Adapun dalam menjual produk mereka, Sustaination punya beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebagai berikut.
- Bebas plastik atau minim kemasan.
- Dapat digunakan berulang kali (reusable).
- Terbuat dari bahan alami yang mudah terurai (biodegradable).
- Diproduksi secara etis oleh produsen lokal.
BisnisBaikClub
Jika Sustaination lebih fokus pada konsumen (individu), bisnis Tyas yang satu ini lebih fokus pada para pemilik usaha (produsen) yang ingin menjalankan bisnisnya dengan prinsip etis dan ramah lingkungan.
Melalui tagar #JagoJualan yang dicanangkan Tyas, BisnisBaikClub menjadi wadah bagi para pengusaha UMKM untuk belajar cara membangun bisnis yang tidak hanya mencari keuntungan (profit), tetapi juga memberikan dampak positif bagi manusia (people) dan planet bumi (planet).
Para pelaku bisnis dapat saling bertemu, bertukar ide, dan berkolaborasi. Tujuannya adalah memperkuat pasar produk-produk lokal yang memiliki nilai kebaikan agar mampu bersaing dengan produk konvensional melalui BisnisBaikClub.
Mereka menyediakan berbagai materi edukasi mengenai cara mengelola bisnis secara bertanggung jawab, dalam berbagai aspek seperti cara mendapatkan bahan baku yang etis hingga strategi pemasaran yang jujur dan minim sampah.
Cerita Kompos
Cerita Kompos sejatinya adalah 'anak perusahaan' dari Sustaination.
Bisnis Tyas yang satu ini menjadi perpanjangan tangan Sustaination untuk memproduksi dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memproduksi kompos secara mandiri untuk bermanfaat bagi ekosistem sekaligus ekonomi.
Ada beberapa program andalan Cerita Kompos dalam memproduksi pupuk organik, seperti metode Takakura, komposter aerob, dan pembuatan biopori.
Bisnis Tyas yang tak kalah berpengaruh ini juga menyediakan atau merekomendasikan alat-alat pendukung seperti wadah komposter, aktivator (EM4 atau sejenisnya), hingga sekam sebagai pengganti unsur karbon.
Baca Juga: Ramai Disorot Publik, Tasya Kamila Unggah Laporan Kontribusi sebagai Awardee LPDP
Cerita Kompos menekankan pentingnya memilah sampah sejak dari dapur.
Sebab berkat program mengolah sampah organik di rumah, seseorang secara otomatis telah mengurangi beban sampah yang harus diangkut ke TPA hingga lebih dari 50 persen.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
6 Ide Menu Olahan Daging Kambing dan Sapi Kurban Selain Sate
-
Idul Adha Tahun 2026 Berapa Hijriah? Ini Makna dan Tradisinya
-
Viral Reizuka Ari Minum Suplemen 'Segambreng' Sekaligus, Apoteker Wanti-wanti Bahayanya
-
Apakah Tanggal 1 Juni 2026 Libur? Ini Penjelasan Hari Lahir Pancasila dan Sejarahnya
-
25 Ucapan Idul Adha 2026 untuk Update Story WA yang Berkesan, Singkat tapi Bermakna
-
Tren Dapur Modern Meningkat, Konsumen Kini Lebih Selektif Sebelum Membeli Peralatan Rumah Tangga
-
Tata Cara Sholat Idul Adha 2026 menurut NU dan Muhammadiyah
-
35 Twibbon Idul Adha 2026 Gratis dan Aesthetic, Cocok untuk WhatsApp hingga Instagram
-
Resep Bolu Ketan Gluten Free, Imbas Lagu Viral 'MBG Mas Bahlil Ganteng'
-
Segini Besaran Gaji Ke-13 ASN 2026, Kapan Jadwal Cairnya?