Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:45 WIB
Ilustrasi - Kenapa Islam Mewajibkan Zakat Fitrah (freepik)

Suara.com - Bulan Ramadan bukan hanya menjadi waktu bagi umat Islam untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen untuk membersihkan diri, memperkuat iman, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Salah satu ibadah penting yang diwajibkan pada akhir Ramadan adalah zakat fitrah.

Ibadah ini memiliki makna mendalam karena berkaitan langsung dengan penyucian diri dan kesejahteraan sosial.

Lalu, kenapa Islam mewajibkan zakat fitrah? Jawabannya tidak hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah semata, tetapi juga menyangkut tujuan spiritual dan sosial yang sangat besar bagi umat Muslim.

Kewajiban Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu pada bulan Ramadan, tepatnya sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Zakat ini biasanya dibayarkan dalam bentuk makanan pokok seperti beras atau bahan pangan lain yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Kewajiban zakat fitrah berlaku bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, selama mereka memiliki kelebihan makanan untuk dirinya dan keluarganya pada malam Idulfitri.

Melalui zakat fitrah, umat Islam tidak hanya menyempurnakan ibadah puasa, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat yang kurang mampu dapat merasakan kebahagiaan di hari kemenangan.

Kewajiban zakat fitrah juga dijelaskan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW. Salah satu hadis yang paling terkenal diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Rasulullah SAW bersabda:

Ilustrasi Zakat Fitrah (dibuat dengan AI)

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barang siapa menunaikannya sebelum salat (Idulfitri), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah salat, maka itu hanyalah sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud)

Hadis ini menegaskan bahwa zakat fitrah memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dan sebagai bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan.

Baca Juga: Analis Boni Hargens: Sinergi Polri dan Lembaga Negara Sukses Jaga Kondusivitas Ramadan

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya memastikan kebutuhan orang miskin terpenuhi pada hari raya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Buatlah mereka (orang miskin) berkecukupan di hari ini.” (HR. Ad-Daraquthni)

Dalam riwayat lain disebutkan:

“Buatlah mereka berkecukupan sehingga tidak perlu berkeliling meminta-minta pada hari ini.” (HR. Al-Baihaqi)

Pesan dari hadis tersebut sangat jelas: Idulfitri harus menjadi hari kebahagiaan bagi semua orang, termasuk mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Dalam Al-Qur’an, perintah zakat sering disebutkan bersamaan dengan perintah salat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya zakat dalam kehidupan seorang Muslim. Salah satu ayat yang menjelaskan hal tersebut terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 43:

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Latin:

Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka‘ū ma‘ar-rāki‘īn.

Artinya:

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Ayat ini menegaskan bahwa zakat merupakan bagian penting dari ibadah yang harus dijalankan oleh umat Islam.

Tujuan Zakat Fitrah dalam Islam

Ada beberapa tujuan utama mengapa zakat fitrah diwajibkan dalam Islam. 

1. Membersihkan Diri setelah Berpuasa

Selama menjalankan ibadah puasa, manusia tidak luput dari kesalahan, baik berupa perkataan yang kurang baik maupun perbuatan yang tidak bermanfaat.

Zakat fitrah menjadi sarana untuk membersihkan jiwa dari kekurangan tersebut. Dengan menunaikan zakat fitrah, seorang Muslim diharapkan dapat menyempurnakan ibadah puasanya sehingga menjadi lebih bermakna di hadapan Allah SWT.

Ilustrasi - Zakat Fitrah.  [freepik]

2. Menyempurnakan Ibadah Puasa

Puasa Ramadan bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan, pikiran, dan perilaku. Zakat fitrah berfungsi sebagai penyempurna dari ibadah tersebut.

Ibarat sebuah bangunan, puasa adalah fondasinya, sementara zakat fitrah menjadi pelengkap yang membuat ibadah itu menjadi lebih sempurna.

3. Menolong Fakir Miskin

Salah satu tujuan utama zakat fitrah adalah membantu mereka yang membutuhkan. Melalui zakat ini, fakir miskin dapat memperoleh makanan yang cukup untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Dengan demikian, tidak ada kesenjangan yang terlalu terasa pada hari raya. Semua orang bisa merasakan kebahagiaan yang sama.

4. Menjaga Solidaritas Sosial

Zakat fitrah juga berperan penting dalam mempererat hubungan sosial antar umat Islam. Ketika seseorang membantu orang lain melalui zakat, tercipta rasa kebersamaan dan kepedulian dalam masyarakat.

Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya dirasakan sendiri, tetapi juga dibagikan kepada orang lain.

5. Menumbuhkan Rasa Syukur

Menunaikan zakat fitrah merupakan bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, seperti kesehatan, kesempatan beribadah selama Ramadan, dan rezeki yang cukup. Dengan berbagi kepada sesama, seorang Muslim diingatkan bahwa sebagian dari hartanya juga merupakan hak orang lain.

Selain memiliki nilai ibadah, zakat juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Sejak masa awal Islam, zakat telah memainkan peran penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Dana zakat tidak hanya digunakan untuk membantu fakir miskin, tetapi juga untuk mendukung berbagai kegiatan sosial seperti pendidikan dan pembangunan.

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, pengelolaan zakat bahkan mencapai tingkat yang sangat efektif. Dalam sejarah disebutkan bahwa kesejahteraan masyarakat meningkat pesat hingga sulit menemukan orang yang berhak menerima zakat. Hal ini menunjukkan bahwa jika dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemiskinan.

Jika dikelola secara profesional dan transparan, dana zakat dapat digunakan untuk berbagai program pemberdayaan ekonomi, seperti membantu usaha kecil, menciptakan lapangan kerja, hingga mengurangi kesenjangan sosial. Zakat tidak hanya berdampak pada kehidupan individu, tetapi juga mampu memberikan manfaat luas bagi pembangunan masyarakat dan negara.

Demikian itu beberapa hal yang dapat menjadi petunjuk kenapa Islam mewajibkan zakat fitrah. Ibadah ini bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga sarana untuk membersihkan diri, menyempurnakan ibadah puasa, serta membantu sesama yang membutuhkan.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More