Menurut data Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), sekitar 20 juta barel minyak mentah melintasi Selat Hormuz setiap hari pada 2024. Angka ini setara dengan hampir 20 persen konsumsi minyak cair global. Tak hanya itu, selat ini juga menjadi jalur pengiriman sepertiga gas alam cair dunia.
Dengan kata lain, Selat Hormuz adalah satu-satunya jalur terbuka bagi distribusi seperlima produksi minyak dan sepertiga LNG global.
Dari sisi hukum internasional, kepemilikan Selat Hormuz tidak dimiliki oleh satu negara tunggal. Wilayah perairannya berbatasan langsung dengan Iran dan Oman, serta dekat dengan Uni Emirat Arab.
Secara prinsip, masing-masing negara memiliki wilayah laut teritorial hingga 12 mil laut dari garis pantainya, sebagaimana diatur dalam Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS).
Namun, karena Selat Hormuz merupakan selat internasional yang digunakan untuk pelayaran global, berlaku prinsip transit passage. Artinya, kapal-kapal dari berbagai negara berhak melintas secara bebas dan terus-menerus selama tidak mengancam keamanan negara pantai.
Dengan demikian, meskipun Iran dan Oman memiliki kedaulatan atas perairan teritorialnya masing-masing, mereka tidak dapat secara sepihak menutup jalur pelayaran internasional tersebut tanpa konsekuensi hukum dan politik internasional.
Kendati demikian, dalam praktiknya, posisi geografis Iran yang berada di sisi utara selat membuat negara tersebut memiliki pengaruh strategis yang besar. Beberapa kali dalam sejarah, Iran menggunakan ancaman penutupan Selat Hormuz sebagai alat tekanan politik ketika hubungan dengan Barat memanas.
Pernyataan terbaru dari pejabat IRGC yang menyebut pengerahan pasukan untuk menutup selat kembali memunculkan kekhawatiran global.
Jika penutupan benar-benar terjadi, dampaknya akan sangat luas. Negara-negara Asia seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan sangat bergantung pada pasokan energi yang melewati jalur ini. Gangguan berkepanjangan dapat memicu lonjakan harga minyak dunia, inflasi global, hingga perlambatan ekonomi di berbagai negara.
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Selat Hormuz Ditutup? Ini Dampak bagi Indonesia
Pada akhirnya, pertanyaan “Selat Hormuz milik siapa?” tidak bisa dijawab dengan menyebut satu nama negara. Secara geografis dan hukum, selat ini berada di antara wilayah Iran dan Oman, dengan keterlibatan kawasan Uni Emirat Arab. Namun secara fungsional, Selat Hormuz adalah jalur internasional yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.
Itulah sebabnya setiap ketegangan di kawasan tersebut selalu memicu kekhawatiran global. Selat Hormuz bukan sekadar perairan sempit di Timur Tengah, melainkan simpul penting yang menghubungkan stabilitas geopolitik dengan denyut ekonomi dunia.
Ketika kawasan itu bergejolak, dampaknya terasa hingga ke pompa bensin, harga listrik, dan biaya logistik di berbagai belahan bumi.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
10 Panduan Pertolongan Pertama dari Serangan Nuklir untuk Kamu Pahami
-
Kisah Para Sopir Pejabat Iran dan Bagaimana Mossad Melacak Ayatollah Ali Khamenei
-
Deretan Senjata Mematikan Iran, Siap Ratakan Pangkalan AS dan Israel
-
Musuh Dalam Selimut? Israel Dituding Jadi Dalang Utama Serangan ke Kilang Minyak Saudi Aramco
-
Bisnis AI Terancam Lumpuh? Perang AS, Israel dan Iran Sasar Cloud Amazon
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN