- Serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran memicu serangan balasan Iran pada fasilitas militer Israel dan pangkalan AS.
- Presiden Iran menegaskan balasan adalah hak sah; AS memperkirakan konflik militer ini akan berpotensi berlangsung selama sekitar empat minggu.
- Iran mengandalkan program rudal terbesar di Timur Tengah, didukung jaringan "kota rudal" bawah tanah, sebagai fondasi daya tangkal utama.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah telah bertransformasi menjadi arena perang terbuka. Menyusul serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Teheran tak membuang waktu untuk melancarkan serangan balasan mematikan.
Sasarannya jelas, fasilitas militer Israel serta pangkalan-pangkalan udara yang berafiliasi dengan pasukan AS di sejumlah negara Teluk.
Bagi Teheran, tewasnya Khamenei mengubah psikologi konflik dari sekadar aksi-reaksi menjadi pertaruhan eksistensial Republik Islam.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa membalas kematian Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi lainnya merupakan “kewajiban dan hak yang sah” bagi negaranya.
Di sisi lain, AS menyadari bahwa rentetan serangan ini tidak akan mereda dalam hitungan hari. Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa operasi militer antara koalisi AS-Israel melawan Iran berpotensi memakan waktu cukup panjang
“Prosesnya memang selalu memakan waktu empat minggu. Kami memperkirakan akan berlangsung sekitar empat minggu. Biasanya memang sekitar empat minggu, jadi sekuat apa pun negara ini, karena ini negara besar akan membutuhkan empat minggu, atau bahkan kurang,” ujar Trump, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/3/2026).
Untuk menghadapi kekuatan udara AS dan Israel yang canggih, Iran mengandalkan persenjataan rudalnya. Mengingat angkatan udara Teheran masih bergantung pada armada pesawat tua, program rudal dijadikan fondasi utama daya tangkal (deterens) sekaligus alat gempur utama.
Analis pertahanan menilai arsenal rudal Iran adalah yang terbesar dan paling beragam di kawasan Timur Tengah. Meski jangkauan maksimalnya yang berada di angka 2.000 hingga 2.500 kilometer belum mampu menjangkau daratan utama Amerika Serikat, senjata-senjata ini lebih dari cukup untuk memporak-porandakan Israel dan basis militer sekutu di Teluk.
Seperti dilansir dari Al Jazeera berikut adalah deretan senjata mematikan yang diandalkan Iran dalam membalas serangan AS-Israel.
Baca Juga: 40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan
1. Rudal Jarak Pendek
Dengan daya jelajah 150 hingga 800 kilometer, rudal balistik jarak pendek dirancang untuk menghantam target militer regional secara kilat. Koleksi andalan Teheran di kategori ini meliputi keluarga Fateh (seperti Zolfaghar dan Qiam-1) serta Shahab-1 dan Shahab-2.
Keunggulan utama senjata ini terletak pada kemampuannya ditembakkan secara bertubi-tubi. Taktik hujan rudal ini memangkas waktu peringatan dini musuh dan sangat menyulitkan sistem pertahanan lawan untuk melakukan cegatan.
Taktik serupa pernah sukses membuat lebih dari 100 tentara AS mengalami cedera otak traumatis saat Iran membombardir pangkalan Ain al-Assad di Irak pada 2020 lalu.
2. Rudal Jarak Menengah
Jika rudal jarak pendek adalah pukulan jab cepat, maka rudal balistik jarak menengah (1.500 - 2.000 km) adalah pukulan hook mematikan bagi Iran. Di sinilah Teheran mengerahkan sistem Shahab-3, Emad, Ghadr-1, varian Khorramshahr, hingga generasi terbaru seperti Kheibar Shekan.
Berita Terkait
-
Ratusan Siswa Tewas, PBB Kutuk Pengeboman Israel yang Mengenai Sekolah di Iran
-
AS Boncos, Rudal Seharga Rp 60 Miliar Dihabisi Drone Murah Milik Iran
-
PSSI-nya Iran: Tak Pantas Kami Berada di Piala Dunia 2026 Usai Kebrutalan AS-Israel
-
20 Rekomendasi Film dan Serial Perang Iran vs AS-Israel, Ada Homeland
-
Staf Trump Sebut Iran Tak Pernah Targetkan AS, Perang Jadi Upaya Pengalihan Isu?
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
Terkini
-
Toleransi Nyepi dan Lebaran di Bali, Menag Atur Takbiran Terbatas
-
THR ASN, TNI/Polri dan Pensiunan 2026 Cair Bertahap, Anggaran Rp55 T, Ini Rincian Serta Komponennya
-
Sebut KPK Gunakan Pasal 'Kedaluwarsa', Pengacara Gus Yaqut Minta Status Tersangka Dibatalkan!
-
Punya Belasan Bidang Tanah dan Rumah, Harta Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tembus Rp85 Miliar
-
Akal-akalan Penyamun di Jakbar: Jambret Nenek hingga Pingsan, Kabur Lalu Balik Lagi Jadi Penolong
-
143,9 Juta Pergerakan Diprediksi Saat Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Pecah Arus Mudik
-
JPO Sarinah Selesai Direvitalisasi, Pemprov DKI Bidik Opsi Integrasi Langsung ke Pusat Perbelanjaan
-
Kontak Tembak di Nabire, TNI-Polri Kuasai Markas Aibon Kogoya dan Sita 561 Butir Amunisi!
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Begini Respons Resmi Golkar
-
Inggris, Perancis, dan Jerman Rapatkan Barisan, Siap Gempur Jantung Militer Iran Bersama AS