhan, biasanya setelah salat isya’ sebelum salat witir. Maka sering disebut sebagai qiyamul lail.
Salat sunnah malam tersebut sering dilakukan rutin oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Yang dilansir dari laman NU Online.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa melakukan ibadah di bulan Ramadhan dengan beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau”. (HR Bukhari, Muslim)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa, setiap ibadah yang dilakukan dengan keimanan dan keikhlasan tinggi akan mendapatkan ampunan Allah SWT.
Salat tarawih merupakan salah bentuk ibadah yang bisa memperkuat kedekatan hamba dengan Tuhan.
Sejarah Salat Tarawih
Nabi Muhammad SAW pertama kali melaksanakan tarawih pada tahun kedua hijriyah, tepatnya tanggal 23 Ramadhan.
Baca Juga: Update Tarif Listrik Selama Ramadan dan Lebaran 2026
Saat melakukan ibadah tersebut, Rasulullah SAW tidak selalu mengerjakan di masjid, namun juga melakukannya di rumah.
Hal tersebut pernah diceritakan Sayyidah Aisyah RA, tercantum dalam hadis riwayat Bukhari.
عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي المَسْجِدِ، فَصَلَّى بِصَلاَتِهِ نَاسٌ، ثُمَّ صَلَّى مِنَ القَابِلَةِ، فَكَثُرَ النَّاسُ، ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعَةِ، فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ: «قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنَ الخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ
Artinya: “dari urwah bin zubair dari ‘Aisyah Ummil Mu’minin radliyallahu ‘anha, sesungguhnya Rasulullah pada suatu malam shalat di masjid, lalu banyak sahabat shalat mengikuti beliau. Pada hari ketiga atau keempat, jamaah sudah berkumpul tapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam justru tidak keluar menemui mereka. Pagi harinya beliau bersabda, 'Sungguh aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali bila shalat ini diwajibkan pada kalian.” Sayyidah ‘Aisyah berkata, 'Hal itu terjadi pada bulan Ramadhan’.” (HR Bukhari)
Ketika masa Nabi, istilah yang dipakai berupa qiyamul lail bukan disebut sebagai tarawih. Sedangkan kata tarawih sendiri mulai diperkenalkan pada masa khalifah Umar bin Khattab.
Dari situlah awal mula kebiasaan tarawih berjamaah dilakukan sampai sekarang. Sedangkan kata tarawih sendiri berasal dari adanya jeda istirahat (tarwihah) setiap dua kali salam saat pelaksanaannya.
Jumlah Rakaat Salat Tarawih Secara Umum
Ibadah tarawih merupakan salat sunnah yang pengerjaannya dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadhan, dengan jumlah rakaat secara umum sebanyak 8, 20 dan 36 rakaat.
Berkaitan dengan pelaksanaannya, pembagian rakaat tarawih umumnya dilakukan kelipatan 2 rakaat salam. Namun, ada juga yang menggunakan sistem 4 rakaat satu salam.
Hingga memicu munculnya pertanyaan di antara orang awam tentang bolehkah melaksanakan tarawih 4 rakaat?
Cara tersebut tetap diperbolehkan dengan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Seperti apakah itu? Simak penjelasan berikut ini.
Bolehkah Salat Tarawih 4 Rakaat?
Jika merujuk pada Nahdlatul Ulama, salat tarawih 4 rakaat tetap sah dilakukan. Sebagaimana Rasulullah SAW juga pernah mengerjakannya.
Ketentuan tersebut terdapat dalam penjelasan hadis dari Aisyah berikut ini.
Nabi bersabda:
مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه سلّم يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَ لاَ فِي غَيْرِهِ إِحْدَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثاً
Artinya: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam tidak pernah menambah bilangan pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan selain Ramadhan dari 11 rakaat. Beliau shalat empat rakaat sekali salam, maka jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya, kemudian shalat empat rakaat lagi sekali salam maka jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian shalat witir tiga rakaat.” (HR Muslim)
Rasulullah SAW juga pernah melaksanakan tarawih lebih dari 4 rakaat lalu salam, sebagaimana tercantum dalam hadis berikut ini.
