Suara.com - Dunia maya tengah diramaikan oleh perbandingan persyaratan menjadi anggota legislatif antara Iran dan Indonesia.
Perbedaan kontras dalam standar kualifikasi ini memicu diskusi hangat di kalangan netizen, terutama mengenai betapa ketatnya proses seleksi di Iran dibandingkan dengan persyaratan yang cenderung lebih inklusif di Indonesia.
Standar Ketat Majlis Iran: Syarat Ideologis dan Pendidikan Tinggi
Di Iran, menjadi anggota parlemen atau Majlis bukanlah perkara mudah. Calon legislatif harus melalui filter ideologis dan administratif yang sangat tebal. Syarat utamanya meliputi:
- Ideologi dan Agama: Wajib beragama Islam (kecuali bagi minoritas yang diakui seperti Kristen, Yahudi, dan Zoroaster), memiliki komitmen praktis pada ajaran Islam, serta mutlak setia pada Konstitusi Iran dan prinsip Velayat-e Faqih (perwalian yurisprudens).
- Kualifikasi Akademik: Calon wajib memiliki pendidikan minimal setara Master (S2) atau tingkat ketiga seminari keagamaan.
- Verifikasi Dewan Penjaga: Ini adalah tahap paling krusial. Guardian Council atau Dewan Penjaga memiliki otoritas penuh untuk menyeleksi kandidat. Mereka berhak mendiskualifikasi siapa pun yang dianggap tidak setia secara total kepada sistem pemerintahan.
- Kriteria Lain: Usia harus berada di rentang 30 hingga 75 tahun, sehat fisik (wajib mampu melihat, mendengar, dan berbicara), serta bersih dari catatan masa lalu terkait era pemerintahan Shah (sebelum 1979).
Standar DPR RI: Fokus pada Inklusivitas dan Kewarganegaraan
Sebaliknya, syarat menjadi anggota DPR RI di Indonesia dirancang agar lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan warga negara, sebagaimana diatur dalam UU No. 7 Tahun 2017:
Pendidikan: Minimal lulusan SMA atau sederajat, jauh lebih terbuka dibandingkan standar S2 di Iran.
Usia: Cukup berusia minimal 21 tahun.
Komitmen: Setia pada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.
Baca Juga: Viral Video Rudal Tomahawk Serang Kawasan Dekat Sekolah, Ratusan Anak Diklaim Tewas
Syarat Umum: Sehat jasmani-rohani (bebas narkoba), terdaftar sebagai pemilih, dan merupakan kader partai politik.
Catatan Hukum: Tidak pernah dipidana penjara dengan hukuman lima tahun atau lebih.
Perbandingan ini menjadi sorotan karena perbedaan filosofis yang tajam. Netizen Indonesia banyak menyoroti syarat pendidikan S2 di Iran sebagai standar "elitis" yang dianggap mampu menghasilkan parlemen yang lebih teknokratis.
Sementara di Indonesia, diskursus di media sosial sering kali berfokus pada pentingnya integritas dan rekam jejak kriminal, mengingat syarat pendidikan minimal SMA yang dinilai cukup rendah oleh sebagian pihak.
Perbedaan mekanisme verifikasi juga menjadi topik panas. Jika di Iran terdapat Dewan Penjaga yang memegang kendali atas "kesetiaan" ideologis, di Indonesia sistemnya lebih mengandalkan mekanisme seleksi internal partai politik dan proses pemilu yang diawasi oleh KPU.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Rudal dan Drone Iran Bikin Donald Trump Ketar-ketir, Jarak Terbang di Luar Nalar
-
Balas Mulut Besar Trump, Iran Beri Respons Keras: Kami yang Akan Menentukan Akhir Perang Ini
-
Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran
-
Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh
-
Gebrakan Sahroni Usai Aktif Lagi di DPR, Tak Akan Terima Gaji dan Akan Didonasikan ke...
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Kapan Sidang Isbat Lebaran 2026? Ini Jadwal Penentuan Idul Fitri 1447 H
-
5 Warna Baju Lebaran 2026 yang Diprediksi Tren: Teal Blue hingga Butter Yellow
-
Cara Buat Selai Nanas untuk Isian Nastar Versi Chef Yongki Gunawan, Wangi dan Warnanya Cantik
-
3 Resep Manisan Kolang Kaling Sirup Marjan, Segar dan Praktis untuk Sajian Lebaran
-
5 Sepatu New Balance Ori Lagi Promo Spesial Ramadan, Diskon sampai 50 Persen!
-
Daftar Lokasi ATM Mandiri dan BNI Pecahan Rp10 Ribu di Jakarta untuk THR Lebaran 2026
-
Mengenal Whoop Band, Alat Canggih yang Dipakai Deddy Corbuzier Pantau Kesehatan Vidi Aldiano
-
Apakah Lebaran 2026 Muhammadiyah Berbeda dengan Pemerintah? Ini Penjelasannya
-
Hari Bebas Bau Badan 2026: Momentum untuk Lebih Percaya Diri Seharian
-
11 Ucapan Sungkeman Lebaran dari Anak ke Orang Tua, Kata-Kata Tulus Penuh Doa