Lifestyle / Komunitas
Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47 WIB
Suasana Masjid Al Ikhlas PIK (PIK2)
Baca 10 detik
  • Festival Ramadan diselenggarakan di Masjid Al Ikhlas PIK pada 11–13 Maret 2026 untuk ekspresi seni Islami.
  • Acara ini mempertandingkan Hadroh Kreasi, Marawis Umum, dan Bedug Shalawat, serta menawarkan hadiah bagi pemenang.
  • Komunitas seni Islami melihat festival ini sebagai peluang penting untuk saling berinteraksi dan melestarikan tradisi.

Suara.com - Menjelang 10 hari terakhir Ramadan, berbagai kegiatan positif mulai digelar di sejumlah tempat untuk menyemarakkan suasana ibadah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. 

Salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Ramadan di Masjid Al Ikhlas PIK yang menghadirkan beragam perlombaan seni islami sebagai ruang ekspresi bagi komunitas religius sekaligus ajang silaturahmi antar kelompok.

Festival yang berlangsung pada 11 hingga 13 Maret 2026 di halaman Masjid Al Ikhlas PIK ini menghadirkan tiga kategori lomba, yaitu Hadroh Kreasi, Marawis Umum, dan Bedug Shalawat. 

Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum dari wilayah Jabodetabek dan disiapkan sebagai wadah bagi para pecinta seni islami untuk menampilkan kreativitas mereka. 

Panitia juga menyediakan hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang yang berhasil tampil terbaik dalam setiap kategori lomba.

Kehadiran festival ini disambut antusias oleh berbagai komunitas seni islami di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Banyak kelompok yang melihat kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperluas pengalaman tampil di panggung yang lebih besar.

Perwakilan Grup Marawis Al-Hidayah Kampung Melayu, Teluknaga, M. Fikri Hasan, mengatakan bahwa festival seperti ini menjadi peluang berharga bagi kelompok marawis lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan masyarakat yang lebih luas.

“Kami sering tampil di acara pengajian dan peringatan hari besar Islam di Teluknaga. Ketika ada festival seperti ini di PIK tentu kami tertarik untuk ikut,” ujar Fikri.

Ia juga menilai kegiatan tersebut dapat menjadi ajang pertemuan bagi berbagai kelompok seni islami dari berbagai daerah, sehingga para peserta dapat saling mengenal sekaligus belajar satu sama lain.

Baca Juga: Ampverse Resmi Ekspansi ke Indonesia, Andalkan AI dan Gaming Intelligence

“Biasanya kalau ada festival seperti ini kita bisa bertemu dengan grup-grup lain. Selain lomba juga bisa saling belajar,” katanya.

Hal serupa disampaikan oleh Rizal Fahmi dari Kelompok Bedug Shalawat Al-Fattah Pakuhaji yang berencana mendaftarkan timnya pada kategori bedug shalawat. 

Menurutnya, festival Ramadan di kawasan PIK menjadi kesempatan menarik bagi komunitas seni islami di wilayah pesisir Tangerang untuk tampil di lokasi yang lebih dikenal luas.

“Lokasinya strategis dan sering ada acara besar. Kalau bisa tampil di sana tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga buat kami,” kata Rizal.

Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi seni musik islami yang telah lama hidup di tengah masyarakat. 

Seni hadroh, marawis, dan bedug shalawat tidak hanya menjadi hiburan religius, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan.

Load More