كُناَّ نُعِدُّ لَهُ سِوَاكَهُ وَ طَهُوْرَهُ، فَيَـبْعَثُهُ اللهُ مَا شَاءَ أَنْ يَـبْعَثَهُ مِنَ الَّيْلِ، فَيَتَسَوَّكُ وَ يَتَوَضَأُ وَ يُصَلِى تِسْعَ رَكْعَةٍ لاَ يَـجْلِسُ فِيْهَا إِلاَّ فِي الثَّامِنَةِ فَيَذْكُرُ اللهَ وَ يَحْمَدُهُ وَ يَدْعُوْهُ، ثُمَّ يَنْهَضُ وَ لاَ يُسَلِّمُ ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّى التَّاسِعَةَ، ثُمَّ يَقْعُدُ فَيَذْكُرُ اللهَ وَ يَحْمَدُهُ وَ يَدْعُوْهُ ثُمَّ يُسَلِّمُ تَسْلِيْمًا يُسْمِعْناَ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ مَا يُسَلِمُ وَ هُوَ قَاعِدٌ
Artinya: ”Kami dahulu biasa menyiapkan siwak dan air wudhu untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atas kehendak Allah dia selalu bangun malam hari, juga tatkala dia bangun tidur langsung bersiwak kemudian berwudhu. Kemudian dia melakukan shalat malam atau tarawih 9 rakaat yang dia tidak duduk kecuali pada rakaat yang kemudian kemudian membaca pujian kepada Allah dan shalawat dan melakukan dan tidak salam, kemudian bangkit berdiri untuk rakaat yang kemudian duduk tahiyat akhir dengan membaca dzikir, kepada Allah, shalawat dan berdoa terus salam dengan suara yang didengar oleh kami. Kemudian beliau melakukan sholat lagi dua rakaat dalam keadaan duduk.” (HR. Muslim 1233 marfu', mutawatir).
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Apakah Boleh Puasa Pakai Obat Tetes Mata? Ini 5 Rekomendasi yang Aman
-
Niat Keramas Sebelum Puasa Ramadan 2026 Bahasa Arab dan Latin
-
Jadwal Awal Puasa Ramadan 2026 di Berbagai Negara, Indonesia Beda dengan Arab Saudi
-
Update Tarif Listrik Selama Ramadan dan Lebaran 2026
-
Sejarah Rukyatul Hilal: Tradisi Spiritual dan Sains dalam Menentukan Ramadan
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
5 Takjil Murah dan Mudah Dibuat, Cocok untuk Bagi-Bagi saat Buka Puasa
-
Hukum Nonton Konten Mukbang saat Puasa, Batal atau Tidak?
-
Hadirkan Mudik Corner, Suara.com Berikan Ruang Inspiratif Temani Perjalanan Pulang
-
Berbuka Bercanda, dan Suara Kebaikan Dalam #DariSuaraTurunKeHati
-
Sambut Ramadan, Yuk Tularkan Segala Kebaikannya di Communitimes #DariSuaraTurunKeHati
-
7 Sneakers untuk Jalan Kaki yang Nyaman Dipakai Harian, Harga Mulai Rp100 Ribuan
-
Suara.com Gelar Takjil Gratis on Friday, Hadirkan Suara Kebaikan & Kebersamaan di Bulan Ramadan
-
Sering Jadi Andalan, 4 Menu Sahur Ini Ternyata Bikin Perut Cepat Lapar
-
5 Pilihan Krim Wardah untuk Kulit Kusam, Wajah Jadi Cerah dan Glowing
-
Meniti Karier di Industri Ekowisata: Peluang, Tantangan, dan Masa Depannya