Fa ‘an Jubair bin Nufair qala: kana ashabu Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam idza iltaqau yaumal ‘id yaqulu ba’duhum liba’d: taqabbalallahu minna wa mink.
Artinya:
“Dari Jubair bin Nufair, ia berkata: Para sahabat Rasulullah SAW apabila bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan: ‘Taqabbalallahu minna wa mink.’”
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa sanad riwayat ini hasan, sehingga menunjukkan bahwa ucapan tersebut memang telah menjadi kebiasaan baik di kalangan sahabat Nabi.
Karena itu, banyak ulama menilai bahwa mengucapkan kalimat ini saat hari raya merupakan amalan yang dianjurkan (sunnah secara kebiasaan).
Ketika seseorang mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum, biasanya orang lain juga akan menjawab dengan ucapan yang sama.
Contohnya:
Taqabbalallahu minna wa minkum atau Taqabbalallahu minna wa mink
Artinya tetap sama, yaitu doa agar Allah menerima amal ibadah kedua belah pihak.
Baca Juga: 35 Link Kartu Ucapan Lebaran 2026 Gratis, Siap Dibagikan ke Teman hingga Keluarga
Hal ini mencerminkan sikap saling mendoakan sesama muslim agar mendapatkan keberkahan setelah menjalani ibadah Ramadan.
Perbedaan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum dan Taqabbal Ya Karim
Selain ucapan di atas, masyarakat juga sering menambahkan kalimat “taqabbal ya karim.”
Tulisan Arabnya adalah sebagai berikut:
تَقَبَّلْ يَا كَرِيم
Lafal latin:
Taqabbal ya Karim
Artinya:
“Terimalah (amal kami), wahai Yang Maha Mulia.”
Kalimat ini merupakan doa yang ditujukan langsung kepada Allah SWT. Kata Al-Karim sendiri adalah salah satu sifat Allah yang berarti Maha Mulia atau Maha Dermawan.
Secara makna, ucapan ini sebenarnya mengandung doa yang baik karena memohon kepada Allah agar menerima amal ibadah. Namun, ada perbedaan penting antara kalimat ini dengan taqabbalallahu minna wa minkum.
Berikut beberapa perbedaan utama antara kedua ucapan tersebut.
1. Perbedaan Asal-usul
Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum memiliki dasar dari praktik para sahabat Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis. Sementara itu, tambahan taqabbal ya karim tidak ditemukan secara khusus dalam riwayat hadis terkait ucapan hari raya. Kalimat tersebut lebih merupakan doa tambahan yang berkembang di masyarakat.
2. Perbedaan Struktur Kalimat
Kalimat taqabbalallahu minna wa minkum berbentuk doa yang diucapkan kepada sesama muslim. Artinya kita mendoakan orang lain agar Allah menerima amal ibadah mereka. Sedangkan taqabbal ya karim adalah doa langsung kepada Allah agar menerima amal ibadah kita.
3. Perbedaan Penggunaan
Secara tradisional, taqabbalallahu minna wa minkum digunakan sebagai ucapan saat Idulfitri dan Idul Adha ketika bertemu sesama muslim. Sementara taqabbal ya karim lebih sering digunakan sebagai tambahan dalam doa atau ucapan pribadi.
Dalam praktik sehari-hari, banyak orang mengucapkan:
“Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim.”
Secara makna, ucapan tersebut tetap mengandung doa yang baik. Namun secara literatur Islam, bagian yang memiliki dasar kuat dari tradisi sahabat adalah taqabbalallahu minna wa minkum.
Karena itu, penggunaan taqabbal ya karim lebih dianggap sebagai tambahan doa, bukan bagian utama dari ucapan hari raya yang berasal dari sunnah.
Demikian itu perbedaan taqoballahu minna wa minkum dan taqabbal ya karim. Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum merupakan doa yang dianjurkan untuk disampaikan saat hari raya karena memiliki dasar dari tradisi para sahabat Nabi Muhammad SAW. Kalimat ini berarti “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.”
Sementara itu, taqabbal ya karim adalah doa tambahan yang berarti “Terimalah amal kami, wahai Yang Maha Mulia.” Meskipun maknanya baik, kalimat ini tidak memiliki dasar khusus dalam hadis sebagai ucapan hari raya.
Memahami makna dan perbedaan kedua kalimat ini membantu umat Islam menggunakan ucapan Idulfitri dengan lebih tepat sekaligus menjaga nilai doa yang terkandung di dalamnya. Pada akhirnya, yang paling penting bukan sekadar ucapan, tetapi juga semangat saling mendoakan, memaafkan, dan mempererat silaturahmi di hari yang penuh kemenangan.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah
-
Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun
-
Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara
-
Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!
-
Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki