-
Majelis Ahli tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
-
Mojtaba merupakan putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang berpengaruh besar.
-
Sosoknya dikenal memiliki hubungan sangat erat dengan militer Korps Garda Revolusi.
Suara.com - Publik dunia tengah menyoroti suksesi kepemimpinan di Iran, setelah pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan udara Israel dan Amerika Serikat.
Majelis Ahli secara resmi menetapkan Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Penunjukan ini memicu perbincangan hangat, mengingat Mojtaba selama ini dikenal sebagai sosok misterius yang lebih banyak bergerak di balik layar.
Lantas, siapa sebenarnya Mojtaba Khamenei dan bagaimana rekam jejaknya hingga terpilih menduduki kursi paling berkuasa di Republik Islam tersebut?
Profil Mojtaba Khamenei
Lahir di Mashhad pada 8 September 1969, Mojtaba Khamenei adalah putra kedua dari enam bersaudara keluarga Khamenei.
Di usia yang masih belia, yakni 17 tahun, Mojtaba Khamenei sudah mencicipi kerasnya medan perang dalam konflik Iran-Irak yang berlangsung selama delapan tahun.
Pendidikan agamanya ditempuh di Sekolah Alavi, Teheran, sebelum akhirnya melanjutkan studi teologi tingkat lanjut di Qom pada tahun 1999.
Menariknya, Mojtaba baru mengenakan pakaian ulama secara resmi pada usia 30-an, sebuah langkah yang dianggap tidak lazim bagi calon pemimpin agama besar.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik untuk Mudik Jarak Jauh, Nyaman dan Tangguh
Meski tidak pernah menduduki jabatan resmi di pemerintahan, pengaruh Mojtaba tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dokumen WikiLeaks yang bocor pada akhir 2000-an bahkan menjulukinya sebagai "The Power behind the Robes" atau kekuatan di balik jubah sang ayah.
Selama bertahun-tahun, ia bertindak sebagai penjaga gerbang bagi Ali Khamenei.
Siapa pun yang ingin menemui sang pemimpin tertinggi harus melewati restunya.
Ia juga dikenal memiliki hubungan yang sangat erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan milisi Basij.
Bahkan IRGC secara terbuka menyambut penunjukannya dengan menyebut Mojtaba sebagai ahli hukum yang mumpuni, pemikir muda, dan sosok yang paling memahami isu politik serta sosial.
Berita Terkait
-
Bukti Satelit: Sekolah Putri di Iran Dihantam Rudal Berulang Kali
-
AS Marah Israel Serang Depo Minyak Iran, Takut Harga Minyak Naik Jadi USD 200
-
Warga Irak Santai Main Bola Padahal Rudal Lewat di Atas Kepala, Videonya Viral
-
Sinyal Perang Memuncak, AS Disebut Evakuasi Massal Diplomat dari Tiga Kota Besar Arab Saudi
-
Gantikan Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei Resmi Pegang Tampuk Kekuasaan Tertinggi Iran
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
Terkini
-
6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda
-
Ida Nurlaela Kritik Pemerintah Soal Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes: Itu Uang Rakyat
-
Others: Ketika Pagar Pemisah Justru Mengajarkan Arti Kemanusiaan
-
Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam
-
Kebakaran TPA Galuga Padam, Bupati Bogor: Tinggal Sisa Asap Tebal
-
Dicecar Soal Hubungan dengan Tan Kian, Febrie Bantah Terima Uang di Kasus ASABRI
-
Anak Krakatau Meletus, Kenapa Bandara Soetta Ditutup tapi Kapal Penyeberangan Tetap Buka?
-
Jembatan Bambu Dibongkar, Warga Tegal Alur Keluhkan Akses ke Pasar dan Sekolah
-
Api TPA Galuga Berhasil Dikendalikan Setelah 17 Jam Membara
-
Menyelam di Obi, Marischka Prue Terpukau Kejernihan Laut dan Karang yang Padat