Lifestyle / Male
Senin, 09 Maret 2026 | 12:34 WIB
Mojtaba Hosseini Khamenei (tengah) [Webangar.ir]
Baca 10 detik
  • Majelis Ahli tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

  • Mojtaba merupakan putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang berpengaruh besar.

  • Sosoknya dikenal memiliki hubungan sangat erat dengan militer Korps Garda Revolusi.

Suara.com - Publik dunia tengah menyoroti suksesi kepemimpinan di Iran, setelah pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan udara Israel dan Amerika Serikat.

Majelis Ahli secara resmi menetapkan Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Penunjukan ini memicu perbincangan hangat, mengingat Mojtaba selama ini dikenal sebagai sosok misterius yang lebih banyak bergerak di balik layar.

Lantas, siapa sebenarnya Mojtaba Khamenei dan bagaimana rekam jejaknya hingga terpilih menduduki kursi paling berkuasa di Republik Islam tersebut?

Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei. (X/@_GlobeObserver)

Profil Mojtaba Khamenei

Lahir di Mashhad pada 8 September 1969, Mojtaba Khamenei adalah putra kedua dari enam bersaudara keluarga Khamenei.

Di usia yang masih belia, yakni 17 tahun, Mojtaba Khamenei sudah mencicipi kerasnya medan perang dalam konflik Iran-Irak yang berlangsung selama delapan tahun.

Pendidikan agamanya ditempuh di Sekolah Alavi, Teheran, sebelum akhirnya melanjutkan studi teologi tingkat lanjut di Qom pada tahun 1999.

Menariknya, Mojtaba baru mengenakan pakaian ulama secara resmi pada usia 30-an, sebuah langkah yang dianggap tidak lazim bagi calon pemimpin agama besar.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik untuk Mudik Jarak Jauh, Nyaman dan Tangguh

Meski tidak pernah menduduki jabatan resmi di pemerintahan, pengaruh Mojtaba tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dokumen WikiLeaks yang bocor pada akhir 2000-an bahkan menjulukinya sebagai "The Power behind the Robes" atau kekuatan di balik jubah sang ayah.

Selama bertahun-tahun, ia bertindak sebagai penjaga gerbang bagi Ali Khamenei.

Siapa pun yang ingin menemui sang pemimpin tertinggi harus melewati restunya.

Ia juga dikenal memiliki hubungan yang sangat erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan milisi Basij.

Bahkan IRGC secara terbuka menyambut penunjukannya dengan menyebut Mojtaba sebagai ahli hukum yang mumpuni, pemikir muda, dan sosok yang paling memahami isu politik serta sosial.

Load More