- Tadarus menjadi ibadah yang kerap dilakukan umat muslim saat berpuasa.
- Tadarus sendiri sangat istimewa di Bulan Ramadan.
- Namun apakah tadarus wajib hukumnyaa?
Suara.com - Bulan Ramadan selalu identik dengan pemandangan umat Muslim yang berkumpul di masjid atau musala setelah salat Tarawih untuk membaca Al-Qur'an bersama. Aktivitas ini akrab kita sebut dengan istilah Tadarus.
Namun mungkin ada yang bertanya- tanya, apakah tadarus wajib hukumnya di bulan Ramadan? Apakah seseorang berdosa jika melewatkan malam-malam Ramadan tanpa bertadarus?
Untuk menjawab keraguan tersebut, mari kita bedah hukum tadarus Al-Qu'ran berdasarkan penjelasan para ulama yang dirangkum dari laman Muslim.or.id.
Hukum Asal Tadarus: Wajib atau Sunnah?
Secara hukum fikih, membaca Al-Qur'an, baik secara sendirian (tilawah) maupun bersama-sama (tadarus), pada dasarnya adalah ibadah yang bersifat Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan merupakan sebuah kewajiban (Wajib).
Artinya, jika seorang Muslim tidak melakukan tadarus di bulan Ramadan, ia tidak mendapatkan dosa. Namun, ia akan kehilangan kesempatan emas untuk meraih pahala yang berlipat ganda.
Seperti yang diketahui, Ramadan adalah bulan di mana setiap amal kebaikan dibalas dengan ganjaran yang jauh lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya.
Mengutip penjelasan dari Muslim.or.id, tidak ada dalil yang mewajibkan setiap individu untuk mengkhatamkan Al-Qur'an atau melakukan tadarus secara berjamaah sebagai syarat sahnya puasa. Namun, meninggalkan tadarus begitu saja di bulan Ramadan dianggap sebagai kerugian besar bagi seorang mukmin.
Meneladani Tradisi Rasulullah dan Malaikat Jibril
Anjuran kuat untuk bertadarus di bulan Ramadan bukan tanpa alasan. Hal ini bersumber langsung dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan:
"Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah SAW pada setiap malam di bulan Ramadan, kemudian ia melakukan mudarasah (tadarus) Al-Qur'an bersamanya." (HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308).
Baca Juga: Terpopuler: Hukum Minum Obat Penunda Haid agar Bisa Puasa, Asal-usul Istilah Mudik
Istilah mudarasah dalam hadis di atas merujuk pada aktivitas di mana salah satu pihak membaca dan pihak lainnya menyimak, atau keduanya saling mempelajari.
Inilah akar dari tradisi tadarus yang kita kenal sekarang. Jika Nabi yang sudah dijamin surga saja masih rutin bertadarus setiap malam bersama Jibril, tentu kita sebagai umatnya jauh lebih membutuhkan amalan tersebut.
Mengapa Tadarus Sangat Istimewa di Bulan Ramadan?
Ramadan disebut sebagai Syahrul Quran atau Bulannya Al-Qur'an. Hal ini dikarenakan Al-Qur'an pertama kali diturunkan pada bulan ini. Oleh karena itu, tadarus memiliki kedudukan istimewa karena:
- Melipatgandakan Pahala: Setiap huruf yang dibaca dalam Al-Qur'an dihitung sebagai satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh. Di bulan Ramadan, nilai ini tentu lebih fantastis.
- Memperbaiki Kualitas Bacaan: Dalam tadarus kelompok, ada proses menyimak dan mengoreksi (tashih). Ini adalah cara terbaik bagi kita yang belum fasih untuk memperbaiki tajwid dan makhrajul huruf.
- Memperoleh Syafaat: Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat (pembelaan) bagi seorang hamba di hari kiamat kelak.
- Menghidupkan Malam Ramadan: Tadarus adalah sarana terbaik agar malam-malam kita tidak habis untuk sekadar tidur atau bermain gadget, melainkan diisi dengan dzikir dan interaksi dengan firman Allah.
Salah Kaprah dalam Tadarus: Bukan Sekadar Kecepatan
Satu hal penting yang sering diingatkan oleh para ulama adalah mengenai esensi tadarus itu sendiri. Banyak orang yang terjebak dalam "perlombaan" untuk cepat-cepat khatam, sehingga membaca Al-Qur'an dengan sangat cepat tanpa memperhatikan tajwid dan maknanya.
Tadarus yang berkualitas adalah yang dilakukan dengan tartil (perlahan dan benar). Tujuan utama tadarus adalah agar ayat-ayat tersebut meresap ke dalam hati, dipahami maknanya, dan diamalkan dalam kehidupan.
Jadi, apakah tadarus wajib di bulan Ramadan? Jawabannya adalah tidak wajib, namun sangat dianjurkan (Sunnah).
Tadarus adalah kesempatan untuk "mengisi ulang" iman dan membersihkan hati. Meskipun Anda sibuk dengan pekerjaan, usahakanlah untuk tetap menyisihkan waktu, meski hanya 15-30 menit setiap malam untuk membaca Al-Qur'an.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?
-
Bamus Betawi soal Demo Warga Pati ke Jakarta: Jangan Datang Banyak-banyak
-
Industri Aftermarket Roda Dua Indonesia Kembali Menggeliat Lewat IMHAX 2026
-
KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor
-
Panduan Pilih Warna Cat Ruang Tamu Pembawa Hoki Sesuai Arah Mata Angin
-
Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik
-
Komentar Dedi Mulyadi kepada Maba Unpad Bikin Publik Emosi: Pertanyaan Terbodoh
-
Local Media Community Pekanbaru Bahas Tantangan Media di Era Digital
-
Dari Data hingga Terapi, Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Percepat Penemuan Obat
-
Belanja Murah Pakai QRIS BRImo, Bisa Dipakai saat Weekdays