- KNPB melaporkan sembilan warga sipil tewas akibat operasi militer TNI di Distrik Kembru, Papua Tengah, pada 14 April 2026.
- Selain korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan lima warga mengalami luka-luka serta kerusakan di Kampung Tenoti dan Kampung Kumikomo.
- KNPB menuntut pemerintah segera menghentikan operasi militer dan mengizinkan investigasi internasional independen untuk mengungkap dugaan pelanggaran HAM tersebut.
Suara.com - Operasi militer yang dilakukan TNI di wilayah Pegunungan Tengah memakan korban. Komite Nasional Papua Barat atau KNPB melansir sedikitnya 9 warga sipil meninggal dunia akibat penembakan.
Badan Pengurus Pusat KNPB dalam konferensi pers di Waena, Kota Jayapura, Senin (20/4) awal pekan ini mengatakan, korban tewas itu setelah TNI melakukan operasi militer di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Dalam konferensi pers yang digelar di Waena, Kota Jayapura, pada Senin (20/4/2026), KNPB memaparkan data terkait dampak operasi militer yang berlangsung pada 14 April 2026 lalu.
Berdasarkan laporan yang mereka himpun dari lapangan, operasi tersebut berdampak langsung pada pemukiman warga di dua titik utama, yakni Kampung Tenoti dan Kampung Kumikomo.
Kesembilan warga sipil yang tewas karena luka tembak itu termasuk seorang balita berusia lima tahun bernama Para Walia.
Berikut data selengkapnya:
- Wundilina Kogoya (36)
- Kikungge Walia (55)
- Pelen Kogoya (65)
- Tigiagan Walia (76)
- Ekimira Kogoya (47)
- Daremet Telenggen (55)
- Inikiwewo Walia (52)
- Amer Walia (77)
- Serta seorang anak berusia lima tahun, Para Walia.
Selain korban meninggal, tercatat lima orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini memerlukan penanganan medis yang serius.
Laporan ini menambah daftar panjang catatan kelam konflik di wilayah tersebut yang kian mengkhawatirkan masyarakat sipil.
Diserang lewat udara
Baca Juga: Pengendara Mobil Berstiker TNI AL Adang Bus TransJakarta di Kemang, Picu Kemarahan Netizen
Dikutip dari Suara Papua, Ketua Umum KNPB, Agus Kossay, mengungkapkan operasi militer yang terjadi pada 13-14 April di Distrik Pogoma dan Kembru tidak hanya melibatkan personel darat, tetapi juga menggunakan alutsista udara.
“Warga sipil tentu saja menjadi kelompok yang paling terdampak dalam situasi ini,” ujar Agus.
Ia menambahkan, pengerahan teknologi tersebut berdampak langsung ke kawasan sipil yang seharusnya menjadi zona aman.
Terkait simpang siur data, Kossay mengakui adanya potensi jumlah korban yang lebih besar dari yang terdata saat ini.
Selain laporan 9 korban meninggal dan 5 luka-luka, ada pula data lain yang menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 12 orang dan 7 lainnya terluka.
Bukan hoaks
Berita Terkait
-
Pengendara Mobil Berstiker TNI AL Adang Bus TransJakarta di Kemang, Picu Kemarahan Netizen
-
Terkuak! Ini Tampang 4 Anggota BAIS Penyerang Andrie Yunus: 3 Perwira dan 1 Bintara
-
Resmi! Ini Daftar Majelis Hakim yang Bakal Adili 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Eskalasi Konflik Global Meningkat, Puan Minta Pemerintah Evaluasi Misi TNI di UNIFIL
-
Puan Soroti Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, DPR Dorong Evaluasi Misi Perdamaian
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan