Suara.com - Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu momen paling istimewa dalam bulan Ramadan.
Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini selalu dinantikan umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan doa.
Banyak yang kemudian bertanya, apakah ada salat khusus Lailatul Qadar, dan jika ada, berapa rakaat serta bagaimana tata caranya?
Secara umum, tidak ada salat khusus yang secara spesifik dinamai "salat Lailatul Qadar" dengan jumlah rakaat tertentu yang diwajibkan.
Namun, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak salat malam atau qiyamul lail pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Inilah yang sering disebut sebagai salat Lailatul Qadar oleh masyarakat. Lalu, bagaimana tata cara pelaksanaan Salat Lailatul Qadar dan berapa jumlah rakaatnya? Simak berikut ini.
Berapa Rakaat Salat Lailatul Qadar?
Salat yang dikerjakan pada malam Lailatul Qadar pada dasarnya adalah salat sunah malam seperti tahajud, witir, dan salat sunah lainnya. Jumlah rakaatnya tidak dibatasi secara pasti.
Rasulullah SAW dalam banyak riwayat melaksanakan salat malam sebanyak 2 rakaat, 4 rakaat, 11 rakaat atau 13 rakaat, termasuk witir.
Karena itu, umat Islam bisa melaksanakan salat malam minimal dua rakaat dengan satu kali salam, kemudian ditutup dengan salat witir satu atau tiga rakaat.
Baca Juga: Malam 21 Ramadan Jatuh Pada Tanggal Berapa? Waktunya Memburu Lailatul Qadar
Jika mampu, jumlah rakaat bisa ditambah sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting bukanlah banyaknya rakaat, melainkan kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah.
Sebagian ulama juga membolehkan melaksanakan salat sunah mutlak dengan niat mendekatkan diri kepada Allah di malam Lailatul Qadar tanpa menyebut jumlah rakaat tertentu.
Artinya, fleksibilitas menjadi bagian dari kemudahan dalam ibadah ini.
Waktu Pelaksanaan Salat Lailatul Qadar
Waktu pelaksanaan salat malam untuk meraih Lailatul Qadar dimulai setelah salat Isya hingga menjelang waktu Subuh.
Namun, waktu yang paling utama adalah pada sepertiga malam terakhir, karena pada waktu itulah doa-doa lebih mustajab.
Lailatul Qadar sendiri diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, yakni malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Meski banyak riwayat menyebut malam ke-27 sebagai malam yang paling mungkin, kepastian waktunya dirahasiakan agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di setiap malam tersebut.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah secara konsisten di sepuluh malam terakhir, bukan hanya fokus pada satu malam saja.
Tata Cara Salat Lailatul Qadar
Tata cara salat malam di malam Lailatul Qadar sama seperti salat sunnah pada umumnya. Diawali dengan niat di dalam hati untuk melaksanakan salat sunah karena Allah Ta’ala.
Kemudian dilanjutkan dengan takbiratul ihram, membaca doa iftitah, surat Al-Fatihah, dan surat pendek atau ayat Al-Qur’an.
Setelah rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, rakaat pertama ditutup dengan berdiri kembali untuk rakaat kedua.
Pada rakaat kedua, rangkaian gerakan dilakukan seperti rakaat pertama, kemudian diakhiri dengan tasyahud dan salam.
Salat malam dianjurkan dilakukan dua rakaat dua rakaat dengan satu salam. Setelah selesai beberapa rakaat, ibadah ditutup dengan salat witir sebagai penutup salat malam.
Selain salat, malam Lailatul Qadar juga sangat dianjurkan untuk diisi dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, dan memperbanyak doa. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku."
Malam Lailatul Qadar bukan sekadar tentang berapa banyak rakaat yang dikerjakan, tetapi tentang kesungguhan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal kebaikan.
Dengan memahami bahwa salat Lailatul Qadar pada dasarnya adalah qiyamul lail tanpa batasan rakaat tertentu, umat Islam bisa menyesuaikan ibadah sesuai kemampuan.
Yang paling penting adalah menjaga niat, kekhusyukan, serta konsistensi dalam beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Semoga setiap langkah ibadah yang dilakukan di malam-malam istimewa ini menjadi jalan untuk meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
Terkini
-
Self Reward, Yuk! Inilah Destinasi yang Punya Fasilitas Spa Kelas Dunia
-
Jangan Sampai Salah, Ini Waktu yang Haram untuk Bayar Zakat Fitrah
-
Apa Saja yang Dilakukan saat Iktikaf? Panduan Amalan Ibadah di Masjid
-
Kenapa China dan Rusia Tidak Bantu Iran Hadapi Serangan AS-Israel?
-
Bolehkah Anak Membayarkan Zakat Fitrah untuk Orang Tua? Ini Penjelasan Hukumnya
-
Mengapa BBM Langka? Masyarakat Mulai Panic Buying Picu Antrean Panjang di SPBU
-
Sosok 2 Anak Fadia Arafiq yang Diduga Terlibat Korupsi, Jadi Direktur Dadakan Tilap Miliaran
-
Tukar Uang Baru di Bank BRI Minimal Berapa? Ini Ketentuannya
-
Kenapa Puasa Justru Bisa Menyembuhkan Maag? Ini Penjelasan Ahli
-
Spot Hangout Baru di BSD: Pop Up Store untuk Belanja Super Gemas