Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:52 WIB
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar [freepik]

Suara.com - Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, banyak umat Islam mulai bertanya-tanya tentang kapan datangnya malam yang paling istimewa dalam Islam, yaitu malam Lailatul Qadar.

Malam tersebut diyakini sebagai momen penuh keberkahan dan rahmat dari Allah SWT, sehingga selalu dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang sangat mulia karena pada saat inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Keutamaan malam ini disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5.

Dalam ayat tersebut dijelaskan pada malam tersebut para malaikat termasuk Malaikat Jibril turun ke bumi atas izin Allah SWT untuk membawa berbagai ketetapan dan kebaikan bagi umat manusia.

Karena kemuliaannya yang luar biasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah untuk meraih pahala dan ampunan. Bahkan dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa satu malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan ibadah.

Lalu, kapan sebenarnya malam Lailatul Qadar terjadi pada tahun 2026? Berikut penjelasan selengkapnya.

Perkiraan Waktu Malam Lailatul Qadar 2026

Ilustrasi Malam Lailatul Qadar [freepik]

Secara umum, malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mencarinya pada malam-malam ganjil dalam periode tersebut.

Jika mengacu pada awal Ramadan 1447 Hijriah versi Pemerintah dan NU yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka kemungkinan malam-malam ganjil tersebut berada pada tanggal berikut:

  • 21 Ramadan: Selasa malam, 10 Maret 2026
  • 23 Ramadan: Kamis malam, 12 Maret 2026
  • 25 Ramadan: Sabtu malam, 14 Maret 2026
  • 27 Ramadan: Senin malam, 16 Maret 2026
  • 29 Ramadan: Rabu malam, 18 Maret 2026

Namun Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026. Jika mengacu Muhammadiyah, perkiraan malam ganjilnya yakni:

Baca Juga: Bukan Cuma Makan dan Minum, Ini 5 Cobaan Terberat selama Ramadan

  • 21 Ramadan: Senin malam, 9 Maret 2026
  • 23 Ramadan: Rabu malam, 11 Maret 2026
  • 25 Ramadan: Jumat malam, 13 Maret 2026
  • 27 Ramadan: Minggu malam, 15 Maret 2026
  • 29 Ramadan: Selasa malam, 17 Maret 2026

Namun perlu diingat, tanggal tersebut hanyalah perkiraan. Tidak ada manusia yang dapat memastikan kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi. Waktu pastinya hanya diketahui oleh Allah SWT.

Justru karena dirahasiakan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah di seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan keberkahan malam tersebut menjadi lebih besar.

Sebagian ulama memang menyebut malam ke-27 Ramadan sebagai waktu yang paling sering diyakini sebagai Lailatul Qadar. Meski demikian, tidak ada kepastian mengenai hal tersebut.

Keistimewaan dan Amalan Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi Malam Lailatul Qadar [freepik]

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Keutamaan malam Lailatul Qadar begitu besar bagi umat Islam. Dalam Surah Al-Qadr ayat 3 dijelaskan bahwa malam tersebut memiliki nilai yang lebih baik daripada seribu bulan.

Maknanya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.

Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari juga menyampaikan bahwa orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap ridha Allah akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya yang telah lalu. 

Amalan yang Dianjurkan di 10 Malam Terakhir Ramadan

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW dikenal semakin meningkatkan ibadahnya. Hal ini juga menjadi contoh bagi umat Islam untuk memaksimalkan amalan demi meraih keberkahan Lailatul Qadar. Berikut beberapa amalan yang dianjurkan:

1. Shalat Malam (Tahajud dan Witir)

Shalat malam merupakan salah satu amalan utama untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar. Umat Islam bisa memulai dengan shalat tahajud minimal dua rakaat. Jika mampu, jumlahnya dapat ditambah hingga delapan rakaat dan ditutup dengan shalat witir. Setelah shalat, dianjurkan memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT.

2. Memperbanyak Doa Lailatul Qadar

Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca ketika menjumpai malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW kemudian mengajarkan doa berikut: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku."

Doa ini dianjurkan dibaca berulang kali dengan penuh keikhlasan dan pengharapan kepada Allah SWT.

3. Menjaga Shalat Isya dan Subuh Berjamaah

Bagi yang belum mampu melaksanakan shalat malam, menjaga shalat Isya dan Subuh secara berjamaah juga memiliki keutamaan besar. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa orang yang melaksanakan shalat Isya berjamaah mendapatkan pahala seperti shalat setengah malam. Jika ditambah shalat Subuh berjamaah, maka pahalanya seperti shalat semalam penuh.

4. Melaksanakan I’tikaf di Masjid

I’tikaf adalah ibadah dengan cara berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT. Rasulullah SAW diketahui rutin melakukan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Selama i’tikaf, umat Islam dapat memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta melakukan berbagai ibadah sunnah lainnya.

5. Memperbanyak Membaca Istighfar

Malam Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam penuh ampunan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, termasuk membaca Sayyidul Istighfar, yang merupakan salah satu doa memohon ampunan terbaik dalam Islam.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Load More