Suara.com - Konflik yang kembali memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membawa dampak serius terhadap jalur perdagangan global, terutama di kawasan Teluk Persia. Salah satu titik yang paling terdampak adalah Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit namun sangat vital bagi distribusi energi dunia.
Ketegangan geopolitik terbaru membuat banyak pihak yang belum mengetahui sejarahnya bertanya-tanya, Selat Hormuz milik siapa dan pihak mana yang paling dirugikan jika selat tersebut ditutup.
Dalam beberapa hari terakhir, situasi keamanan di sekitar selat tersebut memburuk. Sejumlah perusahaan pelayaran internasional menghentikan operasionalnya akibat meningkatnya risiko serangan.
Mengutip berbagai laporan internasional, kapal-kapal komersial yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat atau Israel dinilai berpotensi menjadi target.
Bahkan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan memperingatkan bahwa Selat Hormuz “pada dasarnya ditutup”, meskipun belum ada keputusan resmi yang diumumkan secara formal.
Dampaknya langsung terasa. Data analitik maritim menunjukkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz anjlok drastis. Berdasarkan pemantauan waktu nyata, jumlah kapal yang melintas turun sekitar 70 persen setelah pukul 16.00 UTC pada 28 Februari dibandingkan 12 jam sebelumnya.
Sejumlah kapal tanker minyak terlihat berputar balik, berhenti sementara, memperlambat kecepatan, atau mengalihkan rute di menit-menit terakhir setelah peringatan keamanan dikeluarkan.
Langkah antisipatif juga dilakukan oleh perusahaan pelayaran besar dunia. Perusahaan Jerman Hapag-Lloyd mengumumkan penghentian seluruh pelayaran melalui Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut. Maersk memperingatkan pelanggan tentang potensi keterlambatan pengiriman akibat pengalihan rute.
Sementara itu, perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM memerintahkan seluruh kapalnya di kawasan Teluk untuk mencari perlindungan dan menangguhkan pelayaran melalui Terusan Suez.
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Selat Hormuz Ditutup? Ini Dampak bagi Indonesia
Kapal-kapal mereka dialihkan melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan, yang memperpanjang jarak tempuh hingga ribuan kilometer.
Maskapai penerbangan juga ikut terdampak. Sejumlah penerbangan ke wilayah Timur Tengah ditangguhkan menyusul laporan serangan baru di Teheran. Pemerintah Amerika Serikat pun mengeluarkan peringatan resmi agar kapal-kapal menjauhi kawasan Teluk karena aktivitas militer yang sedang berlangsung.
Semua perkembangan ini menegaskan satu hal, yakni Selat Hormuz adalah titik sempit maritim yang sangat strategis. Lantas siapa sebenarnya yang memiliki Selat Hormuz?
Di Mana Selat Hormuz?
Secara geografis, Selat Hormuz terletak di antara Iran di sisi utara dan Semenanjung Musandam milik Oman di sisi selatan. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan selanjutnya ke Samudra Hindia. Lebarnya bervariasi antara 55 hingga 95 kilometer, menjadikannya salah satu jalur perairan sempit paling penting di dunia.
Selat Hormuz merupakan gerbang utama industri minyak global. Setiap kapal tanker yang membawa minyak dari pelabuhan-pelabuhan di Teluk Persia harus melewati selat ini sebelum menuju pasar internasional.
Berita Terkait
-
10 Panduan Pertolongan Pertama dari Serangan Nuklir untuk Kamu Pahami
-
Kisah Para Sopir Pejabat Iran dan Bagaimana Mossad Melacak Ayatollah Ali Khamenei
-
Deretan Senjata Mematikan Iran, Siap Ratakan Pangkalan AS dan Israel
-
Musuh Dalam Selimut? Israel Dituding Jadi Dalang Utama Serangan ke Kilang Minyak Saudi Aramco
-
Bisnis AI Terancam Lumpuh? Perang AS, Israel dan Iran Sasar Cloud Amazon
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
1 Ringgit Malaysia Berapa Rupiah? Intip Kurs Terbaru yang Bikin Liburan ke Malaysia Makin Mahal
-
Teks Pidato Resmi Menteri Komunikasi dan Digital untuk Upacara Harkitnas 2026
-
7 Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama di Alfamart yang Wanginya Nagih
-
Teks Doa Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan Link Download Lampiran Resminya
-
Aturan Ziarah Hari Kebangkitan Nasional 2026, Ini Jadwal dan Lokasi Resminya
-
Link Download Logo Hari Kebangkitan Nasional 2026 Resmi, Lengkap dengan Tema dan Filosofinya
-
3 Bulan Kelahiran yang akan Dapat Keberuntungan Sebelum Akhir Mei 2026
-
Apa Tema Hari Kebangkitan Nasional 2026? Ini Pedoman Resmi dari Komdigi
-
Tas Tangan Warna Apa yang Membawa Keberuntungan? Ini Tips Buat Cewek-Cewek
-
5 Sepatu Lari Asics Terbaik untuk Easy Run, Tempo hingga Maraton