Sebaiknya rendam beras selama sekitar 30 hingga 60 menit sebelum dimasukkan ke dalam kulit ketupat. Cara ini membantu beras mengembang lebih merata saat direbus.
6. Anyaman Ketupat Terlalu Longgar
Bentuk anyaman ketupat juga memengaruhi hasil akhirnya. Jika anyaman terlalu longgar, beras di dalamnya tidak mendapatkan tekanan yang cukup untuk membentuk struktur padat.
Saat direbus, beras akan mengembang mengikuti bentuk ruang di dalam ketupat. Jika ruang tersebut terlalu longgar, hasilnya menjadi lebih renggang dan menyerupai nasi biasa.
Anda sebaiknya memastikan anyaman ketupat cukup rapat namun tetap memiliki ruang bagi beras untuk mengembang. Dengan begitu, nasi di dalamnya dapat saling menekan dan membentuk tekstur yang padat.
7. Air Rebusan Kurang Banyak
Selama proses memasak, ketupat harus terendam sepenuhnya dalam air. Jika air terlalu sedikit, sebagian ketupat mungkin tidak matang dengan sempurna.
Ketika bagian atas ketupat tidak terendam, panas tidak merata sehingga beras di dalamnya tidak mengembang secara optimal. Kondisi ini bisa membuat ketupat terasa setengah matang dan tidak padat.
Pastikan panci berisi air yang cukup hingga menutupi seluruh ketupat. Jika air mulai menyusut selama perebusan, segera tambahkan air panas agar suhu tetap stabil.
8. Ketupat Tidak Didiamkan Setelah Matang
Setelah proses perebusan selesai, ketupat sebenarnya masih membutuhkan waktu untuk memadatkan teksturnya. Jika langsung dibuka saat masih sangat panas, nasi di dalamnya belum sempat mengeras.
Biasanya ketupat perlu digantung atau didiamkan selama beberapa jam setelah matang. Proses ini membantu air di dalam ketupat menetes keluar sehingga teksturnya menjadi lebih padat.
Baca Juga: Jelang Mudik, Brantas Abipraya Tuntaskan Proyek JLS Lot 3 Serang-Sumbersih di Blitar
Langkah sederhana ini sering kali membantu mengatasi masalah kenapa ketupat masih berbentuk nasi dan tidak padat karena nasi memiliki waktu untuk memadat secara alami.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup
-
Rampok Toko Emas Pakai Senpi Dinas, Briptu MZ Dipecat dari Polda Aceh
-
Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan
-
Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI
-
522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma
-
Bupati Pemalang Kena OTT, Jadi Operasi Tangkap Tangan KPK ke-18 Sepanjang 2026
-
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar
-
Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto
-
Review Buku Anything, Kisah Hangat Tentang Arti Sebuah Rumah
-
Pembangunan Pipa Gas di Dusem Bakal Perkuat Ketahanan Energi dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat