- Penderita asam lambung perlu hati-hati saat berbuka puasa.
- Hindari makanan pedas, asam, bersantan kental, dan berminyak.
- Pilih hidangan alkali, rendah lemak, dan mudah dicerna agar lambung tetap nyaman.
Suara.com - Menjalankan ibadah puasa Ramadan bagi penderita asam lambung atau GERD memerlukan perhatian ekstra.
Pasalnya, perut yang kosong selama belasan jam dapat memicu peningkatan asam lambung, dan kesalahan dalam memilih hidangan saat berbuka bisa menimbulkan keluhan, mulai dari rasa perih di ulu hati hingga sensasi terbakar di dada.
Untuk mencegah masalah tersebut dan sekaligus menjaga lambung tetap nyaman saat berbuka, sebaiknya hindari makanan yang memicu produksi asam berlebih, seperti hidangan pedas, asam, bersantan kental, atau terlalu berminyak.
Sebagai gantinya, pilihlah hidangan yang bersifat alkali, rendah lemak, dan mudah dicerna.
Nah, berikut 10 menu buka puasa yang baik untuk penderita asam lambung agar ibadah tetap lancar tanpa gangguan kesehatan.
1. Kurma dan Air Hangat
Memulai berbuka dengan kurma adalah langkah paling tepat. Selain mengikuti sunah, kurma mengandung serat tinggi yang baik untuk pencernaan dan gula alami yang cepat mengembalikan energi tanpa membebani kerja lambung.
Pastikan mendampinginya dengan air hangat, bukan air es, karena suhu yang ekstrem dapat mengejutkan otot lambung yang sedang beristirahat.
2. Bubur Ayam Kuah Bening
Baca Juga: Berapa THR untuk Karyawan Kontrak dan Kapan Cairnya?
Tekstur makanan yang lembut sangat disarankan agar lambung tidak perlu bekerja keras untuk mengolahnya.
Bubur ayam dengan kuah bening yang kaya rempah seperti jahe dan kunyit sangat baik untuk menenangkan dinding lambung.
Hindari penambahan sambal, cuka, atau kerupuk yang digoreng dengan minyak berlebih agar tidak memicu refluks.
3. Pisang dan Pepaya
Kedua buah ini adalah "sahabat" bagi penderita asam lambung. Pisang memiliki sifat alkali yang dapat membantu menetralkan asam lambung, sementara pepaya mengandung enzim papain yang memperlancar proses pemecahan protein.
Mengonsumsi buah ini di awal berbuka akan memberikan lapisan pelindung pada kerongkongan.
4. Sup Sayur Labu Siam dan Wortel
Labu siam dikenal memiliki efek mendinginkan dan mengandung kadar air tinggi yang baik untuk hidrasi.
Mengolahnya menjadi sup bening bersama wortel dan sedikit potongan kentang akan menjadi hidangan yang sangat ringan namun mengenyangkan.
Pastikan bumbu yang digunakan tidak terlalu tajam, cukup bawang putih dan sedikit garam.
5. Kentang Tumbuk (Mashed Potato)
Kentang adalah sumber karbohidrat kompleks yang bersifat basa. Mengolahnya menjadi mashed potato yang lembut tanpa campuran susu tinggi lemak atau keju berlebih bisa menjadi alternatif pengganti nasi.
Kentang membantu menyerap kelebihan asam di dalam perut, sehingga meminimalisir rasa perih setelah makan.
6. Ikan Tim atau Pepes Ikan
Protein tetap dibutuhkan untuk menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan. Ikan adalah pilihan protein rendah lemak yang jauh lebih aman dibandingkan daging merah.
Mengolah ikan dengan cara dimasak tim atau dipepes menggunakan bumbu kuning (kunyit) akan memberikan rasa yang enak sekaligus manfaat anti-inflamasi bagi lambung.
