Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:41 WIB
Ilustrasi Tips Mengatasi Burnout Kerja Sambil Puasa (Freepik)

Suara.com - Tekanan di tempat kerja akan terasa menjadi lebih besar ketika bulan Ramadan. Hal ini dirasakan sebagian orang, dan tidak jarang menyebabkan burnout. Untuk menyiasatinya, Anda bisa cermati beberapa tips mengatasi burnout kerja sambil puasa berikut ini.

Burnout sendiri bisa dipahami sebagai sebuah kondisi ketika seseorang kehilangan motivasi dan semangat kerja. Hal ini bisa dipicu karena rasa jenuh, tekanan kerja yang terus menerus dan tanpa jeda, hingga tekanan lain yang berasal dari dalam atau luar diri seseorang.

Ketika burnout terjadi, biasanya produktivitas akan menurun secara drastis, dan membuat seseorang sama sekali tidak memiliki semangat dan gairah untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Maka untuk menghadapinya, berikut tips mengatasi burnout kerja sambil puasa yang bisa dibagikan.

1. Fleksibilitas Kerja

Pengaturan jam kerja tidak sekadar pulang lebih awal, tetapi justru ada pada fleksibilitas kerja. Perusahaan dapat membuat kebijakan kerja hybrid untuk beberapa divisi yang memungkinkan, sehingga kinerja yang diberikan tetap maksimal.

Kuota jam kerja dikonversi menjadi target harian yang dapat diselesaikan pada tenggat waktu yang ditentukan, tetapi tidak harus berada pada area kantor. Dengan demikian, karyawan dapat mengerjakan pekerjaan menggunakan cara paling nyaman selama bulan puasa ini.

Selama monitoring dapat dijaga dengan profesional, hal ini bisa menjadi win-win solution untuk perusahaan dan karyawan yang mereka miliki untuk menghindari burnout.

2. Manajemen Beban Kerja

Baca Juga: 5 Ide Hampers Lebaran Unik 2026 yang Bikin Penerima Langsung Melongo

Pengaturan beban kerja juga wajib didiskusikan dengan baik bersama para karyawan dan kepala divisi. Semua paham jika asupan tenaga di bulan Ramadan jelas akan berkurang, dan menuntut pekerjaan berat di penghujung hari bukanlah hal yang bijak.

Susun beban kerja berdasarkan prioritas, dan letakkan pekerjaan berat atau urgent di pagi hari. Pada periode ini karyawan idealnya masih memiliki fokus yang tinggi karena bawaan tenaga sahur yang disantap sebelumnya.

Ketika sore hari atau di akhir jam kerja, tempatkan tugas-tugas yang relatif ringan untuk hasil yang lebih maksimal. Dengan demikian, pekerjaan yang dimiliki dapat diselesaikan dengan baik.

3. Kelola Kesehatan Fisik dan Mental

Karyawan yang masih harus bekerja di kantor sebaiknya diberikan dukungan fisik dan mental. Misalnya saja workshop tentang pola makan sehat saat sahur dan berbuka, kemudian mengadakan olahraga ringan bersama di sore hari, dan sejenisnya.

Selain itu, akan sangat baik jika Anda juga menyediakan fasilitas istirahat yang bisa dimanfaatkan saat waktu istirahat di tengah hari tiba. Hal ini sangat membantu mengembalikan tenaga dan fokus karyawan yang ada di kantor.

Load More