Suara.com - Kurma dikenal sebagai salah satu buah tertua di dunia yang telah lama dibudidayakan, terutama di kawasan Timur Tengah.
Rasanya yang manis alami dengan tekstur lembut membuat buah ini digemari banyak orang, baik sebagai camilan sehat maupun hidangan penutup. Namun, di balik cita rasanya yang legit, muncul pertanyaan penting, apakah kurma aman untuk penderita diabetes?
Pertanyaan ini wajar muncul mengingat kurma memiliki rasa manis yang cukup kuat. Untuk memahami jawabannya, mari kita bahas lebih dalam dari sisi kandungan gizi hingga hasil penelitian ilmiah.
Kurma tersedia dalam berbagai jenis, seperti kurma sukari, ajwa, medjool, hingga kurma kering. Meski berbeda ukuran, warna, dan tingkat kelembutan, kandungan nutrisinya relatif serupa. Dalam empat buah kurma, terkandung sekitar 300 kalori. Selain itu, kurma juga mengandung protein, karbohidrat, dan serat yang cukup tinggi.
Tak hanya itu, buah ini juga kaya vitamin dan mineral seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin K, asam folat, zat besi, seng, dan mangan. Kandungan antioksidannya pun beragam, termasuk lutein dan flavonoid yang berperan penting dalam melawan radikal bebas di dalam tubuh.
Dengan komposisi gizi tersebut, kurma bukan sekadar buah manis biasa. Ia termasuk sumber energi alami yang cukup padat nutrisi.
Salah satu manfaat utama kurma adalah kemampuannya meningkatkan energi secara cepat. Hal ini disebabkan oleh kandungan fruktosa alami yang mudah diserap tubuh. Tak heran jika kurma kerap dikonsumsi saat berbuka puasa atau setelah berolahraga, ketika tubuh membutuhkan asupan energi instan.
Karbohidrat kompleks dan serat di dalamnya juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Artinya, meski manis, kurma tidak selalu menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba seperti makanan manis olahan.
Kandungan serat yang tinggi dalam kurma memberikan manfaat tambahan bagi sistem pencernaan. Serat membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kurma berperan dalam menjaga keseimbangan bakteri baik (probiotik) di dalam usus. Kesehatan saluran cerna yang terjaga tentu berdampak positif pada metabolisme tubuh secara keseluruhan, termasuk dalam pengelolaan kadar gula darah.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kurma yang Paling Enak, Manis Legit Tanpa Pemanis Buatan
Kandungan Gula Kurma dan Kekhawatiran Penderita Diabetes
Meski kaya manfaat, sekitar 80 persen berat kurma terdiri dari gula sederhana, terutama fruktosa dan glukosa. Angka ini tergolong tinggi dibandingkan banyak buah lainnya. Fakta inilah yang sering membuat penderita diabetes ragu untuk mengkonsumsinya.
Namun, rasa manis dan kandungan gula tinggi tidak selalu berarti berbahaya bagi penderita diabetes. Faktor penting yang perlu diperhatikan adalah indeks glikemik (IG), yaitu ukuran seberapa cepat suatu makanan meningkatkan kadar gula darah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurma memiliki indeks glikemik yang relatif rendah. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada 2011 di Nutrition Journal, lima jenis kurma yang diteliti memiliki indeks glikemik di kisaran 43–53. Angka ini termasuk kategori rendah karena berada di bawah 55.
Artinya, meskipun kurma mengandung gula alami dalam jumlah tinggi, konsumsinya tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan, termasuk pada penderita diabetes.
Penelitian lain pada tahun 2009 yang dilakukan oleh peneliti di Israel juga memberikan hasil menarik. Dalam studi tersebut, sekelompok individu sehat mengonsumsi 100 gram kurma setiap hari selama empat minggu. Hasilnya, berat badan dan kadar gula darah tetap stabil. Bahkan, terjadi perbaikan kadar trigliserida serta peningkatan kadar antioksidan dalam darah.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Kurma yang Paling Enak, Manis Legit Tanpa Pemanis Buatan
-
Bagaimana Cara Membuat Susu Kurma? Ini 5 Rekomendasi Kurma yang Enak tanpa Gula Tambahan
-
5 Tips Puasa Aman bagi Penderita Diabetes, Gula Darah Tetap Stabil
-
7 Rekomendasi Kurma Enak Menurut Dokter Tirta dan Orang-Orang
-
5 Pilihan Merek Kurma Tanpa Gula Tambahan: Manis Alami dan Lebih Sehat
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
4 Sepatu Skechers yang Nyaman untuk Berdiri di KRL, Kaki Bebas Pegal-pegal
-
Sepatu Hoka Terbaru Seri Apa? Ini 5 Pilihan untuk Lari dan Lifestyle Lengkap Harganya
-
4 Shio akan Alami Perubahan Hidup Mulai Hari Ini 21 Mei 2026, Karir Sukses Hingga Ketenangan Emosi
-
Feng Shui Dompet Warna Hitam, Apakah Bisa Mendatangkan Rezeki dan Hoki?
-
5 Sepeda Lipat Terbaik Harga Rp1 Jutaan, Praktis Buat Gowes dan Awet
-
5 Sunscreen untuk Lindungi Kulit dari Radiasi Layar Gadget, Dilengkapi Blue Light Protection
-
Apa Hukumnya Kurban tapi Belum Akikah? Simak Penjelasannya agar Tak Keliru
-
Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Apakah Libur Nasional?
-
Lewat Festival Storytelling, Cerita Rakyat Kembali Digaungkan untuk Generasi Muda
-
Feng Shui Pintu Depan Rumah, Ini 7 Tips Menatanya agar Menarik Rezeki