- Tilawah secara etimologi berarti mengikuti, fokus pada koneksi spiritual individu dan implementasi pesan Al-Qur'an.
- Tadarus berasal dari kata mengkaji, melibatkan interaksi kelompok untuk saling mengoreksi bacaan dan mendalami makna bersama.
- Keduanya adalah ibadah baik di Ramadan, tadarus memiliki nilai tambah sosial dan edukasi sebagaimana teladan Rasulullah SAW.
Suara.com - Membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadan adalah ibadah yang mendatangkan ketenangan sekaligus pahala yang berlipat ganda. Dalam keseharian, kita sering mendengar istilah "tadarus" dan "tilawah".
Keduanya sering dianggap sama, yakni aktivitas membaca Al-Qur'an. Namun, tahukah Anda bahwa secara etimologi dan esensi, keduanya memiliki makna yang berbeda cukup signifikan? Lantas, apa bedanya tadarus dan tilawah?
Memahami perbedaan ini penting agar kita bisa menjalankan ibadah dengan pemahaman yang lebih dalam (khusyuk) dan mencapai tujuan dari interaksi dengan Al-Qur'an itu sendiri.
Apa Itu Tilawah? Lebih dari Sekadar Membaca
Istilah tilawah berasal dari akar kata tala-yatlu-tilawatan. Secara harfiah, tilawah memang berarti membaca.
Namun, dalam konteks keislaman, maknanya jauh lebih dalam dari sekadar melafalkan huruf-huruf hijaiyah.
Mengutip dari laman Muhammadiyah.or.id, tilawah mengandung makna al-ittiba’ atau mengikuti.
Artinya, seseorang yang melakukan tilawah bukan hanya membaca teks secara lisan, tetapi juga berusaha mengikuti apa yang dibacanya.
Dalam tilawah, ada proses batiniah untuk memahami pesan Allah dan berkomitmen untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tilawah sering kali bersifat personal atau individu, di mana seorang hamba membangun koneksi spiritual langsung dengan Sang Pencipta melalui ayat-ayat suci.
Baca Juga: Ramadan Anti Boncos! 3 Trik Kelola Uang via Aplikasi di Awal Puasa
Apa Itu Tadarus? Belajar Secara Interaktif
Berbeda dengan tilawah, istilah tadarus berasal dari akar kata darasa-yadrusu-darsan, yang artinya mempelajari, meneliti, atau mengkaji.
Jika kita merujuk pada aktivitas yang sering dilakukan masyarakat Indonesia terutama di bulan Ramadan, tadarus biasanya dilakukan secara berkelompok.
Secara esensi, tadarus melibatkan setidaknya dua orang atau lebih. Polanya adalah satu orang membaca, sementara yang lain menyimak dan mengoreksi jika terjadi kesalahan (tashih).
Menurut penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, tadarus memiliki unsur pendidikan (pedagogis). Di sana terjadi proses saling belajar (mutual learning).
Fokus tadarus bukan hanya pada kelancaran membaca, tetapi juga pada kebenaran tajwid, makhrajul huruf, hingga upaya mendalami makna ayat secara bersama-sama.
Perbedaan Utama: Tadarus vs Tilawah
Untuk memudahkan, berikut adalah poin-poin utama yang membedakan keduanya:
Segi Jumlah Pelaku: Tilawah biasanya dilakukan secara mandiri (individu), sedangkan tadarus idealnya dilakukan secara kolektif atau berkelompok (minimal dua orang).
Segi Fokus Kegiatan: Tilawah lebih menekankan pada kontinuitas membaca dan mengikuti petunjuk Al-Quran. Tadarus lebih menekankan pada aspek studi, pengoreksian bacaan, dan pendalaman materi.
Segi Interaksi: Dalam tilawah, interaksi terjadi antara pembaca dengan Allah. Dalam tadarus, interaksi terjadi antara pembaca dengan Allah sekaligus antar-sesama pembaca (saling mengoreksi).
Mana yang Lebih Utama di Bulan Ramadan, Tadarus atau Tilawah?
Pertanyaan ini sering muncul di benak masyarakat. Manakah yang harus didahulukan?
Melansir dari sumber Muhammadiyah, sebenarnya tidak ada yang lebih utama secara mutlak, karena keduanya adalah amal saleh. Namun, tadarus memiliki nilai tambah dari sisi sosial dan edukasi.
Dengan bertadarus, seseorang terhindar dari kesalahan bacaan yang tidak disadari jika dilakukan sendirian. Selain itu, tadarus menghidupkan suasana ukhuwah (persaudaraan) dan menciptakan ekosistem belajar di dalam masjid atau keluarga.
Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan tentang tadarus. Sebagaimana dalam riwayat, setiap bulan Ramadan, Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk melakukan mudarosah (tadarus) Al-Quran.
Memahami perbedaan tadarus dan tilawah membuat kita bisa lebih bijak dalam mengatur waktu ibadah. Kita bisa meluangkan waktu untuk tilawah di saat sunyi, namun juga jangan melewatkan kesempatan untuk tadarus bersama komunitas atau keluarga untuk memperbaiki kualitas bacaan dan pemahaman kita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
Terkini
-
Mercure Jakarta Sabang Hadirkan Iftar "Lantern in The Desert", Sajikan Perpaduan Cita Rasa Maroko
-
Apakah Puasa dapat Menyebabkan Kulit Kering? 4 Moisturizer Cream dan Gel Ini Wajib Dicoba
-
Mengenal Reasuransi, Rahasia di Balik Rasa Aman Saat Punya Asuransi
-
Bacaan Niat Salat Witir 1 Rakaat dan 2 Rakaat Lengkap dengan Doa Penutupnya
-
Sensasi Berbuka Sambil Menikmati Sunset di Sundown at The Souk Arabia Mercure Tangerang BSD City
-
Ramadan Jadi Lebih Cuan, Cukup Upload Resep Bisa Dapat Hadiah dan Berbagi Takjil
-
5 Sunscreen Ukuran Jumbo Terbaik untuk Mengatasi Flek Hitam
-
30 Ide Menu Buka Puasa yang Sederhana, Bergizi, dan Lezat untuk Keluarga
-
Tidak Sahur Apakah Boleh Puasa? Ini Hukumnya
-
5 Rekomendasi Kurma yang Paling Enak, Manis Legit Tanpa Pemanis Buatan