7. Oatmeal dengan Potongan Buah Manis
Oatmeal tidak hanya cocok untuk sahur, tetapi juga sangat baik untuk berbuka. Serat larut dalam gandum dapat menyerap asam lambung dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Tambahkan potongan buah manis seperti apel yang sudah dikupas kulitnya atau melon untuk menambah kesegaran.
8. Putih Telur Rebus
Bagi yang membutuhkan asupan protein instan, putih telur rebus adalah solusinya. Mengapa hanya putih telur? Karena kuning telur mengandung lemak tinggi yang dapat melemaskan katup kerongkongan bawah (LES), sehingga asam lambung mudah naik. Putih telur murni sangat aman dan ringan bagi sistem pencernaan.
9. Sayur Bening Bayam
Bayam mengandung serat yang mudah lunak saat dimasak, sehingga tidak akan melukai dinding lambung.
Sayur bening bayam yang dimasak dengan jagung manis memberikan hidrasi sekaligus mineral penting bagi tubuh.
Pastikan untuk mengonsumsi bayam yang baru dimasak dan tidak memanaskannya berulang kali.
10. Pudding Lidah Buaya atau Agar-Agar
Lidah buaya dikenal memiliki sifat anti-peradangan alami yang dapat menyembuhkan iritasi pada saluran cerna.
Membuat pudding lidah buaya dengan pemanis alami atau madu bisa menjadi hidangan penutup yang sangat menyegarkan sekaligus obat alami bagi penderita maag kronis.
Kebiasaan yang Perlu Diperhatikan
Selain memilih menu di atas, ada beberapa kebiasaan makan yang harus diterapkan oleh penderita asam lambung selama bulan puasa.
1. Makan dalam Porsi Kecil
Jangan langsung menyantap porsi besar saat azan berkumandang. Mulailah dengan takjil ringan, sholat Maghrib, lalu makan berat dengan porsi yang terkontrol.
2. Kunyah Makanan Hingga Halus
Proses mekanik di mulut yang sempurna akan sangat meringankan beban kerja lambung di dalam. Dianjurkan untuk menyunyah makanan sebanyak 30-32 kali per suapan atau hingga teksturnya halus sebelum ditelan.
3. Hindari Berbaring Setelah Makan
Ini adalah aturan emas. Berikan waktu minimal 2 hingga 3 jam setelah makan sebelum memutuskan untuk tidur agar gravitasi membantu makanan tetap berada di dasar lambung.
4. Hindari Minuman Berkafein dan Bersoda
Kopi, teh kental, dan minuman bersoda saat berbuka adalah pemicu utama naiknya asam lambung secara mendadak. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi minuman-minuman ini.
Berita Terkait
-
Berapa THR untuk Karyawan Kontrak dan Kapan Cairnya?
-
Jadwal Imsak dan Subuh Wilayah Jakarta dan Yogyakarta Hari Ini, Minggu 1 Maret 2026
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
5 Menu Takjil Buka Puasa yang Bisa Dibikin Sendiri dengan Modal Sedikit
-
Bacaan Doa Ijab Kabul Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Cek Link Pendaftaran Motis Lebaran 2026, Kapan Resmi Dibuka?
-
Keutamaan dan Hikmah Zakat Fitrah untuk Pemberi dan Penerima, Tak Hanya Sempurnakan Puasa
-
6 Sandal Crocs yang Diskon di Sports Station, Hemat Sampai 50% Selama Ramadan
-
Berapa Nisab dan Haul Zakat Mal 2026? Ini Perhitungannya
-
Skincare Apa Saja yang Tidak Boleh Dipakai setelah Peeling? Ini Daftarnya
-
Everbest Bawa Nuansa Musim Semi di Ramadan: Intip Koleksi 'Bloom Market' Terbarunya di Sini
-
Lokasi Penukaran Uang Baru di Bank Mitra BI Yogyakarta, Ini Jadwal dan Syaratnya!
-
Berapa Nominal Zakat Fitrah 2026 dalam Bentuk Uang?
-
Apa Itu Witch Hunt? Istilah yang Viral di Tengah Huru-hara Awardee LPDP
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta