- Perdana Menteri Australia mengerahkan pesawat pengintai E-7A Wedgetail dan rudal udara-ke-udara untuk kawasan Teluk.
- Pengerahan aset militer ini bertujuan mendukung pertahanan negara-negara Teluk terhadap meningkatnya eskalasi konflik Iran.
- Keputusan ini juga dipengaruhi oleh kebutuhan melindungi sekitar 115.000 warga Australia yang tinggal di kawasan Timur Tengah.
Suara.com - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengatakan pemerintahnya akan mengerahkan pesawat pengintai jarak jauh serta mengirim rudal udara-ke-udara untuk membantu negara-negara di kawasan Teluk mempertahankan diri dari serangan Iran.
Albanese menyebut konflik yang melibatkan Iran di Timur Tengah terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, situasi keamanan di kawasan tersebut semakin memburuk seiring dengan serangan balasan yang dilakukan Iran.
“Konflik yang melibatkan Iran di Timur Tengah dimulai lebih dari sepekan lalu dan serangan balasan dari Iran terus meningkat, bahkan pada skala dan intensitas yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Sebanyak 12 negara di kawasan, mulai dari Siprus hingga wilayah Teluk, masih menjadi sasaran,” kata Albanese, dilansir dari Al Jazeera.
Ia menjelaskan Angkatan Udara Australia akan mengirim pesawat pengawas udara E-7A Wedgetail beserta personel pendukung untuk membantu menjaga keamanan wilayah udara di kawasan Teluk selama empat minggu ke depan.
“Angkatan Udara Australia akan mengirim pesawat pengawas E-7A Wedgetail dan personel pendukung untuk melindungi serta mengamankan wilayah udara di atas kawasan Teluk,” ujarnya.
Selain itu, Australia juga akan mengirim rudal udara-ke-udara jarak menengah canggih ke Uni Emirat Arab setelah Albanese melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Albanese mengatakan keputusan pengerahan aset militer tersebut juga dipengaruhi oleh banyaknya warga Australia yang tinggal di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut sekitar 115.000 warga Australia berada di wilayah tersebut, termasuk sekitar 24.000 orang di Uni Emirat Arab.
“Membantu warga Australia berarti juga membantu Uni Emirat Arab dan negara-negara Teluk lainnya untuk mempertahankan diri dari serangan yang tidak diprovokasi,” katanya.
Meski demikian, Albanese menegaskan bahwa langkah yang diambil pemerintahnya bersifat defensif dan bukan untuk melakukan serangan terhadap Iran.
Baca Juga: Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh
“Pemerintah kami sudah jelas: kami tidak melakukan tindakan ofensif terhadap Iran, dan kami juga tidak mengirim pasukan darat Australia ke Iran,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sekitar 2.600 warga Australia telah meninggalkan kawasan Timur Tengah sejak pekan lalu. Namun pemerintah masih menghadapi tantangan besar dalam membantu warga lain yang ingin keluar dari wilayah tersebut.
Berita Terkait
-
Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh
-
Pentagon Umumkan Korban Tewas di Perang Iran, Menhan: Akan Banyak Warga AS Pulang dengan Peti Mati
-
Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran
-
Alert! Perang AS-Israel vs Iran Dorong Harga BBM, Listrik, dan KPR di Sini Meroket
-
Vladimir Putin Dukung Mojtaba Khamenei, Pastikan Rusia Tetap Jadi Mitra Iran
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang
-
Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas
-
Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir