- Niat puasa Ramadan wajib dilakukan pada malam hari sebelum fajar tiba.
- Jika lupa niat, umat Islam wajib tetap menahan diri atau imsak.
- Solusi darurat adalah berniat di pagi hari mengikuti Mazhab Abu Hanifah.
Suara.com - Saat menjalankan ibadah puasa, banyak orang sering kali lupa membaca niat puasa yang menjadi salah satu kewajiban di bulan Ramadan 2026.
Namun, Anda tak perlu khawatir ketika lupa membaca niat puasa sampai matahari terbit.
Melansir dari NU Online Lampung, ada hukum yang bisa menyelamatkan situasi Anda ketika lupa berniat hingga lewat waktu Subuh.
Berikut penjelasan lengkap dan langkah darurat yang harus Anda lakukan.
Hukum Lupa Niat Puasa
Menurut mayoritas ulama, khususnya Mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia, niat puasa wajib dilakukan pada malam hari (tabyit), yakni sejak terbenam matahari hingga sebelum fajar.
Karena, berdasarkan hadis Rasulullah SAW: “Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan An-Nasa'i).
Artinya, jika murni mengacu pada pendapat ini, puasa Anda dianggap tidak sah.
Namun, ulama memberikan jalan keluar agar kita tetap menghormati bulan Ramadhan.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Tapi Tidak Tarawih? Simak Penjelasan Fiqih untuk Pekerja Sibuk
Jika Anda benar-benar lupa mengucakan niat puasa, jangan langsung menyimpulkan puasa hari itu tidak akan sah.
Alih-alih langsung memutuskan membatalkan puasa, lebih baik Anda melakukan langkah-langkah berikut ini.
1. Wajib Imsak atau Menahan Diri
Meskipun puasanya dianggap tidak sah secaraloklo rukun, Anda tetap wajib menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari Subuh hingga Maghrib.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk ihtiram atau penghormatan terhadap kemuliaan waktu Ramadan.
2. Segera Baca Niat Puasa di Pagi Hari
Berita Terkait
-
Bakwan hingga Samosa, Gorengan Sayur Wajib untuk Buka Puasa
-
Garap Potensi Ekonomi Ramadan dengan Memperluas Akses Ekonomi Syariah
-
Ramadan Gen Z di Era Medsos: Antara Ibadah dan Pencitraan
-
Ramadan Gen Z di Era Medsos: Antara Ibadah dan Pencitraan
-
Apakah Tadarus Harus Bulan Ramadan? Begini Ketentuan dan Anjurannya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan