- Wamen ESDM jamin ketahanan ekosistem BBM tembus 30 hari jelang Idul Fitri 2026.
- Cadangan Pertamax 29 hari, Dex 45 hari, dan Avtur 37 hari dipastikan memadai.
- Pemerintah siapkan pasokan ekstra untuk 76 juta pemudik pengguna kendaraan pribadi.
Suara.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam posisi aman untuk menyambut momentum mudik Idul Fitri 2026. Meski cadangan fisik berada di level 23–25 hari, Yuliot menegaskan bahwa secara ekosistem, ketahanan stok sejatinya melampaui angka 30 hari.
"Walaupun cadangan kita sekitar 23-25 hari, secara ekosistem itu lebih dari 30 hari," ujar Yuliot saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Yuliot merinci, sejumlah jenis BBM memiliki tingkat ketahanan yang sangat mumpuni. Stok Pertamax (RON 92) saat ini berada di level 29 hari, sementara Pertamina Dex mencapai 45 hari. Adapun untuk sektor penerbangan, cadangan avtur tercatat aman di level 37 hari.
"Jadi untuk ketersediaan BBM dalam rangka mobilisasi masyarakat itu kami rasa sangat memadai," tegasnya.
Terkait pasokan, Yuliot mengungkapkan bahwa lifting minyak nasional saat ini rata-rata berada di angka 610 ribu barel per hari. Untuk menambal celah kebutuhan dalam negeri, pemerintah tetap melakukan skema impor demi memastikan tidak terjadi kelangkaan di lapangan.
Selain mengandalkan impor, penguatan stok juga didukung oleh optimalisasi kinerja sejumlah kilang strategis milik Pertamina, mulai dari Kilang Balikpapan, Balongan, Cilacap, Dumai, hingga Plaju.
Langkah antisipasi ini diambil mengingat adanya lonjakan signifikan jumlah pemudik tahun ini yang diprediksi mencapai 143 juta orang. Dari total tersebut, sekitar 50 persen atau 76 juta orang diperkirakan bakal mudik menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor.
"Ini angka yang cukup signifikan. Tentu kita akan melakukan pelayanan sebaik mungkin, khususnya bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi ini," pungkas Yuliot.
Baca Juga: Bom Waktu Subsidi: Pemerintah Tahan Harga BBM Hingga Lebaran, APBN Siap-Siap Jebol?
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang
-
BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya