Suara.com - Live streaming "Marapthon: The Last Tale" yang digawangi Reza Arap cs telah memasuki hari kelima.
"Marapthon" musim ketiga sekaligus yang terakhir ini konsisten ditonton ratusan ribu pengguna YouTube.
Seperti pada Kamis, 12 Februari 2026 malam, lebih dari 200 ribu pengguna YouTube menonton Reza Arap cs mencoba mainan-mainan antimainstream.
Kendati demikian, tak sedikit pula publik yang heran mengetahui "Marapthon" punya banyak penggemar setia.
Komentar semacam itu dapat dibaca dalam cuitan akun X @dayatpiliang yang mengajak berdiskusi alasan "Marapthon" ditonton ratusan ribu orang.
"Guys, ini aku murni nanya untuk tujuan riset, ya. Kira-kira, kenapa sih ada ratusan ribu orang mau buang waktunya nonton live marapthon?" tanyanya.
"Apa yang kalian dapatkan dari live streaming dengan konsep seperti ini? Hiburan? Edukasi? atau hanya ingin melepas penat karena gabut?" lanjutnya.
Warganet rupanya banyak yang mengaku tidak paham apa serunya menonton "Marapthon".
Baca Juga: Isi Putusan Cerai Reza Arap Bongkar Dugaan Perselingkuhan Sang Musisi dengan Asisten Pribadi
Adjie Santosoputro yang dikenal sebagai praktisi kesehatan mental kondang di Indonesia lantas mencoba menelaah alasan "Marapthon" punya banyak penggemar.
Lulusan Psikologi UGM tersebut mengungkap sudut pandangnya setelah membaca "Lost Connections" dari Johann Hari.
"Sekarang ini meski punya keluarga, temen, gampang hubungin pake hp, suasana rame… tapi banyak orang merasa kesepian, sampe depresi," terang Adjie Santosoputro.
"Dan merasa rumah nggak lagi terasa sebagai rumah. Sekarang manusia makin terpolarisasi, terfragmentasi, lingkarannya jadi sesempit cuma per individu, 'aku'," sambungnya.
Menonton live streaming "Marapthon" dinilai Adjie Santosoputro membuat orang-orang yang kesepian itu jadi merasa punya teman.
"Nonton kayak live marapthon gini mungkin bikin orang merasa punya temen, dengerin obrolan ringan, merasa jadi bagian dalam kelompok dan merasa ikut di dalam rumah itu," jelasnya.
Berita Terkait
-
Dapat Info Mau Dijebak, Awkarin Langsung Tes Narkoba ke RS: I'm Clean!
-
3 Fakta Menarik Marapthon Season 3: The Last Tale, Sudah Mulai Tayang!
-
Kini Dituding Selingkuh, Reza Arap Ternyata Pernah Ajak Cynthia Asisten Pribadinya Nikah
-
BTR Rachel Diduga Menyalahgunakan Whip Pink: Saat Itu Gak Membahayakan
-
Misteri Keanu AGL Cs malah Ucapkan Terima Kasih ke Mantan Pacar Lula Lahfah, Bukan Reza Arap
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan
-
Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand