- Reasuransi berfungsi sebagai penjaga keuangan perusahaan asuransi untuk memperkuat modal menghadapi risiko global yang meningkat.
- Di luar negeri, reasuransi berfungsi sebagai solusi modal, meringankan beban cadangan klaim perusahaan asuransi.
- Indonesia belum mengadopsi reasuransi sebagai solusi modal karena kekhawatiran akan pemanis laporan dan regulasi yang kaku.
Suara.com - Pernah dengar istilah Reasuransi? Kalau asuransi adalah pelindung kita saat risiko datang, reasuransi seringkali dijuluki sebagai "asuransinya perusahaan asuransi". Tapi, di balik istilah teknisnya yang terdengar berat, reasuransi punya peran yang sangat penting, yaitu sebagai penjaga bagi keuangan perusahaan asuransi agar tetap fit melayani kita.
Di Jakarta, isu ini lagi hangat diperbincangkan para ahli. Pasalnya, di tengah risiko dunia yang makin unpredictable—mulai dari perubahan iklim sampai ekonomi yang hobi "naik-turun"—perusahaan asuransi dipaksa punya modal yang makin tebal oleh regulator. Tujuannya satu: supaya saat kita butuh klaim, uangnya selalu siap.
Selama ini kita tahu reasuransi cuma soal berbagi risiko klaim. Tapi kalau kita melirik ke luar negeri, fungsinya sudah jauh lebih canggih. Di Uni Eropa, ada standar bernama Solvency II. Di sana, reasuransi dipakai sebagai Solusi Modal.
Analoginya begini: Bayangkan perusahaan asuransi sedang membawa tas ransel yang sangat berat (beban cadangan klaim). Reasuransi datang untuk membantu membawakan sebagian beban tersebut. Hasilnya? Tas perusahaan asuransi jadi lebih ringan, posisi keuangan terlihat lebih kuat, dan rasio kesehatannya meningkat drastis tanpa harus selalu minta modal tambahan dari pemegang saham.
Mengapa Indonesia Belum Punya Aturan Ini?
Meski kedengarannya sangat membantu, Indonesia ternyata masih belum punya aturan khusus soal pemanfaatan reasuransi sebagai solusi modal. Padahal, tidak semua pemilik perusahaan punya "dompet tebal" untuk terus-menerus suntik modal secara tunai atau melakukan akuisisi.
Dalam diskusi Indonesia Re, Insurance Industry Dialogue tahun lalu, terungkap dua alasan utama kenapa kita masih tertinggal:
- Ada kekhawatiran skema ini cuma dipakai untuk mempercantik laporan keuangan (window dressing) tanpa benar-benar memindahkan risiko aslinya.
- Aturan yang Masih Kaku: Kompleksitas teknis dan regulasi kita saat ini dinilai masih terlalu rigid untuk mengadopsi struktur reasuransi modern.
Kenapa Penting?
Mungkin kamu bertanya, "Apa hubungannya sama saya?" Jawabannya sederhana: Kepastian. Jika perusahaan asuransi punya banyak opsi untuk memperkuat modalnya (termasuk lewat reasuransi), industri akan jadi lebih stabil. Kita sebagai nasabah pun jadi merasa lebih aman karena tahu perusahaan tempat kita bernaung punya sistem backup modal yang cerdas dan diakui hukum.
Baca Juga: 3 Jenis Kecelakaan yang Ditanggung Jasa Raharja, Apakah Tabrakan Tunggal Termasuk?
Pada akhirnya, reasuransi bukan sekadar soal angka di atas kertas, tapi soal bagaimana industri asuransi bisa terus menemani gaya hidup kita dengan lebih tenang dan terpercaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
Terkini
-
Bacaan Niat Salat Witir 1 Rakaat dan 2 Rakaat Lengkap dengan Doa Penutupnya
-
Sensasi Berbuka Sambil Menikmati Sunset di Sundown at The Souk Arabia Mercure Tangerang BSD City
-
Ramadan Jadi Lebih Cuan, Cukup Upload Resep Bisa Dapat Hadiah dan Berbagi Takjil
-
Perbedaan Tadarus dan Tilawah Al-Qur'an, Mana yang Perlu Diutamakan di Bulan Ramadan?
-
5 Sunscreen Ukuran Jumbo Terbaik untuk Mengatasi Flek Hitam
-
30 Ide Menu Buka Puasa yang Sederhana, Bergizi, dan Lezat untuk Keluarga
-
Tidak Sahur Apakah Boleh Puasa? Ini Hukumnya
-
5 Rekomendasi Kurma yang Paling Enak, Manis Legit Tanpa Pemanis Buatan
-
5 Body Lotion Ukuran Gentong yang Hidden Gem untuk Mencerahkan Kulit
-
Apakah Mimpi Basah saat Puasa Batal? Ini Hukumnya dalam Islam