- Decluttering lemari saat Ramadan menjadi praktik refleksi gaya hidup untuk menyambut bulan suci lebih bermakna.
- Aktivitas menyortir pakaian memberikan efek menenangkan psikologis sekaligus mengurangi potensi limbah tekstil lingkungan.
- Blibli memfasilitasi donasi pakaian layak pakai melalui program One Step Further untuk penerima di Bantar Gebang.
Suara.com - Menjelang Ramadan, banyak orang mulai melakukan 'ritual' kecil di rumah: merapikan kamar, membersihkan sudut-sudut rumah, hingga membongkar isi lemari. Bukan sekadar beres-beres, decluttering lemari kini makin dimaknai sebagai bagian dari persiapan batin menyambut bulan suci yang lebih tenang, mindful, dan penuh makna.
Menariknya, tren decluttering saat Ramadan bukan lagi cuma soal membuat lemari terlihat rapi atau memberi ruang untuk baju baru Lebaran. Banyak orang mulai melihatnya sebagai momen refleksi gaya hidup—memilah mana yang benar-benar dibutuhkan, mana yang masih layak pakai, dan mana yang sebenarnya bisa lebih bermanfaat jika dibagikan kepada orang lain.
Secara psikologis, merapikan ruang pribadi seperti lemari pakaian juga bisa memberi efek menenangkan. Ketika visual di sekitar lebih tertata, pikiran pun terasa lebih ringan. Apalagi di bulan Ramadan yang identik dengan self-improvement, aktivitas sederhana seperti menyortir pakaian bisa menjadi langkah kecil menuju hidup yang lebih sadar dan terarah.
Dari sisi keberlanjutan, decluttering juga punya dampak yang lebih luas. Industri fashion dikenal sebagai salah satu penyumbang limbah tekstil terbesar. Dengan mendonasikan pakaian layak pakai, siklus hidup pakaian bisa diperpanjang sekaligus mengurangi potensi sampah. Konsep ini yang kini semakin relevan di kalangan masyarakat urban yang mulai mengadopsi gaya hidup mindful consumption.
Melihat perubahan kebiasaan ini, berbagai inisiatif sosial pun hadir untuk memfasilitasi donasi pakaian secara lebih mudah dan terkurasi. Salah satunya melalui program One Step Further dari Blibli dalam momentum Ramadan dan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026. Program ini mengajak pelanggan memberikan 'napas baru' pada pakaian layak guna agar tetap memiliki nilai sosial dan lingkungan.
Lewat program tersebut, pakaian donasi akan disalurkan kepada anak-anak dan keluarga binaan Yayasan Alam Tunas Mulia di kawasan Bantar Gebang. Kehadiran pakaian layak pakai bukan hanya membantu kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan menghadirkan kebahagiaan baru bagi para penerima, khususnya dalam menyambut Ramadan dan Hari Raya.
VP Bliblimart & Moeslim Fashion Blibli, Rizky Widyastuti, menyebut Ramadan sebagai momentum refleksi yang kuat, termasuk dalam cara masyarakat mengonsumsi dan berbagi. Melalui One Step Further, pelanggan diajak berbuat baik dengan cara yang sederhana, relevan, dan berdampak—baik untuk sesama maupun untuk bumi.
Secara praktis, proses decluttering juga bisa dimulai dengan langkah mudah. Mulai dari memisahkan pakaian yang sudah tidak dipakai selama satu tahun, memastikan kondisinya masih layak pakai, lalu mengelompokkan berdasarkan jenis seperti kemeja, blus, rok panjang, atau celana panjang. Pakaian yang masih bagus bisa langsung didonasikan, sementara yang sudah rusak bisa dialihkan ke jalur daur ulang tekstil.
Lebih dari sekadar tren, decluttering lemari saat Ramadan kini menjadi simbol gaya hidup yang lebih sadar: membeli dengan bijak, menggunakan dengan maksimal, dan berbagi dengan tulus. Karena pada akhirnya, menyambut Ramadan bukan hanya tentang hal-hal baru, tapi juga tentang memberi makna baru pada apa yang sudah kita miliki.
Baca Juga: 6 Remaja Disergap Saat Mau Tawuran, Polisi Sita Senjata Tajam!
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari
-
Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut
-
Moisturizer Citra Pearly Glow UV Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Pengguna
-
3 Review Facial Wash Non SLS Wardah, Tidak Bikin Wajah Ketarik setelah Cuci Muka
-
5 Cara Sederhana Redakan Stres Kerja agar Tidak Burnout, Mudah Dilakukan!
-
Belum Punya Riwayat Kredit? Kini Peluang Dapat Pembiayaan Bisa Lebih Besar Berkat Data Digital
-
Limbah Jahe Selama Ini Banyak Terbuang, Bagaimana Peneliti BRINDiubah Menjadi Sumber Energi Bersih?
-
6 Tips Feng Shui untuk Menjual Rumah, Cepat Laku dengan Harga Tinggi
-
Awas Tertipu, Begini Cara Membedakan Sunscreen Facetology Asli dan Palsu
-
Bukan Cuma Estetik, Begini Cara Memilih Lantai Rumah yang Awet, Aman, dan Minim Perawatan