Lifestyle / Male
Rabu, 11 Maret 2026 | 15:04 WIB
Reza Arap (Instagram)
Baca 10 detik
  • Reza Arap raih skor IQ 85 akibat kondisi depresi mayor.

  • Depresi berat hambat fungsi kognitif, konsentrasi, dan kecepatan memproses informasi.

  • Penurunan skor IQ akibat gangguan mental bersifat sementara dan bisa pulih.

Pengidap depresi biasanya mengalami gangguan tidur, pola makan tidak teratur, dan kurang gerak, yang semuanya secara tidak langsung menurunkan performa kognitif.

Kasus Reza Arap: Skor IQ yang Bisa Sembuh

Jika melihat kasus Reza Arap yang mengerjakan tes saat stres berat, angka 85 tersebut hanyalah sebuah potret performa otaknya saat itu saja.

Kabar baiknya, dampak depresi terhadap IQ ini bersifat reversible alias bisa pulih kembali.

Penelitian menunjukkan bahwa penanganan depresi yang tepat, baik melalui psikoterapi, pengobatan medis, maupun kombinasi keduanya, dapat memulihkan fungsi kognitif.

Ketika gejala depresi mereda dan emosi lebih stabil, skor IQ seseorang bisa meningkat kembali ke tingkat yang seharusnya.

Pentingnya Deteksi Dini

Memahami kaitan antara depresi dan IQ sangat penting agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif pada mereka yang memiliki skor IQ rendah saat kondisi mentalnya sedang terpuruk.

Semakin cepat depresi ditangani, semakin kecil pula risiko dampak jangka panjang terhadap fungsi kognitif otak.

Baca Juga: 7 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026 Selain Google Maps

Jadi, jika Anda merasa performa otak menurun drastis saat sedang banyak pikiran, bisa jadi itu adalah alarm bahwa kesehatan mental Anda sedang tidak baik-baik saja, bukan karena Anda kehilangan kecerdasan.

Load More