Suara.com - Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari rutinitas harian yang sulit ditinggalkan. Aroma dan rasa pahitnya sering dianggap mampu mengembalikan energi dan memperbaiki suasana hati.
Namun saat bulan Ramadan tiba, muncul satu pertanyaan yang cukup sering diperdebatkan: bolehkah minum kopi saat buka puasa? Apakah aman untuk tubuh yang seharian menahan lapar dan haus, atau justru berisiko bagi kesehatan pencernaan?
Secara umum, minum kopi saat buka puasa tidak dilarang, tetapi ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar kebiasaan ini tidak berdampak buruk bagi tubuh.
Setelah berpuasa sekitar 12–14 jam, tubuh berada dalam kondisi perut kosong, kadar gula darah relatif rendah, dan sistem pencernaan belum sepenuhnya "aktif".
Saat waktu berbuka tiba, tubuh sebenarnya membutuhkan asupan cairan dan nutrisi yang mudah dicerna untuk mengembalikan energi secara bertahap. Inilah alasan mengapa banyak ahli menyarankan berbuka dengan air putih dan makanan manis alami seperti kurma.
Kopi, di sisi lain, mengandung kafein yang bersifat stimulan. Zat ini dapat merangsang produksi asam lambung dan meningkatkan kerja sistem saraf.
Jika dikonsumsi saat perut benar-benar kosong, kopi berpotensi menimbulkan rasa perih, kembung, atau tidak nyaman di lambung, terutama bagi orang yang memiliki riwayat maag atau asam lambung.
Dampak Minum Kopi saat Buka Puasa
Minum kopi saat buka puasa sebenarnya bisa memberikan efek positif dan negatif, tergantung kondisi tubuh dan cara konsumsinya. Dari sisi positif, kafein dapat membantu mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan fokus, terutama bagi mereka yang masih harus beraktivitas atau bekerja di malam hari. Kopi juga mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Namun, efek negatifnya juga tidak bisa diabaikan. Kopi bersifat diuretik ringan, yang dapat memicu tubuh lebih sering buang air kecil.
Baca Juga: Hari Pertama Ramadan, Masjid Istiqlal Siapkan 3.500 Nasi Box untuk Buka Puasa Bersama
Jika dikonsumsi terlalu cepat saat berbuka, ini bisa mempercepat hilangnya cairan tubuh yang sebenarnya baru saja dipulihkan setelah puasa seharian.
Selain itu, kopi juga dapat memicu lonjakan asam lambung yang menyebabkan rasa tidak nyaman, mual, atau heartburn.
Alih-alih langsung minum kopi saat adzan Magrib, banyak ahli gizi menyarankan untuk memberi jeda waktu setelah berbuka.
Mengonsumsi air putih, makanan ringan, atau makanan utama terlebih dahulu akan membantu melapisi lambung dan menstabilkan kondisi tubuh. Setelah perut terisi dan pencernaan mulai bekerja dengan normal, barulah kopi bisa dikonsumsi dengan risiko yang lebih kecil.
Waktu yang relatif aman untuk minum kopi biasanya setelah makan malam atau setelah salat Tarawih. Pada saat ini, tubuh sudah mendapatkan asupan nutrisi dan cairan yang cukup, sehingga efek samping kopi terhadap lambung bisa diminimalkan.
Tips Aman Minum Kopi saat Ramadan
Agar tetap bisa menikmati kopi tanpa mengganggu kesehatan selama puasa, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Pilih kopi dengan kadar asam yang lebih rendah, hindari menambahkan terlalu banyak gula atau krimer, dan batasi jumlahnya agar tidak berlebihan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Mantan Dirdik Jampidsus Sebut Penetapan Tersangka hingga Penahanan Febrie Tak Lazim
-
Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus
-
Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif
-
Review Serial Reacher Season 2: Drama Kriminal Penuh Adrenalin dan Taktik!
-
Analis Beri Kisi-kisi Saham yang Melonjak Setelah Batas Harga Minimum Rp1
-
Maba Wajib Tahu! 5 Tata Krama Biar Nggak Kena Culture Shock di Jogja
-
Produksi Bawang Putih RI Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan Tembus 600 Ribu Ton
-
DPR Dukung Aturan Baru MA: Putusan Bebas Tidak Boleh Kasasi Lagi
-
Bukan Cuma WNA, Menkum Tegaskan Diaspora Prioritas di Aturan Kewarganegaraan Ganda Terbatas
-
BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM