- Gerhana bulan total terjadi pada 3 Maret 2026, terlihat di Asia dan Australia, dengan totalitas 58 menit.
- Umat Muslim dianjurkan melaksanakan salat sunnah khusuf sebagai ibadah muakkadah selama fenomena alam tersebut.
- Salat gerhana ini melibatkan dua rakaat dengan rukuk dan bacaan panjang, diakhiri dengan dua khutbah singkat.
Suara.com - Hari ini, 3 Maret 2026, manusia di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, akan menyaksikan fenomena alam yang luar biasa: gerhana bulan total atau yang sering disebut sebagai "blood moon".
Gerhana bulan 3 Maret 2026 ini terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga Bulan memasuki bayangan umbra Bumi dan tampak berwarna merah keoranyean.
Menurut data astronomi terkini, gerhana bulan total ini dimulai dengan fase penumbra pada pukul 15:44 WIB, fase parsial pukul 16:50 WIB, totalitas dimulai pukul 18:04 WIB, mencapai puncak pukul 18:34 WIB, dan berakhir pukul 19:03 WIB untuk fase total, dengan keseluruhan berakhir pukul 21:23 WIB.
Fenomena ini terlihat di wilayah Asia, Australia, dan sebagian Amerika Utara, termasuk seluruh Indonesia, meskipun di beberapa daerah seperti Jawa Barat, fase awal mungkin terlihat saat Bulan terbit sekitar pukul 18:03 WIB.
Durasi totalitas mencapai 58 menit, membuatnya menjadi momen langka yang terakhir kali terjadi sebelum jeda hampir tiga tahun hingga gerhana berikutnya.
Dalam ajaran Islam, gerhana bulan bukan sekadar peristiwa ilmiah, melainkan tanda kebesaran Allah SWT yang mengingatkan umat manusia akan kekuasaan-Nya atas alam semesta.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Muslim untuk melaksanakan salat sunnah khusuf sebagai bentuk ibadah muakkadah selama gerhana berlangsung.
Salat gerhana ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan dosa, dan memperbanyak doa serta dzikir.
Seperti disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW melakukan salat gerhana dengan rakaat panjang dan rukuk lama, sambil mengajak umat untuk bertaubat.
Baca Juga: Catat Waktunya, Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia
Pelaksanaan salat khusuf hari ini sangat relevan, mengingat gerhana sedang terjadi di malam hari (waktu Indonesia), sehingga bisa dilakukan berjamaah di masjid atau secara individu di rumah.
Tata cara salat gerhana bulan mengikuti sunnah Nabi dengan beberapa perbedaan dari salat fardhu biasa.
Pertama, niat dilakukan di hati saat takbiratul ihram. Untuk salat sendiri: "Ushalli sunnatal khusuufi rak'ataini lillaahi ta'aalaa" (Aku niat salat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala).
Jika sebagai imam: tambahkan "imaaman", dan untuk makmum: "ma'muuman". Salat ini terdiri dari dua rakaat, tanpa azan atau iqamah, melainkan seruan "Ash-shalatu jami'ah" untuk memanggil jamaah.
Mulailah dengan takbiratul ihram, diikuti doa iftitah seperti salat biasa. Pada rakaat pertama, baca Al-Fatihah dengan suara jahr (keras) jika berjamaah, lalu surah panjang seperti Al-Baqarah atau yang setara untuk memperlama ibadah.
Kemudian rukuk pertama dengan durasi lama, sambil bertasbih "Subhana rabbiyal 'azhimi wa bihamdih" minimal tiga kali atau lebih. Setelah i'tidal ("Sami'allahu liman hamidah, rabbana walakal hamd"), tanpa sujud, berdiri lagi dan baca Al-Fatihah serta surah pendek seperti Al-Ikhlas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN