Suara.com - Belakangan ini, ikan sapu-sapu menjadi sorotan di media sosial setelah Arief Kamarudin lewat laman instagramnya @ariefkamarudin, membagikan aksinya membasmi ikan tersebut di Sungai Ciliwung. Aksi ini memicu perhatian publik hingga pemerintah ikut turun tangan. Pada Jumat (17/4/2026), penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan di sejumlah wilayah Jakarta, dengan total tangkapan mencapai sekitar 6,9 ton.
Kira-kira darimana asalnya ikan ini dan kenapa ikan ini berbahaya bagi ekosistem sungai hingga harus dibasmi ?
Sejarah Datangnya Ke Indonesia dan Mengapa Berbahaya
Menurut buku berjudul “Yuk Mengenal Ikan Sapu-sapu Sungai Ciliwung” dijelaskan bahwa ikan sapu-sapu atau dikenal sebagai pleco fish merupakan spesies asal Amerika Selatan, tepatnya dari Sungai Amazon. Ikan ini diduga masuk ke Indonesia sejak tahun 1970-an melalui perdagangan ikan hias.
Awalnya ikan sapu-sapu populer sebagai pembersih karena kemampuannya sebagai pembersih alami pada akuarium atau kolam, sehingga dijuluki ikan sapu-sapu. Pada akhirnya, ikan ini berakhir di sungai-sungai karena peningkatan kemampuan konsumsi makanan, dimana ia mulai dapat mengonsumsi banyak hal. Salah satu contohnya adalah telur ikan jenis lain yang berada dalam satu kolam atau akuarium dengannya.
Alasan Kenapa Berbahaya Bagi Ekosistem
Dalam ekosistem sungai, ikan sapu-sapu menjadi ancaman serius. Ketika dilepas ke perairan umum, seperti sungai populasi ikan sapu-sapu berkembang pesat. Kemampuan adaptasinya yang tinggi membuatnya dapat bertahan di berbagai kondisi lingkungan. Pola makannya yang luas, juga membuatnya dapat memakan banyak hal, termasuk telur-telur ikan lainnya yang ada di sungai.
Selain itu, ikan sapu-sapu dikenal sebagai predator yang oportunis yang dapat menguasai sumber makanan. Akibatnya, banyak spesies ikan lain tidak mendapatkan cukup makanan untuk bertahan hidup. Bahkan, pada tahun 2010 dilaporkan terdapat penurunan terhadap keanekaragaman jenis ikan sebanyak 92,5 persen, yang dikaitkan dengan dominasi ikan sapu-sapu sebagai predator puncak di perairan air tawar atau sering disebut sebagai ikan invasif.
Di sisi lain, pemanfaatan ikan ini juga terbatas. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Haeru Rahayu, melalui laman instagram @pramonoanungw (20/4/2026), menyatakan bahwa ikan sapu-sapu sulit untuk dimanfaatkan.
Baca Juga: Manfaat Ikan Sapu-Sapu Jadi Sumber Protein di Amazon Tapi Berbahaya di Indonesia
“Yang berbahayanya kalo dimanfaatkan untuk dikonsumsi, disinyalir mengandung logam berat,” ucap Haeru.
Penggunaan Teknik Alami Sebagai Upaya Pencegahan Ikan Sapu-sapu
Merespons kondisi tersebut, pemerintah melakukan langkah penanganan.Pada 17 April 2026, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, melakukan gerakan aksi pembasmian ikan sapu-sapu di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam pelaksanaanya, metode yang digunakan bersifat alami dalam membasminya agar tidak menimbulkan dampak lebih lanjut.
“Kalau pake kimia isu lingkungan, jadi yang paling efektif adalah kita menggunakan cara konvensional,” ujarnya.
Ke depannya, upaya pengendalian ikan sapu-sapu diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat. Pemantauan dan penanganan rutin diperlukan agar populasi ikan sapu-sapu tetap terkendali dan keanekaragaman hayati di perairan air tawar dapat terjaga.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan