- Mark, badut utama Cirque du Soleil Kooza, semula bercita-cita menjadi pembuat film sebelum ke dunia sirkus.
- Peran Mark adalah mencairkan suasana tegang akrobat ekstrem, menjadi jembatan emosi antara panggung dan penonton.
- Kooza beradaptasi dengan budaya lokal karena naskah fleksibel, disesuaikan dengan reaksi penonton di setiap negara.
Dan untuk keluarga yang datang bersama anak-anak, peran ini terasa sangat penting. Kooza jadi bukan sekadar pertunjukan akrobat spektakuler, tapi juga pengalaman hiburan yang ramah semua usia.
Komedi yang Berisiko: Lebih Menegangkan dari Stunt
Menariknya, Mark justru tidak melakukan stunt berbahaya seperti para akrobat lain.
Namun menurutnya, menjadi badut punya risiko yang tak kalah besar. Bukan risiko jatuh dari ketinggian, melainkan… tidak membuat penonton tertawa.
“Kalau kami tampil dan tidak ada yang tertawa, itu lebih buruk dari kematian,” ujarnya setengah bercanda, setengah serius.
Di situlah seni clowning terasa sangat manusiawi. Mereka mempertaruhkan hati, spontanitas, dan koneksi langsung dengan penonton di setiap pertunjukan yang selalu terasa “baru”, meski sudah dimainkan ratusan kali di berbagai negara.
Pertunjukan yang Selalu Berubah di Setiap Negara
Salah satu hal unik dari Kooza adalah kemampuannya beradaptasi dengan budaya lokal, dan Mark ikut terlibat dalam proses kreatif itu sejak awal.
Sekitar 18 tahun lalu, ia menjadi bagian dari tim clown yang membantu sutradara legendaris David Shiner menyusun naskah pertunjukan. Karena ditulis oleh para clown, skrip Kooza punya karakter khas: lucu, berbahaya, dan sangat fleksibel.
Baca Juga: Sirkus Kelas Dunia Hadir di Singapura, Ajak Keluarga Indonesia Liburan Penuh Keajaiban
Dialog, interaksi, bahkan gaya humor bisa disesuaikan dengan negara tempat mereka tampil—mulai dari Korea hingga berbagai kota dunia.
Mark menggambarkan pendekatannya sederhana tapi dalam: ia memperlakukan pertunjukan seperti sedang datang ke sebuah pesta.
Ia “mendengarkan” reaksi penonton, merasakan energi ruangan, lalu menyesuaikan komedinya agar terasa relevan dan dekat.
Itulah sebabnya setiap show Kooza terasa segar, meski konsep ceritanya sama.
Ritual Rahasia Sebelum Naik Panggung
Di balik kelucuan yang terlihat spontan, ada persiapan emosional yang serius.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
5 Mesin Cuci Front Loading Langsung Kering Tanpa Jemur, Baju Bisa Langsung Dipakai
-
5 Zodiak Paling Hoki Soal Keuangan dan Karier pada 13 April 2026
-
5 AC Portable Mini Watt Kecil untuk di Kamar: Angin Semriwing, Anti Ribet Pemasangan
-
7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal
-
Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas
-
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir
-
Kemenekraf Dukung IDD Pavilion Tembus Dunia, Target Ubah Citra Indonesia Jadi Pusat Desain Global
-
Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas
-
5 Serum Anti Aging Ampuh untuk Hilangkan Kerutan Wajah
-
5 Bedak Glad2Glow untuk Kulit Sawo Matang yang Tahan Lama