Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 21 April 2026 | 14:15 WIB
Ilustrasi Ikan Sapu-sapu Dalam Akuarium (Pexels/ Monamie Chakravarti)

Suara.com - Belakangan ini, ikan sapu-sapu menjadi sorotan di media sosial setelah Arief Kamarudin lewat laman instagramnya @ariefkamarudin, membagikan aksinya membasmi ikan tersebut di Sungai Ciliwung. Aksi ini memicu perhatian publik hingga pemerintah ikut turun tangan. Pada Jumat (17/4/2026), penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan di sejumlah wilayah Jakarta, dengan total tangkapan mencapai sekitar 6,9 ton. 

Kira-kira darimana asalnya ikan ini dan kenapa ikan ini berbahaya bagi ekosistem sungai hingga harus dibasmi ?

Sejarah Datangnya Ke Indonesia dan Mengapa Berbahaya 

Menurut buku berjudul “Yuk Mengenal Ikan Sapu-sapu Sungai Ciliwung” dijelaskan bahwa ikan sapu-sapu atau dikenal sebagai pleco fish merupakan spesies asal Amerika Selatan, tepatnya dari Sungai Amazon. Ikan ini diduga masuk ke Indonesia sejak tahun 1970-an melalui perdagangan ikan hias. 

Awalnya ikan sapu-sapu populer sebagai pembersih karena kemampuannya sebagai pembersih alami pada akuarium atau kolam, sehingga dijuluki ikan sapu-sapu. Pada akhirnya, ikan ini berakhir di sungai-sungai karena peningkatan kemampuan konsumsi makanan, dimana ia mulai dapat mengonsumsi banyak hal. Salah satu contohnya adalah telur ikan jenis lain yang berada dalam satu kolam atau akuarium dengannya. 

Alasan Kenapa Berbahaya Bagi Ekosistem 

Dalam ekosistem sungai, ikan sapu-sapu menjadi ancaman serius. Ketika dilepas ke perairan umum, seperti sungai populasi ikan sapu-sapu berkembang pesat. Kemampuan adaptasinya yang tinggi membuatnya dapat bertahan di berbagai kondisi lingkungan. Pola makannya yang luas, juga membuatnya dapat memakan banyak hal, termasuk telur-telur ikan lainnya yang ada di sungai. 

Selain itu, ikan sapu-sapu dikenal sebagai predator yang oportunis yang dapat menguasai sumber makanan. Akibatnya, banyak spesies ikan lain tidak mendapatkan cukup makanan untuk bertahan hidup. Bahkan, pada tahun 2010 dilaporkan terdapat penurunan terhadap keanekaragaman jenis ikan sebanyak 92,5 persen, yang dikaitkan dengan dominasi ikan sapu-sapu sebagai predator puncak di perairan air tawar atau sering disebut sebagai ikan invasif. 

Di sisi lain, pemanfaatan ikan ini juga terbatas. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Haeru Rahayu, melalui laman instagram @pramonoanungw (20/4/2026), menyatakan bahwa ikan sapu-sapu sulit untuk dimanfaatkan. 

Baca Juga: Manfaat Ikan Sapu-Sapu Jadi Sumber Protein di Amazon Tapi Berbahaya di Indonesia

“Yang berbahayanya kalo dimanfaatkan untuk dikonsumsi, disinyalir mengandung logam berat,” ucap Haeru. 

Penggunaan Teknik Alami Sebagai Upaya Pencegahan Ikan Sapu-sapu

Merespons kondisi tersebut, pemerintah melakukan langkah penanganan.Pada 17 April 2026, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, melakukan gerakan aksi pembasmian ikan sapu-sapu di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam pelaksanaanya, metode yang digunakan bersifat alami dalam membasminya agar tidak menimbulkan dampak lebih lanjut. 

“Kalau pake kimia isu lingkungan, jadi yang paling efektif adalah kita menggunakan cara konvensional,” ujarnya. 

Ke depannya, upaya pengendalian ikan sapu-sapu diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat. Pemantauan dan penanganan rutin diperlukan agar populasi ikan sapu-sapu tetap terkendali dan keanekaragaman hayati di perairan air tawar dapat terjaga. 

Load More